P A R T 50

32.4K 2.6K 503
                                        

Banyak typo!

Lama gak up

Makasih udah setia nunggu cerita ini💜

Happy reading❤️

-

-

-

Jika kekacauan ada dibawah, berbeda dengan Cia yang berada di rooftop dihadapkan langsung dengan kekacauan yang berada dibawah. Air mata nya tak kunjung berhenti, bagaimana bisa berhenti jika para abang nya beserta Stef dkk sedang berjuang untuk menyelamatkan dirinya. Saat ini Cia dijaga begitu ketat oleh anggota Avodar dan beberapa preman.

“Cia nyusahin kalian semua ya?” Monolog Cia pada dirinya sendiri, jika difikir-fikir memang dirinya selama ini hanya bisa menyusahkan orang-orang terdekatnya

“Lo emang nyusahin.” Celetuk salah satu anggota Avodar yang sempat mendengar ucapan Cia barusan.

“Mending mati aja deh lu, gak guna juga ya enggak?” Ucap preman berbadan gendut namun pendek meminta persetujuan yang lain.

“Yoi, gw liat lo Cuma pembawa sial dikeluarga lo hahahaha.”

“Lo liat itu, bentar lagi Stef bakalan ketusuk dan itu lo penyebabnya.” Cia mengikuti arah pandang anggota Avodar itu dan benar saja jika disana iya melihat jika salah satu preman sudah berada tepat dibelakang Stef dengan senjata tajam yang berada. ditangannya.

Cia menggeleng ribut, air matanya semakin deras. Mencoba untuk meneriaki Stef namun apadaya jika suaranya tidak sebanding dengan suara kegaduhan yang berada disana.

“ENGGAK STEF ENGGAK.”

“STEFF.” Histeris Cia, dia sudah ketakutan dari tadi.

Bisa dibayangkan jika Cia yang selama ini tidak melihat kekerasan. Bukan hanya nyata bahkan menonton televisi berbau kekerasan saja dia tidak diizinkan oleh keluarganya, dan sekarang apa? Dia langsung dihadapkan banyak adegan kekerasa didepan mata. Tidak ada yang tau apa yang akan terjadi pada dirinya nanti.

“Nangis mulu lo, kaga habis tu air mata!”

“Tau, cantik si tapi sayang cengeng.”

“Stef bakalan mati!”

**

Satria yang melihat suruhannya langsung memainkan perannya, sengaja mengalihkan perhatian Stef.

Preman itu langsung segera mengambil langkah lebar, tepat dibelakang Stef dia langsung menusuknya.

JLEB

“STEFF!!!”

Badan Stef langsung menengang, kaku, sekaligus heran. Suasana tiba-tiba sunyi, Stef membalikkan badannya dan tepat setelah melihat kebelakang matanya melotot tak percaya.

“Ken.” Lirih Stef

“KEN!” Teriak semuanya, termasuk Cia yang sudah meraung-raung ketika melihat Ken ditusuk tepat didepan mata kepalanya sendiri. Sahabat-sahabat Stef langsung menghampiri Ken yang tergeletak ditanah dengan darah yang merembes keluar.

Possessive (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang