Halo, HILANG lovers!
Sebelumnya aku mau minta maaf karna lama update nya. Tapi aku mau ngucapin makasih juga buat kalian semua yang udah support aku, yang setia nungguin HILANG update.
Terus suka HILANG ya, jangan lupa vote dan komen, sekecil apapun support yang kalian kasih bener-bener jadi penyemangat buat aku gais💜
Happy Reading!
***
"Kalian atur semua nya, kali ini harus berhasil!" perintah James pada antek-anteknya.
"Tapi bos, ini beresiko banget. Kalo sampe ketahuan kita yang naro otw masuk penjara."
"Gausah banyak bacot! Lakuin aja apa yang gue suruh!"
Mereka segera menyelinap masuk ke ruang kelas XII IPS 2, kelas Alrich. Suasana kelas itu sangat sepi lantaran seluruh siswa tengah mengikuti upacara di lapangan.
"Buruan masukin, jangan sampe sidik jari lo nempel disitu!" ucap James memperingati.
"Udah bos!"
"Oke. Kita cabut dari sini!"
James tersenyum menyeringai, puas akan rencana yang sudah ia susun matang-matang.
Tunggu pembalasan gue brengsek!
Dari kejauhan seorang gadis tengah memperhatikannya dengan raut sangat tenang.
***
"Lo dari mana sih tiba-tiba ngilang? Bored gue tuh Key," sembur Bianca begitu melihat sahabatnya kembali di samping nya.
"Toilet."
"Dingin mode on check!" ucap Bianca memutar bila matanya malas. Sangat menyebalkan jika Nara sudah irit bicara begini. Seperti berbicara pada batu saja.
Nara terdiam memikirkan apa yang sedang James dan antek-anteknya lakukan. Gerak geriknya sangat mencurigakan. Mengapa ia menyelinap masuk ke kelas Alrich? Apa ini ada hubungannya dengan Alrich? Mengingat betapa buruknya relasi antara Alrich dan James membuat Nara benar-benar yakin akan hal itu.
Dih, bodo amat deh. Kenapa juga gue peduli? Tapi kan, Alrich udah baik sama gue. Enggak-enggak lo gaboleh baper cuma karna kebaikan Alrich Key, gak boleh!
"Key!" panggil Bianca sembari mengguncang bahu Keynara.
"Eh-iya. Apa sih Bi?"
"Dih ngurat lagi lo. Lo ngapain bengong maemunah ih kesambet setan apa lo di toilet?" tanya Bianca heran.
"Ya gatau ya emang gue dukun?" jawab Nara menirukan gaya bicara Bianca.
Bianca melotot, kearah Nara.
"Ish, itu kan kata-kata gue, Key!"
"Yaudin, pinjem sih lebay amat," jawab Nara dengan watadosnya.
Nih orang kenapa lama-lama jadi julid dah? Sabar Bi, hiruppp hempass.
"Lo-"
"Bi, diem! Lo mau di balang mic nya pak Broto?" ucap Nara memperingati.
"Ah, elah mager bet gue. Nih orang pasti kalo ngomong muter-muter terus. Ngeprank-ngeprank mulu lagi, katanya udah tapi ga selsai-selesai," tebak Bianca yang sangat hapal dengan kebiasaan Pak Broto. Sang Kepala Sekolah Yang super duper gaje bin ngeselin.
"Jadi, itu tadi ya anak-anakku. Kita harus menjauhi pergaulan yang buruk, yang bisa memjerumuskan kita. Jangan pernah menyentuh Narkoba. Jadi, itu saja yang dapat bapak sampaikan, pokoknya jangan sampai kita terjerumus dalam hal-hal yang negatif. Dengan tekun beribadah kita tidak akan-"
KAMU SEDANG MEMBACA
HILANG [Segera Terbit]
Ficção AdolescenteBUDAYAKAN FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA:) (Completed) "Tuhan mengizinkan kita untuk merasakan luka, tetapi Ia juga akan memberikan penawarnya." Ada pada ketidakadaan. Sepi di tengah keramaian. Bagaimana jika kita di tempatkan dalam keadaan tersebut? T...
![HILANG [Segera Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/233017588-64-k469491.jpg)