Part 4

1.7K 191 1
                                        

Jangan lupa buat vote atau komen ya, selamat membaca<3

{~•~•~}

"Hallo..."

“Iya hallo, kenapa ra?“ tanya orang disebrang sana.
“Ka yoora kapan bisa kerumah?“ tanya sora sambil sesegukan kepada yoora.

Yoora… kakak sepupu terdekat sora yang juga tinggal dikorea selatan. Berusia 23 tahun yang bisa sora anggap sebagai teman. Mempunyai nama panggilan yang hampir sama seperti sora yaitu "ra".

“Eh ko kamu nangis, besok malam kayanya kakak bisa kesana.“ ucap yoora
"Oke ara tunggu besok malam“ ucap sora.
“Iya ara.“ dan telepon dimatikan.

Sora melempar hpnya kesembarang arah, menidurkan badan lagi sambil memeluk guling dan mengarahkan matanya kearah jendela. Sora terdiam, perasaannya campur aduk saat ini. Setelah merasa sedikit lebih tenang sora bangun berjalan menuju jendela dan membuka jendelanya. Sora memandangi langit, ia hanya ingin melihat bintang dan bulan. Dua benda yang bisa mengembalikan mood sora. Ia memandangi langit, benar saja ia mendapati puluhan bintang disana sora menghapus air matanya yang masih tersisa dan tersenyum. Ia sudah merasa lebih baik dari sebelumnya.


Sora pun menutup jendela, berjalan menuju kamar mandi untu membersihkan diri dan bergegas tidur.

Pukul 07.00 pagi seperti biasa sora terbangun karena suara alarm. Sora meregangkan badannya sedikit sebelum merapihkan kasur dan pergi turun untuk sarapan. Dimeja makan mendapati suga yang sedang mengunyah roti dengan pandangan kearah tv yang berada diruang tengah. Sora duduk tepat disamping suga.

Suga menoleh karena menyadari ada yang duduk disampingnya, "Ara marah sama abang?“ tanya suga lembut sambil membenarkan posisi dudukny. Sora mengerutkan kening tapi pandangannya masih menatap roti yang sedang ia olesi selai coklat, "Marah? engga.“ jawab sora.

“Tadi malem abang nanya ga ara jawab, langsung pergi gitu aja abang bikin salah sama ara hm?“ tanya suga lagi.

Sora berhenti mengoleskan selai pada rotinya, ia menarik nafas teringat lagi dengan perjodohan itu. Dadanya sesak, sora mencoba menarik nafasnya lalu melirik suga sekilas, “Ara minggu depan nikah.“ jawab sora dengan suara pelan tapi masih terdengar oleh suga.

Suga melirik kearah suho dan irene yang berada diruang tengah lalu melirik sora lagi. Suga sudah tau soal perjodohan ini, tidak banyak bicara suga langsung menarik sora kedalam pelukannya.

“Its okay, ayah sama bunda ga mungkin bikin keputusan yang bikin anaknya ga bahagia.“ suga berusaha memberikan pengertian.


Diujung sana irene tersadar dengan apa yang terjadi dimeja makan. Irene melirik suaminya yang sedang fokus menonton tv, “Yah… kamu lihat kesana.“ irene menunjuk kearah dapur.

Suho melihat kearah yang ditunjuk oleh irene, lalu ia melihat kearah irene lagi, "Bun… ayah yakin sora akan bahagia." ucap suho meyakinkan irene . Irene hanya tersenyum dan mengangguk.

“Ara mau mandi dulu.“ suga yang mendengar itu melepas pelukannya membiarkan sora berdiri, “Ara jangan nangis ya, abang sayang kamu.“ ucap suga dan dibalas dengan anggukan oleh sora.

YOUR MY HOPE [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang