Fiksi✓
||•POSSESSIVE•||
Menceritakan seorang anak perempuan yang begitu manja terhadap keluarganya yang memiliki 3 orang kakak laki-laki yang begitu possessive bukan hanya abang tapi seluruh keluarga nya sangat-sangat possessive. Hal ini lah yang me...
Hari cepat berlalu, kini semuanya telah berubah dimata sosok laki-laki yang saat ini tengah berdiri gagah menghadap pemandangan didepannya. Memikirkan kejadian empat tahun silam, dimana dia kehilangan sosok belahan jiwanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rindu? Jangan ditanya lagi, jika dia bisa memilih lebih baik dirinya mati dari pada memendam kegelisahan yang ada didalam hatinya selama bertahun-tahun. Dia tidak tau bagaimana kabar gadisnya, semua orang seakan bungkam jika dia bertanya, beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri namun sayang selalu gagal, dirinya masih bisa selamat.
Gila? Mungkin dari beberapa orang akan berfikir bahwa dia gila, hanya karena kehilangan seorang wanita sampai berfikir ingin bunuh diri. Dia hanya acuh akan omongan-omongan orang diluaran sana, karena dia tahu bahwa orang luar hanya bisa berpendapat tanpa tau bagaimana rasanya menjadi seorang Stefano Ewald Priatama.
Stef mengalami perjalanan yang cukup panjang, satu tahun pertama di tinggal Cia dia terbaring lemah di rumah sakit setelah dinyatakan koma selama tiga bulan karena melakukan beberapa kali percobaan bunuh diri.
Sembuh dari koma dia bertanya kepada orang tuanya bagaimana keadaan gadisnya, apakah dia sudah baik-baik saja disana, lalu di negara mana Cia saat ini? Dia ingin menyusul, ingin mencurahkan segalanya kepada Cia.
Ribuan kali dia bertanya seperti itu, tapi mereka semua hanya menjawab “Cia baik-baik saja” tanpa memberikan bukti yang kuat. Lelucon macam apa ini? Jika memang Cia baik-baik saja kenapa tidak bawa pulang saja Cia, bawa Cia kehadapan nya baru dia percaya jika memang Cia sudah sembuh dari traumanya. Namun mereka hanya diam saja, seakan-akan mereka juga tidak tau kebenarannya seperti apa.
Tahun berikutnya dia memutuskan untuk pergi dari Indonesia, dia ingin pergi ke negara paman sam tanpa persetujuan dari keluarga maupun para sahabatnya. Sempat terjadi perdebatan antara Stef dengan papa nya.
Axel tidak setuju jika Stef meninggalkan mereka karena dia khawatir dengan kondisi kesehatan istrinya yang saat ini menurun drastis. Tega? Sebenarnya tidak, bagaimana mungkin dia tega dengan sosok yang paling berharga dalam hidupnya tapi mau bagimana lagi, saat itu dia sangat kecewa dengan semuanya.
Keadaan lah yang membuatnya harus memilih langkah untuk meninggalkan semua kenangan manis dan pahit dalam hidup. Akhirnya mama Tian mengizinkan Stef pergi dengan berbagai syarat, Stef langsung menyetujui walaupun dia sendiri tidak tau apakah dia bisa melakukan semua yang diinginkan mama nya.