D U A P U L U H T I G A

448 40 20
                                        

Happy Reading!!

***

Kini James dan antek-anteknya sedang berkumpul di markas mereka. Bukan hanya untuk mengobrol biasa tetapi untuk membicarakan misi rahasia mereka. Bukan James namanya jika tidak penuh dengan rencana jahatnya.

James terus saja menyunggingkan senyum liciknya yang membuat teman-temannya bingung sedari tadi.

"Bos, keknya lagi bahagia banget dari tadi senyum-senyum terus," ujar Bara.

"Iya bos, menang togel lu ya?" celetuk Reno yang mendapat dengusan dari Vano.

"Anjir! Togel mah kagak level sama si bos. Itu mah cocoknya cuma buat kaum kentank kek elu." Tawa mereka menggelegar begitu mendengar ucapan dari Vano.

"Gue yang cuma makan pake kecap sama kerupuk doang mah bisa apa hyung," ucap Reno dengan raut sok sedihnya.

Beginilah mereka jika berkumpul, lengkap sudah semua kebobrokannya. Mereka memang selalu kompak dan setia kawan, namun sayangnya mereka minus akhlak sehingga selalu membuat onar.

"Gue traktir lo semua malem ini, pokoknya kita happy-happy," tukas James yang membawa angin surga untuk teman-temannya.

"Mantap! Ini sih gue yakin banget pasti ada hubungannya sama rencana lo itu kan bos?" tanya Bram yang semakin di buat penasaran.

James melebarkan seringaiannya. "Tepat banget Bram, gue udah pegang kartu AS di sini."

"Maksudnya bos?"

"Ternyata kita ga perlu buang-buang tenaga lebih buat jalanin rencana ini. Bokapnya Nara sendiri yang udah nyerahin anaknya ke gue. Dan kelemahan Alrich itu adalah Keynara, dengan gue yang ada diantara mereka gue yakin Alrich bakalan terbakar api cemburu. Gue bakal hancurin mereka perlahan," jelas James.

"Bjir itu bokapnya Nara gimana ceritanya bos kok bisa gitu?" tanya Raka yang tak menyangka keajaiban yang terjadi saat itu.

James kemudian menceritakan kejadian kemarin malam tanpa terlewatkan satupun. Mendengar cerita James membuat mereka sontak geleng-geleng kepala, dewi fortuna memang sedang berpihak pada mereka.

"Dunia ini emang sempit bos, Bokapnya Nara ternyata sahabatnya Almarhum Nyokap lo. Tapi emang lo tega ya bos nyakitin anak dari sahabat yang berjasa dari Nyokap lo?" tanya Vano.

"Urusan Nara ga ada hubungannya sama Nyokap gue. Jadi, fakya itu ga akan menghalangi rencana yang udah gue susun."

"Anying! Jadi rencana lo bakalan pura-pura jadi orang ketiga nih bos?" tanya Raka yang mendapat anggukan dari James

"Hati-hati sama hati bos, salah letak bisa retak," celetuk Reno.

Pletak!

"Bangke, nyontek di mana lo itu quotes?" tuduh Barra.

"Gue tadi abis liat Snapgram si Bucin Vano."

"Anjir lo, itu gue terpaksa bikin snap itu gegara cewek gue maksa. Kalo ga bisa ilang jatah gue malem ini," sewot Vano yang mendengat namanya di sangkut pautkan.

HILANG [Segera Terbit]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang