Setelah pulang dari acara pernikahan Saskia dan Kiesha , Jefan membereskan barang barangnya .
"Udah siap Jefan?" Tanya mamanya kepada Jefan sedangkan Jefan hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Kamu yakin mau pindah Kuliah di California?" Tanya Papanya kepada Jefan.
"Iya pa .." Ucap Jefan singkat.
"Buat apa aku bertahan di Indonesia pa kalau wanita yang aku cintai sudah menikah dengan orang lain mungkin kalau aku kuliah di luar negri aku bisa melupakan dia" Ucap Jefan pada papanya.
"Sabar boy, "Ucap papa Jefan menepuk pundak Jefan. "Terkadang apa yang kita inginkan tidak semuanya bisa kita miliki, tapi percayalah tuhan akan menggantikan dengan yang lebih baik " Ucap Papa Jefan sambil tersenyum.
"Kamu nggak usah sedih, masak anak cowok nangis" Ucap Papa Jefan menguatkan Jefan.
"Papa..." Ucap Jefan lalu memeluk tubuh Papanya.
"Udah udah nangis nangisnya, bentar lagi pesawat kamu bakal lepas landas loh, nggak berangkat nih?" Tanya mama Jefan pada Jefan.
"Pa " Ucap Jefan memeluk papanya sedangkan papanya mengangguk dan mengelus punggung anaknya .
"Ma, aku berangkat ya ma " Ucap Jefan menjabat dan mencium punggung tangan mamanya lalu beralih ke pipi mamanya.
"Assalamuallaikum ma,pa" Ucap Jefan lalu menaiki taxi .
"Waalaikumsallam" Ucap Mama dan Papa Jefan bersamaan.
***
Beberapa jam kemudian pesawat yang Jefan naiki sudah sampai di tujuan kini Jefan sudah memasuki salah satu Apartemen milik papanya yang berada di sana .
"Terkadang cinta memang tidak harus saling memiliki ya " Ucap Jefan saat menghempaskan tubuhnya di king size .
"Mungkin ini hidup ku sekarang, aku harus bangkit dan melupakan Saskia" Ucap Jefan lalu perlahan matanya mulai tertutup lalu ia pun tertidur pulas.
****
Sedangkan di tempat lain Aqeela dan Rassya sedang berkumpul di rumah Indri dan Dimas sedangkan Resnicha dan Arry juga sedang berada di sana .
"Kok tumben ma, ngajak kumpul ada apa nih??" Ucap Rassya pada Resnicha sambil tersenyum.
"Jadi gini Sya, kalian kan udah lama menikah, apa kalian nggak kepikiran buat kasih cucu buat kita gitu" Ucap Resnicha dan di setujui oleh Arry,Indri dan Dimas sedangkan Rassya tersedak kue kering yang di makannya.
"Uhuk...uhuk...uhuk..." Suara batuk Rassya lalu Aqeela dengan sigap memberikan minum untuk Rassya.
"Ini minum dulu " Ucap Aqeela lalu Rassya mengambil minum dari tangan Aqeela dan meminumnya.
"Mama apaan sih, kan malu sama Rassya ma.." Ucap Aqeela dalam hati lalu menatap Rassya.
"Iya kalian nih, nggak kasian apa sama mama " Ucap Arry menambahkan perkataan Istrinya.
"Kalau kalian punya anak kan, mami bisa di panggil oma iya nggak Res " Ucap Indri pada Resnicha sedangkan Rassya dan Aqeela masih bengong sambil membulatkan matanya.
"Udah udah kalian nih suka banget bikin anaknya Salting " Ucap Dimas menambahkan.
"Bukan gitu sebenernya Ma,Pa,Mi,Pi." Ucap Rassya di tahan sebentar lalu ia lanjutkan lagi "Tapi sebenernya tuh kita belum ada rencana, kan kita masih kuliah" Ucap Rassya jujur dan Aqeela diam lalu ikut mengangguk.
"Yah padahal kan mama pengen punya cucu" Ucap Resnicha .
"Mami juga " Ucap Indri kecewa.
"Yaudah deh nggak papa, nunggu kalian lulus dan kerja dulu " Ucap Resnicha lalu Aqeela dan Rassya pun lega mendengarnya.
***
Keesokan harinya Aqeela dan Rassya sudah selesai mengikuti kelas di jurusan masing masing. Aqeela dan Rassya adalah mahasiswa di Universitas Indonesia Aqeela mengambil jurusan Kebidanan sedangkan Rassya mengambil jurusan Managemen Perkantoran.
"Pada trimester 1 (0-12 Minggu), pada wanita hamil, mereka akan merasa lelah dan kurang bertenaga di masa 1-2 bulan awal kehamilan mere....." Saat Aqeela sedang serius membaca dan menghafal materi tiba tiba.
Dorrr!!
Rassya datang dan membuat Aqeela terkejut bukan main.
"Aaaa!!" Teriak Aqeela lalu begitu tau siapa yg berulah ia pun mengerucutkan bibirnya.
"Maaf jangan cemberut dong, lagian serius amat " Ucap Rassya pada Aqeela.
"Iya, aku lg ngehafal materi " Ucap Aqeela lalu Rassya ber "oh" ria.
"Kamu nggak ada kelas apa?" Ucap Aqeela lalu Rassya menggeleng cepat.
"Kamu?" Ucap Rassya lalu Aqeela menggeleng pelan "Nggak udah selesai baru aja".
"Yaudah yuk kita pulang " Ucap Rassya lalu menggandeng tangan Aqeela.
.
.
.
.
.
Bersambung......
KAMU SEDANG MEMBACA
Jodoh Pilihan Mama (END)
Ficção AdolescenteCerita ini tentang kisah cinta antara dua remaja yang di jodohkan dan harus hidup berumah tangga dengan orang yang di bencinya, sampai perasaan aneh tumbuh karena terbiasa bersama. Warning!!!! Cerita ini hanya fiktif belaka alias tidak nyata hanya...
