Part 41

1K 124 16
                                        

Happy reading<3

{~•~•~}

‘orang bilang lebih baik dicintai daripada mencintai dan ya… aku rasa aku setuju dengan itu‘
Sora

•••

Januari…

“Gw kangen ara hyung.“ ucap jimin memecah keheningan yang terjadi diantara dirinya, suga, woojin, jean, umji dan joy yang sedang berkumpul di rumah keluarga Lee.

Suga mendongakkan kepalanya menatap jimin yang juga menatapnya, “Semua juga kangen ara jim.“ ucap suga dan mendapat anggukan dari yang lain.
"Plis hyung bawa ara pulang.“ pinta jimin suaranya melemah.

Semua teman-teman sora sudah tau tentang eunbi dan hoseok. Tidak melihat secara langsung tapi suga yang memberitahu.
“Ga bisa jim gw ga bisa.“ ucap suga menolak nadanya juga melemah.
“Kenapa?“ tanya jimin.
“Ga semudah itu bawa ara balik kesini.“ jawab suga, yang lain hanya bisa diam tidak menjawab atau bertanya lagi.

Suga memandang teman-teman sora lalu menarik nafasnya.
“Kalian tenang aja, biar gw aja yang nyelesain ya kalian fokus sama kuliah dulu.“

Flashback tahun baru di rumah keluarga jung…

Leeteuk berdiri dengan wajah datar didepan pintu bersiap menyambut anak laki-lakinya. Setelah beberapa menit hechuul berdiri di sana hoseok datang dengan mobilnya sendirian. Didalam mobil hoseok terus berdoa semoga ayahnya masih belum tahu tentang kepergian sora.

Hoseok turun dari mobil dan menghampiri ayahnya sambil tersenyum agar ayahnya tidak curiga.
“Pah…“ sapa hoseok, leeteuk masih menatap anaknya itu seperti tadi.

Plakk!
Satu tamparan tepat mendarat dipipi kiri hoseok. Hoseok memegang pipinya lalu menatap papanya bingung, "Buat apa kamu kesini?!“ tanya leeteuk dengan nada meninggi, momo yang sedang menyiapkan makanan didalam langsung berlari keluar berdiri dibelakang leeteuk.
“Buat apa kamu kesini sendiri kemana eunbi mu itu?!“ leeteuk menggunakan nada menyindir.

Hoseok menggelengkan kepalanya menatap hechuul, “Pah…“ hanya itu yang keluar dari mulut hoseok.
“Pergi kamu, sebelum kamu bisa bawa sora pulang jangan berani-berani kamu datang kerumah papa!“ kata-kata terakhir yang leeteuk ucapkan sebelum masuk kedalam rumah meninggalkan hoseok yang masih berdiri disana.

Taeyeon hanya memandang suaminya yang sudah masuk kedalam rumah kemudian menatap hoseok yang juga menatapnya.
“Mah…“ panggil hoseok pelan tapi taeyeon masih bisa mendengar itu. Taeyeon berjalan menghampiri hoseok, mendongakkan kepalanya agar bisa menatap mata anaknya juga.

Taeyeon memegang kedua sisi bahu hoseok menatap bahu itu lalu mengelusnya pelan dan menatap anaknya lagi langsung memeluknya
“Maafin mama ya, mama ga bisa apa-apa.“

Setelah kejadian itu hoseok memilih untuk pergi dari sana dan mencoba untuk kembali kerumahnya berharap ada sora didalamnya meskipun mustahil. Hoseok memencet pin agar pintu rumahnya terbuka. Hoseok berjalan keruang tengah dan mendapati berbagai botol minuman dan bungkus makanan yang ia konsumsi beberapa bulan lalu sebelum ia pindah kekantor nya.

Hoseok berjalan kedapur dan sama wastafelnya penuh dengan alat makan yang ia gunakan waktu itu. Hoseok menghembuskan nafasnya lalu memilih langsung berjalan ke kamar. Tempat yang masih rapih, masih dalam keadaan baik hanya saja selimutnya yang tidak beraturan.

Hoseok membuka pintu balkon untuk melihat bunga mawar yang sora tinggalkan. Sengaja ia tidak pindahkan atau buang karena itu satu-satunya yang sora tinggalkan dirumah ini. Bunganya masih dalam keadaan baik padahal sudah berbulan-bulan airnya tidak diganti. Hoseok mengambil bunga itu dan membawanya kekamar mandi untuk mengganti airnya.

YOUR MY HOPE [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang