Jangan lupa tinggalin jejak ya para readers ku, selamat membaca<3
{~•~•~}
Sora terkejut, sangat terkejut seolah merasakan dunianya hancur saat itu juga, masa depannya kandas, cita-citanya akan pupus begitu saja. Ingin rasanya sora menangis tapi tidak bisa. Sedangkan hoseok… pria itu hanya memasang ekspresi datar tidak memberikan respon apapun. Hingga matanya tertuju pada sora yang terlihat seperti menahan tangis, "Om boleh saya ajak sora keluar?“ tanya hoseok kepada suho dan suho mengiyakan dengan anggukan.
Hoseok berdiri dan menggandeng tangan sora agar ikut bersamanya. Hoseok membawa sora ke balkon restoran. Sesampainya disana hoseok melepas tangan sora begitu saja, membiarkan gadis itu berdiri di tempatnya sedangkan ia berjalan maju melihat pemandangan dari atas balkon itu.
Sora bingung dengan pria ini, menggandeng tangannya tiba-tiba, menariknya ke balkon dan melepaskan tangannya begitu saja. Sora mencoba berjalan ragu menghampiri hoseok dan bertanya, "Kenapa bawa gw kesini?“ matanya menatap pria dingin yang berdiri disampingnya, yang ditanya hanya menoleh sekilas dan mengembalikan pandangannya seperti semula.
“Gw nanya, kenapa bawa gw kesini?“ tanya sora masih dengan sesopan mungkin.
“Kamu nahan.“ hoseok akhirnya menjawab
“Nahan? nahan nangis? gw nahan nangis? enggalah ngapain nangis.“ sora mengelak ucapan hoseok.
Hoseok tidak menghiraukan apa yang sora ucapkan. Sora menatap hoseok heran ‘belagu juga‘ ucap sora dalam hati. Sora menunggu beberapa saat untuk mendengar apa yang akan hosoek katakan lagi tapi nihil, hoseok tidak mengeluarkan suara sedikitpun. Sora menarik nafasnya "kesal" itu yang ia rasakan. Akhirnya sora berbalik dan memutuskan untuk kembali kebawah.
Belum sempat sora menginjakkan kakinya dianak tangga, "Mau terima?“ tanya hoseok dari belakang.
Langkah sora terhenti beberapa saat sebelum akhirnya membalikan badanndan menatap hoseok yang juga menatap dirinya. Sora melakukan kontak mata dengan hoseok dari jaral yang lumayan jauh. Mencoba mencari apa maksud dari pertanyaan hoseok.
“Terima apaan? lu nembak gw?“ tanya sora asal dan tidak bergerak sedikitpun.
“Perjodohan.“ jawab hoseok.
“Hah?! perjodohan gimana?“ sora mulai mendekati hoseok lagi. Tapi hoseok tidak merespon pertanyaan sora, seolah menyuruh sora untuk berfikir sendiri.
“Oh! perjodohan, kayanya lu tau jawaban gw.“ sora benar- benar yakin kalau hoseok tau jawabanny . Hoseok terdiam sesaat, “Kenapa?” hoseok butuh alasan mengapa sora tidak mau.
“We don't know each other mr.jung, yang namanya pernikahan kalo ga didasari dengan cinta ga akan bisa bahagia.“ jawab sora jujur. Hoseok diam lagi sambil berfikir, "Ayo menikah.“ ajak hoseok enteng. Matanya tidak menatap sora dan nada suaranya sangat datar.
Sora menatap hoseok tambah heran, ‘ini orang kenapa si‘ tanya sora pada dirinya sendiri.
“Kita ga akan berhasil, gw masih terlalu muda and I want to enjoy my youth." ucap sora menjelaskan.
"I will give you freedom." hoseok mulai membujuk sora tapi yang hoseok dapatkan hanya gelengan dari sora.
“Ayo lakukan demi orang tua kamu dan saya, just it.“ kata hoseok masih berusaha membujuk sora, karena ia tidak ingin orang tua nya merasa kecewa.
Sora berfikir sejenak, “Fine, demi orang tua gw dan lu. Gw mau terima perjodohan ini, asal lu bebasin gw pergi sama temen-temen gw, ngelakuin apa yang gw mau, apa yang gw suka, dan satu lagi lu ga boleh nyentuh gw tanpa persetujuan gw.“ jelas sora panjang lebar.
“Nomor hp.“
“Buat apa?“
“Mudah hubungin.“ jawab hoseok.
Sora memandang hoseok sebentar, "Hpnya sama bunda, bentar gw ambil dulu." sora berlari kecil menuruni sambil menuruni anak tangga.
"Nih" sora menunjukan nomor hpnya ke hoseok. "Hanya itu syaratnya?“ tanya hoseok sambil memasukan hpnya kedalam saku dan sora mengangguk. Kemudian hoseok berjalan menuju tangga meninggalkan sora begitu saja.
“Bunda... kenapa ara harus dijodohin sama es batu kaya gini.“ rengek sora pada dirinya sendiri.
...
Hoseok sampai dibawah terlebih dahulu dan duduk, begitu juga dengan sora, “Jadi gimana? “ tanya suho antusias, irene, taeyeon dan leeteuk sambil memandangi hoseok dan sora untuk menunggu jawaban. Sora menatap hoseok, tapi hoseok hanya menatapnya sekilas dan menatap suho.
“Iya om kita terima.“ jawab hoseok dengan nada dingin tapi ia tersenyum tipis disana.
“Yes!“ ucap kedua pasangan orang tua itu dan mereka saling berpelukan dan senyum tak lepas dari wajah mereka. Sora melihat raut bahagia di wajah orang tuanya yang berhasil membuat ikut tersenyum.
“Pernikahan kalian akan dilaksanakan satu minggu dari sekarang, jadi gunakan waktu satu minggu itu untuk mengenal satu sama lain ya.“ jelas leeteuk.
‘secepat itu?‘ tanya sora dalam hati. Setelah selesai dengan semuanya keluarga Jung dan Lee pulang kerumah masing-masing.
Selama dimobil irene berbicara dengan sora tapi sora tidak menjawab sama sekali. Irene melirik sora dari kaca mobil yang berada ditengah. Anak gadisnya itu sedang melihat keluar dengan tangan yang menopang pipinya.
Irene tersenyum lalu berkata, "Are you oke sayang?“ tanya irene lembut. Sora menoleh sebentar sambil tersenyum disertai anggukan kecil. Irene yang melihat itu ikut tersenyum, "Tenang aja sayang, buat sekarang mungkin kamu belum cinta sama hoseok tapi seiring dengan berjalannya waktu rasa cinta itu akan tumbuh kok.“ irene mencoba menenangkan sora.
Sora tidak merespon. Suho yang sedang menyetir tidak bisa mengulum senyumnya, mendengar bagaimana cara istrinya berbicara. Untuk menenangkan anak gadisnya itu. Ah suho makin cinta dengan istrinya.
...
“Kamu ga mau tidur disini aja?“ tanya taeyeon kepada hoseok yang masih didalam mobil.
“Engga ma, hoseok pulang kerumah aja.“ jawab hoseok. Taeyeon mengangguk dari luar mobil, sedangkan leeteuk sudah masuk duluan, "Yasudah, hati-hati ya.“
Hoseok mengangguk dan tersenyum kemudian ia mulai melajukan mobilnya menuju rumahnya sendiri. Diperjalanan hoseok mulai memikirkan perjodohannya dengan sora. Pikirannya tiba-tiba jadi kalut, ia berharap kepada dirinya sendiri jangan sampai ia mencintai sora ataupun menyakiti sora nantinya.
…
Sora turun dari mobil duluan, mendapati mobil bmw hitam milik suga sudah terparkir lagi di garasi rumah. Lalu ia bergegas masuk ke dalam rumah dan mendapati suga yang sedang bermain hp di sofa dengan posisi telentang. Suga yang sadar ada kalau ada yang datang jadi membangunkan badannya dan melirik kearah sora, "Eh ara udah pulang? gimana makan-makannya?“ tanya suga.
Sora awalnya mau menjawab tapi karena abangnya bertanya bagaimana acara makan-makannya sora mengurungkan niat untuk menjawab dan langsung pergi ke kamar, suga nampak heran dengan kelakuan adiknya itu.
“Bun ara kenapa?“ tanya suga saat irene dan suho sudah masuk kedalam rumah.
“Kamu tanya sendiri aja coba.“ jawab irene. Suga yang mendengar jawaban dari irene langsung berdiri dan bergegas menuju kamar sora dilantai dua.
“Besok bang jangan sekarang.“ cegah irene karena menurutnya sora membutuhkan untuk sendiri dulu.
…
Sora melepas heels pendek yang ia gunakan, mengganti pakaian dengan asal dan menidurkan badannya diatas kasur. Memeluk guling dan menangis pelan.
"Kenapa lu bisa semudah itu buat nerima lee sora???" tanya sora yang mulai kesal.pada dirinya sendiri.
“Gw harus telfon seseorang.“ sora mecoba duduk dan mengambil hpnya, mencari nama kontak yang akan ia hubungi. Setelah memencet panggilan dan tersambung sora mencoba untuk duduk dan menarik nafasnya.
Saat panggilan tersambung, “Hallo…“
KAMU SEDANG MEMBACA
YOUR MY HOPE [END]
Fanfic"Tenang ra es batu kan bisa cair." "Masalahnya ini es batu limited edition, beda sama es batu yang biasanya." SELAMAT DATANG DI PANGGUNGKU! Rank : #hopeworld(1)🏅201126 #wish(1)🏅 210127 #sunshine(1)🏅210520 #haluu(2)🏅201008 #sora(1)🏅210516 #hobi...
![YOUR MY HOPE [END]](https://img.wattpad.com/cover/234193109-64-k529009.jpg)