Sepulang sekolah Kiesha langsung di ajak bunda dan ayahnya ke rumah sahabat ayah dan bundanya.
"Mau ke mana sih bun?, nggak bisa besok aja apa ?" Ucap Kiesha dengan wajah yang sudah di tekuk.
"Udah ikut aja" Ucap Okie pada Kiesha.
Beberapa jam kemudian Kiesha sudah sampai di rumah sahabat orang tuanya.
"Ayo silahkan duduk jeng " Ucap sahabat bundanya menyuruh keluarga Kiesha untuk duduk.
"Owh jadi ini Pasha anak kamu yang kamu ceritakan" Ucap Steve suami Fittri
"Iya, gimana gantengkan kaya saya, ha...ha..ha.." Tawa Pasha lepas setelah memuji dirinya sendiri.
"Iya deh serah kamu " Ucap Steve suami Fittri sambil tertawa .
Tidak membutuhkan waktu lama seseorang wanita berkulit putih, rambut bergelombang dengan pipi merah alami itu muncul lalu duduk di samping mamanya dengan senyum yang masih di paksakan namun pandangan masih ke bawah begitupun Kiesha.
"Loh kok pada nunduk sih liat dong ke depan" Ucap Okie lalu Kiesha pun menatap lurus ke depan lalu membulatkan matanya.
"Saskia/Kiesha !!" Ucap Saskia dan Kiesha bersamaan sambil menunjuk satu sama lain.
"Kalian udah kenal ya ?" Ucap Fittri mama Saskia.
"Maksudnya apa ini ma?" Saskia bertanya tanya .
"Jadi kita bakal jodohin kalian berdua gimana??" Ucap Pasha menimpali perkataan Fittri.
"Gimana perasaan Jefan kalau dia sampai tau hal ini, pasti bakal hancur , tapi kalau gue nolak gue nggak mau mama gue kecewa" Ucap Saskia dengan raut wajah gelisah
"Baru juga kemarin gue putus sama Ratu ya kalik gue langsung dapet cewe, gue bukan laki laki brengsek yang kalau di tinggal sedetik lalu cari baru, tapi kalau gue nolak gue kuliah pake apa ...aduhh...!!!"Ucap Kiesha yang menimang nimang ancaman bundanya beberapa hari lalu, kalau sampai dia menolak maka dia akan kehilangan fasilitas dan restu bundanya, karena bundanya tidak pernah main main dengan ucapannya setau Kiesha.
"Gimana?" Ucap Fittri mama Saskia.
Saskia dan Kiesha pun pasrah dan mengangguk bertanda iya .
"Ya sudah gimana kalau pernikahan mereka di adakan setelah mereka lulus SMA ?" Ucap Pasha penuh semangat.
"Lebih baik begitu " Ucap Fittri dan Steve .
***
Di tempat lain Rassya sedang menyuapi Aqeela makan karena keadaannya masih sakit.
"Udah ya Sya, aku udah kenyang" Ucap Aqeela pada Rassya.
"Di habisin dong sayang, kan kamu sendiri yang bilang ke aku, kalau makanan nggak di habisin ntar mubadzir, di luar sana banyak orang yang mau makan aja susah harus rela berjuang agar mendapat sesuap nasi" Ucap Rassya membalikkan ucapan Aqeela waktu menceramahi Rassya setiap Rassya tidak mau menghabiskan makanannya hanya karena takut telat berangkat sekolah.
"He...he...he...iya, makasih suami ku cayang udah ingetin aku " Ucap Aqeela lalu melahap bubur yang berada di sendok yang Rassya pegang.
"Sama-sama istriku " Ucap Rassya lalu mencubit hidung Aqeela.
"Awss...sakit tauk" Ucap Aqeela memukul lengan Rassya.
"Ya maaf he...he..., udah nih kamu minum obatnya biar cepet sembuh " Ucap Rassya lalu menyodorkan obat dan minum untuk Aqeela.
"Makasih" Ucap Aqeela lalu meminum obat nya.
"Sama-sama, yaudah tidur gih " Ucap Rassya lalu menata selimut Aqeela.
Cup!
"Selamat tidur sayang, " Ucap Rassya mencium kening Aqeela lalu duduk di kursi samping Aqeela.
***
Malam pun tiba lalu Saskia dan Jefan bertemu di sebuah cafe untuk membahas suatu hal penting.
"Hai sayang duduk dulu dong" Ucap Jefan pada Saskia.
"Makasih Fan" Ucap Saskia lalu tersenyum pada Jefan.
"Fan..." Ucap Saskia sambil menggigiti bawah bibirnya.
"Iya ..Kenapa sayang?" Ucap Jefan sambil tersenyum.
"Kamu jangan marah ya" Ucap Saskia Ragu.
"Kenapa aku harus marah?" Tanya Jefan, ia merasa tidak enak dengan perasaannya.
"Sebenarnya aku ini emm....anu..." Ucap Saskia takut .
"Kamu kenapa ?!" Ucap Jefan semakin penasaran. "Kok tiba tiba perasaan gue nggak enak ya...." Ucap Jefan dalam hati.
"Aku mau kita putus " Ucap Saskia lalu menundukkan pandangannya.
"Tapi kenapa Sas?, apa alasannya?" Ucap Jefan bertanya kepada Saskia.
"Aku di jodohin sama mama dan papa aku Fan, dan aku nggak bisa nolak" Ucap Saskia sedih.
"Jadi kamu nggak sayang lagi sama aku?" Tanya Jefan kepada Saskia.
"Bukan gitu.." Ucap Saskia dengan wajah gelisah dan mata berkaca kaca.
"Terserah kamu Sas, kalau kamu bener cinta sama aku harusnya kamu bisa perjuangin cinta kita!!" Ucap Jefan berdiri membelakangi Saskia yang menangis.
"Maaf tapi aku nggak bisa nolak permintaan mamaku kali ini Fan " Ucap Saskia dengan nada lirih.
"Siapa laki laki yang akan di jodohkan dengan mu?" Ucap Jefan pada Saskia.
"Cowok itu...Ki...esha Fan hiks...." Ucap Saskia merintihkan bulir bening yang membuat pipi nya basah.
"Apa!!!" Jefan terkejut mendengar penuturan Saskia, ia tidak menyangka ternyata sahabatnya sendiri yg akan di jodohkan dengan kekasihnya ini.
"Kamu tega Sas sama aku ...kamu tega ...!!!" Ucap Jefan kecewa. lalu pergi begitu saja meninggalkan Saskia yang masih duduk di kursi sambil menahan isak tangisnya.
"Maafin gue Fan...." Ucap Saskia dalam hati.
.
.
.
Bersambung...
Hai guys maaf ya mimin telat post lagi ya gimana lagi mimin tugasnya akhir akhir ini banyak banget hiks...hiks...tapi insyaallah mimin bakal post 2 part besok mumpung hari minggu yey......
Jangan lupa vote dan komen ya siapa tau mau kasih saran buat cerita ini boleh sih kalau kalian mau request ntar kalau se server ama ide mimin bakal mimin kabulin deh hehe....
KAMU SEDANG MEMBACA
Jodoh Pilihan Mama (END)
Teen FictionCerita ini tentang kisah cinta antara dua remaja yang di jodohkan dan harus hidup berumah tangga dengan orang yang di bencinya, sampai perasaan aneh tumbuh karena terbiasa bersama. Warning!!!! Cerita ini hanya fiktif belaka alias tidak nyata hanya...
