Over Protektife.

3.2K 288 13
                                        

"Jef ! " Jefan menoleh ke belakang saat merasa ada yang menepuk pundaknya dari belakang .

"Rina?!, ngapain kamu di sini ? Mana main muncul muncul kaya jelangkung lagi lo " Ucap Jefan kesal, pada Rina.

Memang Rina menetap tinggal di California, Rina dan Jefan walau baru kenal beberapa minggu tapi mereka sudah sangat akrab bahkan apartemen milik mereka bersebelahan dan mereka juga satu kampus.

"Hehe maaf , habis gua pangil lo nggak buka pintu, Emang Lo ngelamun apaan sih ?, " Ucap Rina pada Jefan.

"Gue bingung Rin, sama perasaan gue " Ucap Jefan menatap kosong ke depan menikmati hembusan angin malam.

"Bingung kenapa?" Ucap Rina siap mendengarkan perkataan Jefan.

"Gue suka sama cewek, terus ceweknya itu sudah menikah, gue pengen lupain dia tapi rasanya sulit " Ucap Jefan menatap kosong ke depan.

"Huft..." Hembusan kasar Rina, lalu Rina memilih berdiri di samping Jefan dan menghadap ke Jefan, lalu Jefan pun menoleh ke Rina.

"Jef, gue kasih tau ya, melupakan cinta pertama dalam hidup kita itu memang sulit Jef, tapi percaya atau tidak kalau Allah kelak lah yang akan menggantikan sosok yang lebih baik dari cewe kamu itu " Ucap Rina lalu menyeruput teh miliknya.

"Udahlah Jef... Minum nih, gue tadi bikinin kopi sepesial buat lo, gue mau balik ke kamar dulu tugas gue banyak banget gila lagi lagi gue lembur Jef-Jef " Ucap Rina menggelengkan kepalanya sambil melangkah pergi.

Jefan masih memandangi punggung Rina yang kian menghilang , sambil mencerna kata kata dari Rina.

"Bener juga kata Rina, gue mungkin harus cari kesibukan buat melupakan masalah masalah gue, kadang kadang tuh cewe ada benernya juga ya kalo ngomong heh.." Ucap Jefan tersenyum miring sambil menyeruput kopi yang di berikan Rina padanya lalu memasuki apartemennya.

***

Di tempat lain Saskia merasa pusing dan gejolak di perutnya, Saskia mondar mandir ke kamar mandi untuk memuntahkan cairan bening hingga keringat bercucuran membasahi keningnya.

"Huek....huek....huek...."

"Sayang kamu kenapa sih ?, kamu sakit ?" Ucap Kiesha panik sambil mengelus punggung Saskia .

"Nggak tau juga huek...huek..." Lagi lagi Saskia hanya memuntahkan cairan bening.

"Kenapa Sha, Saskianya?" Ucap Okie pada Kiesha.

"Nggak tau bun" Ucap Kiesha panik.

"Atau jangan jangan, Kamu telat datang bulan?" Ucap Okie senang saat Saskia mengangguk polos.

"Kenapa emang bun?" Ucap Kiesha tegang.

"Coba kamu tes dulu Sas" Ucap Okie mengambil tespeck dan memberikannya pada Saskia .

Beberapa menit kemudian....

"Gimana hasilnya?" Ucap Okie tidak sabar menunggu kabar bahagia.

"Iya gimana sayang?" Ucap Kiesha panik.

"Garis dua bun!!, Aku hamil!! " Ucap Saskia tersenyum lalu Kiesha pun memeluk Saskia karena senang mendengar berita tersebut.

"Alhamdulillah ya Allah makasih " Ucap Kiesha senang .

"Alhamdulillah" Ucap Saskia dan Okie senang.

"Pokoknya mulai detik ini, kamu nggak boleh kuliah dulu ya kamu kuliah dari rumah aja biar nanti aku yang urus, dan aku akan siap 24 jam nonstop buat kamu " Ucap Kiesha senang dan menciumi wajah Saskia.

"Ih kok gitu sih, nggak mau aku pengen kuliah nggak mau online , aku pengen ketemu temen temen juga lagian kan belum tua juga usia kandungannya " Ucap Saskia cemberut karena over protektifnya Kiesha ke Saskia.

"Kamu mau ya aku setres " Ucap Saskia tidak terima.

"Nggak gitu juga sayang, aku cuma nggak mau kamu kecapean " Ucap Kiesha pada Saskia.

" Kiesha jangan gitu nak, orang hamil nggak boleh setres nanti berpengaruh pada janinnya, kalau Saskia maunya Kuliah ya biarin lah Sha biar dianya nggak setres di rumah mulu " Ucap Okie menasehati Kiesha.

"Huft...iya deh iya kamu boleh Kuliah " Ucap Kiesha pasrah.

"Yey makasih Sayang kuh" Ucap Saskia lalu mencubit pipi Kiesha .

"Tapi kita harus tetep ke dokter, buat mastiin dan minta vitamin biar bayi kita sehat di sini" Ucap Kiesha mengelus perut Saskia yang masih datar .

"Hehe....iya " Ucap Saskia tersenyum lalu mereka pun bersiap siap ke dokter kandungan.

***

Sedangkan di tempat lain Aqeela dan Rassya sedang Sarapan, lalu bergegas berangkat kuliah.

"Nanti pulang dari kampus kita ke mall ya Sya, aku mau beli sesuatu soalnya" Ucap Aqeela sambil tersenyum.

"Iya sayang, yaudah yuk berangkat " Ucap Rassya pada Aqeela lalu Aqeela mengangguk dan mereka pun menuju kampusnya berada.

Beberapa menit kemudian mereka pun sudah memasuki mobil.

"Sini biar aku pasangin" Ucap Rassya memasangkan sabuk pengaman untuk Istrinya.

"Makasih sayang " Ucap Aqeela setelah Rassya selesai memasangkan sabuk pengaman .

"Iya sama sama sayang " Ucap Rassya mencium kening Aqeela lalu Aqeela pun tersenyum pada Rassya.

.

.

.

.

Bersambung....

Maaf ya baru up hehe mimin lagi banyak tugas solnya guys jadi mungkin jarang up 😢

Jodoh Pilihan Mama (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang