Part 2

2.3K 240 4
                                        

Jangan lupa vote atau komen ya, selamat membaca<3

{~•~•~}

"Ara bangun, kamu harus siap-siap buat makan malam" ucap irene sembari menggoyang-goyangkan tubuh sora. Bukannya bangun sora malah menutupi wajahnya dengan bantal kecil kesayangannya.

"Aih anak ini, sora bangun!."
"15 menit." sora mencoba merayu irene.
"Engga, ayo cepet bangun." ucap irene sambil menarik bantal kecil yang menutupi wajah sora.
"10 menit bunda..." jawab sora dengan suara lemas dan mata yang masih tertutup.

"Malah nawar, bangun atau mau bunda siram?."
"5 menit ya bun." sora masih berusaha membujuk irene.
"Lee sora!" teriak irene yang sudah kesal.
"Iya... ini ara bangun" jawab sora pasrah karena sudah mendengar teriakan dari irene.

"Yaudah bangun terus mandi, pakai baju yang bunda siapin." ucap irene lalu keluar dari kamar sora. Sora hanya mengangguk malas dan pergi menuju kamar mandi.

15 menit berlalu...

Sora berjalan menuju walk in closet miliknya dan melihat baju yang sudah disiapkan oleh bundanya itu, "Kenapa bajunya harus warna pink si bunda..." sora terheran-heran.

Tapi sora membiarkan dress itu disitu dan pergi menuju bagian lemarinya yang lain. Ia mengambil kaos polos berwarna putih celana jeans dan ikat pinggang. Setelah selesai berpakaian dan menambahkan sedikit polesan dibagian wajah nya ia melihat kekaca terlebih dahulu.

"Nah ini baru cocok." sora memandangi dirinya dan pergi mengambil tas selempang lalu keluar dari kamar. Saat membuka pintu ia melihat suho dan irene yang sudah siap.

Suho dan irene membalikan badan untuk melihat penampilan anak gadisnya, "Loh ra kamu mau pergi main?" tanya suho.
"Enggalah yah, kan ayah bilang ara harus ikut sama ayah. Abang mana?" jawab sora santai.
"Abang ada urusan mendadak katanya." jawab suho memberitahu.

"Ko abang boleh pergi tapi ara engga." sora nampak tidak terima.
"Abang pergikan urusan penting, udah ganti baju, bunda udah siapin bajunya kamu malah pake baju kaya gitu." ucap irene
"Tapi bun..." rengek sora, sedangkan airene menatap sora serius. Mendapat tatapan seperti itu sora pun bergegas kembali kekamar untuk mengganti bajunya. Mau tidak mau sora harus pakai baju itu setelah selesai memakai baju sora Kembali melihat kaca.

"Gapapa dah sehari jadi cewe." sora pun berjalan keluar dari kamar tapi ia tidak mendapati suho atau irene disana. Akhirnya sora langsung bergegas keluar rumah dan benar saja suhu dan irene sudah didalam mobil. Sora masuk kedalam mobil dan mereka siap berangkat.

...

"Udah siap?" tanya leeteuk kepada taeyeon dan hoseok.
"Udah dong" jawab taeyeon antusias
sedangkan hoseok tidak menjawab.

"Hoseok coba sini mama liat." taeyeon memegang bahu hoseok agar menghadap kearahnya. Taeyeon tersenyum sambil menatap hoseok, "Ganteng" ucapnya singkat sembari mengelus kecil pucuk kepala hoseok.

"Ma... hoseok bukan anak kecil lagi." ucap hoseok sedikit risih karena perlakuan mamanya.
"Biarin, kamu tuh jaim didepan papa." taeyeon tersenyum meledek.

Hoseok hanya tersenyum tipis dan memilih meninggalkan orang tuanya yang masih berdiri sambil memandangi punggung hoseok yang perpahan menghilang. Taeyeon memperhatikan raut wajah sang suami yang nampaknya kesal karena melihat taeyeon memuji hoseok.

Lalu taeyeon bertanya, "Panas?" tanyanya sambil terkekeh.
"Engga" jawab leeteuk tanpa menoleh.
"Iri?" tanya taeyeon lagi tapi sekarang sambil menarik leeteuk agar mau melihat dirinya.
"Engga" leeteuk masih berusaha menutupi bahwa ia memang iri karena istrinya hanya memuji anaknya.
"Sama anak sendiri gaboleh iri." ucap taeyeon mengingatkan sekaligus meledek, jari telunjuknya menyolek pinggang leeteuk.

Leeteuk tidak menggubris apa yang istrinya diucapkan dan lakukan, ia berlalu begitu saja meninggalkan taeyeon yang tidak bisa menahan senyumnya melihat kelakuan sang suami. Akhirnya taeyeon menyusul keluar dan masuk kemobil merekapun menuju tempat tujuan.

...

Keluarga Jung sampai terlebih dahulu dan bergegas pergi kemeja yang sudah mereka sewa dan mereka memesan banyak makanan. Mereka pun duduk dan menunggu keluarga Lee.
"Hoseok ketoilet dulu." hosoek bergegas kekamar mandi, entah mengapa tiba-tiba ia merasa gugup.
"Jangan lama-lama, sebentar lagi om suho datang." leeteuk mengingatkan.

1 menit...
3 menit...
7 menit...

"Suho!" panggil leeteuk. Orang yang merasa terpanggil itupun menengok ketempat asal suara dan menuju menghampiri meja tempat leeteuk dan taeyeon duduk, irene dan sora hanya mengikuti kemana suho berjalan.

"Bagaimana kabarmu? ah sudah lama kita tidak bertemu." tanya leeteuk.
"Wah baik-baik." jawab suho. Irene dan taeyeon juga saling berbincang. Sora hanya duduk diam melihat-lihat sekitar dan bermain hp 'gw ga di anggep ini' ucap sora dalam hati.

"Eh iya ini anak gadismu?" tanya leeteuk lagi.
"Ah iya, kenalkan lee sora." jawab suho yang membuat sora menoleh karena merasa namanya terpanggil. Lalu ia memperkenalkan diri ke leeteuk, Lee sora om." ucapnya sambil sedikit membungkukan badan.

"Anakmu irene." taeyeon memuji dan sora tersenyum dibuatnya.
"Mana anakmu?" suho balik bertanya.
"Lagi ke toilet sepertinya sebentar lagi kembali." jawab leeteuk, suho hanya mengangguk-angguk.

Sora sudah mulai bosan, hpnya dipeggang oleh irene jadi ia tidak bisa berbuat apa-apa. Hingga mata sora memperhatikan sekelilingnya dan ia mendapati ada seorang pria keluar dari toilet. 'cool' satu kata yang menurut sora bisa mendeskripsikan pria yang ia lihat.

"Itu anakku!" ucap leeteuk antusias.
"Hai om... tante." sapa hoseok ke suho dan irene sembari sedikit membungkukan badan.
"Hai hoseok, tambah gagah banget kamu sekarang." suho memuji hoseok sedangkan yang dipuji hanya tersenyum tipis.

"Hoseok kenalin, ini sora anak tante sama om." ucap irene memperkenalkan sora kepada hoseok. Sora yang merasa terpanggil menoleh kearah hoseok dan hoseok juga menoleh kearah sora sambil tersenyum tipis. Hoseok mengulurkan tangannya, "Jung hoseok"

Sora membalas uluran tangan hoseok, "Lee sora." balas sora dengan nada seramah mungkim. Hoseok mengangguk lalu menatap sora sebentar, 'bocah' satu kata yang menurut hoseok bisa mendeskripsikan sora.

(gatau diri banget ya jung hoseok)

Setelah selesai berkenalan makananpun datang, jadi mereka berenam makan terlebih dahulu. Sebelum akhirnya membicarakan hal yang menjadi tujuan utama dari acara makan malam ini.

"Saya langsung bicara saja ya, tujuan kita makan malam bersama malam ini." leeteuk membuka obrolan. Perasaan sora sudah mulai tidak enak. Hoseok? laki-laki ini tampak sangat santai.
"Terutama untuk hoseok dan sora " ucap hechuul lagi menjelaskan.

'tuh kan' sora panik. Untuk seorang gadis cuek seperti sora ini pertama kalinya ia merasa panik sampai seperti ini.

"Jadi sora, malam ini om tante ayah dan bunda kamu merencanakan untuk mempertemukan kamu dengan anak om hoseok untuk merencanakan pernikahan kalian berdua."

YOUR MY HOPE [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang