Annyeong!
HILANG update nih, ada yang nungguin?
Absen dulu dongg yang udah ga sabar sama ceritanya:*
Oh iya btw kalian tim mana nih? Masih teguh kan? Atau udh bercabang?🌚🔫
Jangan lupa vote + komen sebanyak-banyaknya ya.
Share ke temen-temen, sodara semuanya deh biar makin banyak yang baca HILANG😍
Oh, iya. Aku bawa beeita penting nih gaiss!
HILANG BAKAL DI TERBITIN! DAEBAKK!
Jujur terharu banget:(
Kalian seneng ga nih? Pokoknya mulai nabung dari sekarang ya gais biar nanti langsung gass pas udah terbit 😂
Pokoknya aku mau bilang Makasih banyak ya buat kalian yang udah selalu stay buat support cerita aku, yang udah suka sama karya aku. Pokoknya ini semua juga berkat dukungan kalian semua❤️
Xixi kepanjangan ya?🤣
Oke deh selamat baca yaa💜
"Faktanya, semua tidak semudah teori yang kita pelajari."
Happy Reading!!
***
Sejak kejadian Nara menolaknya benar-benar membuat perubahan drastis dalam diri Alrich. Tidak seperti biasanya, Alrich yang banyak bicara dan suka menghujat itu tiba-tiba menjadi sosok yang pendiam. Bahkan kedua sahabatnya pun sampai kebingungan harus berbuat apa. Melihat sisi lain yang sangat menyedihkan dari Alrich, membuat Kevin dan Kenzo geleng-geleng kepala. Inilah akibatnya jika terlampau bucin.
"Al, udah kali. Mau sampai kapan si lo diem kayak gini terus? Jadi nggak nafsu kan gue mau ngehujat lo," celetuk Kenzo yang langsung dihadiahi oleh lirikan tajam dari Alrich.
Alrich masih setia diam. Ia masih tak mengerti mengapa tiba-tiba Nara menjauhinya. Bahkan selama di sekolah ia bertingkah seolah tak mengenal Alrich. Keadaan diantara mereka kembali seperti semula dimana mereka belum saling mengenal, Nara yang berlaku dingin dan acuh padanya.
Kasus teror yang menimpa Nara saja belum menemukan titik terang. Dan sekarang, Nara bahkan ingin agar dirinya menyingkir dari kehidupan gadis itu.
"Seharusnya hari ini lo mulai nyiapin dinner ala-ala candle light gitu ya wak. Eh tapi ternyata udah ditolak duluan. Astaga bengek gue!" ujar Kenzo berusaha mencairkan suasana. Tapi sepertinya ia malah salah bicara. Eh, mampus gue!
"Lo mending pergi ke mars aja deh, Ken. Ga guna banget lo di sini, sumpah."
"Lo tuh jadi kembaran ga punya perasaan banget sih, Kev. Gini-gini gue juga bisa sakit hati loh asal lo tau."
"Dih, alay banget lo." Mendapat cibiran dari Kevin membuat Kenzo semakin kesal dan bersiap untuk meluncurkan serangan balik.
"Kalo gue alay lo apa? Manusia dengan seribu rahasia? Gue tau kok apa yang lo sembunyiin. Lo tau kan kalau Zia suka sama Alrich dan dia berniat buat misahin Nara sama Alrich? Lo pikir lo hebat? Lo bisa mengatasi semuanya sendiri?"
Kenzo terdiam begitu melihat tatapan tajam nan mematikan dari kembarannya itu. Ia refleks menutup mulutnya begitu menyadari sesuatu. Sial, gue keceplosan.
"Maksud lo?" Satu pertanyaan dari Alrich mampu membuat Kevin dan Kenzo bungkam.
"M-maksud gue itu, eh ... anu," Kenzo melirik ke arah Kevin untuk meminta pertolongan. Dan benar saja, manusia tak berperasaan itu justru membuang muka. Ini memang salahnya, seharusnya ia tidak berharap lebih pada kembarannya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
HILANG [Segera Terbit]
Teen FictionBUDAYAKAN FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA:) (Completed) "Tuhan mengizinkan kita untuk merasakan luka, tetapi Ia juga akan memberikan penawarnya." Ada pada ketidakadaan. Sepi di tengah keramaian. Bagaimana jika kita di tempatkan dalam keadaan tersebut? T...
![HILANG [Segera Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/233017588-64-k469491.jpg)