Partnya bakal panjang, jgn lupa vote!
{~•~•~}
'Jung… kebahagiaan ketiga sudah aku berikan ya dan itu melalui sora, lagi’
•••
“Jeju lagi yuk ra.”
“Ngapain?”
“Adik nya jio.”
“Harus ke jeju?”
“Harus”
“Kenapa gitu?”
“Kali ini adiknya jio.”
…
“Ga mau bangun nih?” tanya sora pada hoseok yang masih memejamkan matanya. Padahal sudah berbagai cara sora lakukan, dari mengelus tangan hoseok, menepuk-nepuk wajahnya, memukul perut dan lain sebagainya. Tapi tetap saja hoseok lebih memilih untuk melanjutkan tidurnya.
Sora menarik nafasnya, “Beneran ga mau bangun? yaudah ara tinggal.” ucap sora sudah berjalan membalik badannya berniat meninggalkan hoseok yang masih tertidur disana, “Morning kissnya mana ra?” tanya hoseok dari belakang yang membuat langkah sora terhenti. Sora tersenyum, “Cium aja itu bantal.” ucap sora tanpa menoleh dan berlalu saja keluar kamar.
Sora berjalan menyusuri tangga menuju kamar jio yang memang sudah dipindah kelantai atas karna kemauan makhluk kecil itu sendiri. Sora membuka pintu kamar jio perlahan mendapati anaknya yang sudah bangun dan baru saja hendak turun dari kasur. Jio menoleh kearah pintu mendapati bundanya sudah berdiri diambang pintu kamarnya sambil tersenyum. Jio ikut tersenyum lalu berlari kecil menghampiri sora dan memeluknya. Sora mencium pucuk kepala jio yang berada dalam pelukkannya, “Morning bunda…” gumam anak itu.
Lagi-lagi sora tersenyum, “Morning juga jagoannya bunda… pinter bangun sendiri.” puji sora untuk jio. Sora melepas pelukan anaknya itu lalu menggandeng tangannya agar turun kebawah. Tapi sebelum itu sora membawa jio kekamar mandi terlebih dahulu untuk mencuci muka dan menyikat gigi.
“Oke sudah…” ucap sora sambil menggendeong jio agar turun dari meja wastafel.
“Ra!” teriak hoseok dari bawah cukup kencang dan membuat sora juga jio terkejut.
“Astaga hoseok.” gerutu sora pelan. Sambil menggandeng jio menuju tangga.
“Ra kamu dimana!” teriak hoseok lagi.
“Weh berisik berisik masih pagi.” omel sora yang berjalan menuruni tangga bersama dengan jio. Hoseok menoleh lalu berjalan begitu saja menuju ruang makan.
“Morning anak ayah….” satu ciuman mendarat dipipi jio. Jio tersenyum menatap ayahnya, “Morning juga ayah.” balas jio. “Jio duduk dulu ya sama ayah, bunda bikinin susu dulu buat jio.” ucap sora dan mendapat anggukan dari jio. Jio berjalan menarik kursi yang ukurannya jauh lebih besar dibandingkan dirinya. Berusaha keras untuk bisa duduk sendiri dikursi itu. Karena lelah jio melirik ayahnya yang sudah duduk duluan dan mengikuti kemana arah mata ayahnya itu melihat. Hoseok sedari tadi memperhatikan sora dari belakang.
“Ayah… bantuin jio.” pinta anak itu masih terus berusaha untuk bisa duduk sendiri. Hoseok melirik lalu memperhatikan apa yang anaknya lakukan dan tertawa, “Sini… sini.” hoseok sudah berdiri dari kursinya dan menggendong jio agar bisa duduk juga.
Sora menarik kursi yang memang sudah biasa ia duduki sambil membawa segelas susu milik jio, “Nih susunya…” jio menerima gelas yang sora sodorkan sambil tersenyum, “Makasih bunda.” sora mengangguk.
“Bunda jio mau cerita.” ucap jio sambil mengunyah roti yang bersisikan selai nutela.
“Iyaa cerita bunda dengerin.” jawab sora antusias. Seolah tidak pernah bosan mendengarkan cerita yang anak nya lontarkan rutin setiap akan sarapan. Mengingat anak laki-lakinya ini sudah masuk sekolah taman kanak-kanak. Jujur mendengar semua cerita anaknya sora terkadang merasa belum mampu menerima bahwa anaknya sekarang sudah berumur 6 tahun.
KAMU SEDANG MEMBACA
YOUR MY HOPE [END]
Fanfiction"Tenang ra es batu kan bisa cair." "Masalahnya ini es batu limited edition, beda sama es batu yang biasanya." SELAMAT DATANG DI PANGGUNGKU! Rank : #hopeworld(1)🏅201126 #wish(1)🏅 210127 #sunshine(1)🏅210520 #haluu(2)🏅201008 #sora(1)🏅210516 #hobi...
![YOUR MY HOPE [END]](https://img.wattpad.com/cover/234193109-64-k529009.jpg)