Saat dia membuka pintu ia membulatkan matanya lalu semakin mendekat ke arah Aqeela.
"Aqeela..!!!" Ucap Rassya menutup mulutnya melihat Aqeela terbaring lemah dengan bibir pucat membiru dan kain putih di tutup sedadanya dengan tangan yang sudah di lipat.
"Nggak ....nggakkk.....Aqeela masih hidup kan dok .....jawab dok Istri saya masih hidup kan ...!!" Ucap Rassya menangis histeris sambil mengguncang guncang tubuh dokter yang menangani Aqeela sedangkan Ke dua orang tua Aqeela dan mertuanya pun menangis tak henti henti menatap gadis itu dan Rassya dengan tatapan nanar.
"Nggak ....aaa...nggak ....ini nggak mungkin bangun Aqeela bangun sayang plis bangun...." Ucap Rassya memeluk tubuh Aqeela dengan air mata tidak henti henti.
"Istigfar Sya, Aqeela udah nggak ada " Ucap Jefan memegang pundak Rassya .
Rassya berhenti menangis dan menatap tajam Jefan dengan tatapan sulit di artikan dan rahang yang sudah mengeras .
"Jangan pernah lo bilang seperti itu di depan gue !!" Ucap Rassya dengan nada tinggi.
"Tapi ..." Belum sempat melanjutkan perkataannya Rassya sudah memotong pembicaraan Jefan.
"DIAMM!!!" Bentak Rassya tidak terima dengan ucapan orang orang tentang istrinya, nyatanya Rassya tidak bisa menerima keadaan.
Rassya mengguncang guncang tubuh istrinya berharap ia bangun namun hasilnya nihil, dia memeluk erat tubuh istrinya yang terbujur kaku.
"Kamu bangun sayang jangan tinggalin aku, aku belum siap jika kamu harus pergi secepat ini, plis Qeel bangun Kamu adalah separuh nyawa ku Jika kau pergi maka raga ku akan mati aha...ha....pliss!!!, Bangun ......Arghh!!!...." Ucap Rassya mengguncang dan memeluk tubuh istrinya lalu kepalanya bersandar di tubuh istrinya dan menangis pilu "Jangan tinggalin aku ...." Ucap Rassya lirih.
Sedangkan saat ini Aqeela merasa ada sebuah cahaya putih dan di sana Aqeela bingung.
"Aku di mana?, Kenapa semua serba putih " Ucap Aqeela bingung.
"Mami!!, Papi!!, Rassya!!" Teriak Aqeela namun ternyata nihil tidak ada satu pun orang di sana.
"Rassya!!, Mamii!!!,Papi !! Kalian di mana!!!" Teriak Aqeela namun tidak ada jawaban lagi, dan tiba tiba di belakang Aqeela seperti ada cahaya putih dan seseorang keluar dari sana .
Sosok lelaki itu keluar dari cahaya putih itu dan mendekat ke Aqeela.
"Rassya!!" Ucap Aqeela lalu Rassya mengulurkan tangannya.
"Rassya!!" Ucap Aqeela lagi lalu Rassya tersenyum dan menggandeng tangan Aqeela.
"Ayo kita pulang!!" Ucap Rassya tersenyum tulus.
Aqeela menatap wajah Rassya yang berseri indah dan menawan dengan balutan cahaya putih.
"Ayo kita pulang!!" Ucap Rassya sekali lagi lalu membawa Aqeela ikut masuk ke dalam cahaya putih itu lalu perlahan tubuh mereka berdua menghilang.
"Bangun sayang ....bangun...." Ucap Rassya mengelus rambut Aqeela dan mencium kening Aqeela lama, berharap Aqeela bisa merasakannya dan kembali hidup ya walau mustahil fikirnya, tapi nggak ada yang nggak mungkin jika yang kuasa sudah berkehendak.
"Ayo bangun sayang.... hiks...bangun....hiks...." Tangis Rassya tidak henti henti hingga semua yang berada di kamar UGD itu menatap miris Rassya . Menurut mereka Rassya memang sangat hancur, lihat saja pakaiannya yang acak acakan amburadul dengan muka menjadi kusut dan baju yang berantakan.
Perlahan tapi pasti jemari tangan Aqeela bergerak gerak membuat sontak sekaligus kaget bagi semua yang berada di ruangan tersebut.
"Sya tangan Aqeela !!" Ucap Jefan lalu Rassya menggengam tangan Aqeela dan menciuminya.
Aqeela perlahan membuka matanya dan semua pun bersyukur dan menangis haru.
"Ras....sya....!?!" Ucap Aqeela lirih
Tanpa aba aba Rassya memeluk tubuh ramping Aqeela dengan tangis haru, sedangkan semua orang tidak menyangka ini adalah mukjizat yang nyata, Aqeela yang sudah di nyatakan tidak tertolong oleh dokter tapi Allah punya rencana tersendiri yang lebih indah.
"Alhamdulillah ya Allah " Ucap Syukur semua yang berada di ruangan UGD itu.
"Alhamdulillah sayang kamu masih hidup, jangan tinggalin aku sayang aku tidak bisa hidup tanpa kamu ...." Ucap Rassya melonggarkan pelukannya lalu mencium kening Aqeela.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" Ucap Aqeela bingung.
"Kamu tadi di nyatakan meninggal oleh dokter tapi alhamdulillah sepertinya Allah mendengar do'a kita semua Qeel" Ucap Kiesha pada Aqeela.
"Berarti aku masih di kasi kesempatan ke dua dong ?" Ucap Aqeela lalu semua mengangguk dan tersenyum.
"Permisi yang lain mohon keluar terlebih dahulu saya ingin memeriksa kondisi pasien " Ucap Dokter lalu mendekat dan memeriksa pasien.
"Semua sudah setabil nanti Aqeela bisa di pindahkan ke ruang inap " Ucap Dokter memberi kabar.
"Alhamdulillah " Ucap syukur semua, lalu semua teman teman Rassya pun izin pamit karena jam menunjukkan pukul 01.00 mereka semua bergadang demi Aqeela sangat solid sekali persahabatan mereka hemm...
" Yaudah Sya gue sama teman teman yang lain pamit pulang ya, besok kan sekolah" Ucap Kiesha.
"Iya thanks bro udah mau nemenin sampe kalian bergadang semalaman" Ucap Rassya pada teman temannya.
"Santai aja kali Sya, Aqeela kan sahabat kita juga " Ucap Saskia pada Rassya yang terus terusan meminta maaf.
"Iya bener apa kata Saskia Sya " Ucap Semua lalu mereka izin pulang.
"Besok biar gue izin in lo, jadi lo bisa jagain Aqeela di sini" Ucap Rey bong menepuk pundak Rassya lalu Rassya tersenyum hangat pada Rey bong.
"Makasih Rey, lo memang sahabat terbaik gue " Ucap Rassya lalu Rey bong tersenyum dan berpamit pulang.
"Gue duluan" Ucap Rey bong lalu berjalan menuju pintu keluar.
"Okey" Ucap Rassya mengacungkan jempol, lalu kembali ke ruang inap Aqeela.
.
.
.
.
Bersambung....
Sungguh indah ya takdir tuhan 😀 Kata pepatah sih .
berenang renang ke hulu .
berrakit rakit ke tepian .
bersakit sakit dahulu .
bersenang senang kemudian .
Mungkin itu yang Aqeela Rassakan Azeek ....
Jangan lupa vote and komen ya guys biar semangat ngetiknya mimin hehe alasan mimin rajin ngetik sampai ibu jari mimin keriting itu komen kalian he...he...😀
KAMU SEDANG MEMBACA
Jodoh Pilihan Mama (END)
Fiksi RemajaCerita ini tentang kisah cinta antara dua remaja yang di jodohkan dan harus hidup berumah tangga dengan orang yang di bencinya, sampai perasaan aneh tumbuh karena terbiasa bersama. Warning!!!! Cerita ini hanya fiktif belaka alias tidak nyata hanya...
