Haii Hiderss!!!! 😍
Maaf banget baru bisa up lagi, soalnya lagi sibuk banget terus juga harus revisi.
Tenang part kali ini bakal mengobati rasa rindu kalian.
O iya, bantu support jeje dong biar semangat revisi sama up chapter selanjunyaaa nihh.
Pencet si bintang kecil yang ono nohhh, jangan lupa komen juga ya...
Share juga ke temen-temen biar lebih banyak yang baca Hilangg. Okai gaisss
😘
***
"Ketika penyesalan datang, mungkin harapan tak lagi menghangatkan."
Happy Reading!!
***
Cukup lama Nara menunggu kedatangan Bianca hingga akhirnya ia tertidur. Bahkan di dalam tidur pun Nara tak merasakan ketenangan. Bayangan-bayangan buruk selalu hadir di mimpinya. Ia memeluk erat dirinya di tengah gelapnya malam. Kini ketakutan seakan terus mengerjarnya. Peluh keringat membanjiri pelipisnya.
Nara membuka matanya lebar. Lebih lebar lagi untuk mendapatkan pencahayaaan, namun nihil. Ia ingat betul sebelumnya tidak terjadi masalah apapun dengan lampunya, tapi sekarang semua lampu nampaknya padam. Berusaha tetap tenang, Nara berusaha mencari ponselnya untuk menyalakan senter.
"Ah, batrainya lowbat." Nara mengela napas pasrah. Ia berharap dalam hatinya semoga Bianca segera kembali.
Nara memejamkan matanya rapat-rapat saat mendengar suara tikus bergema di telinganya. Ia kembali teringat pada peristiwa itu. Saat Agatha mengurungnya di sebuah gudang dengan tikus-tikus besar yang mengerikan. Itu sangat menakutkan bagi seorang anak kecil yang masih berusia lima tahun.
Gadis itu terlonjak kaget saat merasakan ada seseorang yang menyentuh tangannya, lalu berusaha mengikatnya.
"Siapa itu?!"
Hening. Tak ada jawaban apapun.
"Lepas! Lepaskan tanganku!" Nara kembali berteriak dan meronta. Namun kini tangannya sudah terikat kuat.
Tangan itu berpindah, mencoba mengikat pergelangan kaki Nara sekarang. Gadis itu berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan kakinya dari jangkauan orang itu. Namun semua sia-sia.
"Siapa kau sebenarnya? Tolong lepaskan aku! Lepaskan kaki ku! Lepas!"
Cengkramannya kuat sekali. Tangannya juga kekar. Pasti ini seorang pria, tapi siapa? Tidak ada satupun yang tahu dia berada di tempat ini, lalu bagaimana bisa? Apakah itu orang misterius yang menerornya itu? Air mata kini sudah membanjiri pipinya. Rasa takut sudah tak bisa di bendungnya lagi. Apakah ia akan mati hari ini? Ya, Nara rasa hidupnya akan segera berakhir sekarang. Lagi pula untuk apa ia hidup, tak ada yang menginginkan kehadirannya.
Nara kembali terlonjak saat lampu itu kembali menyala. Kini di depannya berdiri dua orang pria berbadan kekar. Bukankah mereka bodyguard milik Bianca? Tapi, mengapa mereka mengikatnya? Apa mungkin mereka baru datang? Ya, Nara rasa mereka datang untuk membantunya.
"Tolong bantu lepaskan ikatan ini kumohon," pinta Nara dengan wajah memelas.
Raut sedih itu berubah menjadi bingung. Jauh dari ekspektasinya, Nara pikir lelaki itu akan segera menolongnya. Yang mereka lalukan justru hanya menatapnya dingin tanpa berniat untuk melepaskan ikatan itu. Bahkan tatapan itu mengisyaratkan seolah-olah mereka sedang mengawasinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
HILANG [Segera Terbit]
Teen FictionBUDAYAKAN FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA:) (Completed) "Tuhan mengizinkan kita untuk merasakan luka, tetapi Ia juga akan memberikan penawarnya." Ada pada ketidakadaan. Sepi di tengah keramaian. Bagaimana jika kita di tempatkan dalam keadaan tersebut? T...
![HILANG [Segera Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/233017588-64-k469491.jpg)