E M P A T P U L U H S A T U

387 33 10
                                        

"Kesunyian mengajarkanku arti kesabaran dalam sebuah pengharapan."

Happy Reading!!

***

James menekan bell yang terletak di luar pagar rumah Alrich dengan tergesa-gesa. Sudah berulang kali ia melakukan itu, namun tak kunjung mendapat jawaban juga. Sampai terlihat seorang satpam sedang berlari hendak membukakan pagar.

"Alrich ada Pak?" tanya James to the point.

"Maaf, Den. Aden Alrichnya lagi nggak di rumah."

"Sial," dengkusnya pelan.

"Terus Alrichnya kemana Pak?"

"Den Alrich ada di rumah sakit, kalau nggak salah di Rumah Sakit Atma Jaya Den," jawab satpam itu.

"Oke, Pak. Makasih," ucap James segera berlalu dari kediaman Alrich.

James segera melajukan motornya dengan kecepatan diatas rata-rata. Ia sengaja menggunakan kendaraan roda dua itu guna menghindari kemacetan. Ini adalah info yang sangat penting, ia berharap akan segera sampai di rumah sakit itu.

Sesampainya di sana, James langsung menuju ke resepsionis untuk menanyakan keberadaan cowok itu. Dan bodohnya ia lupa menanyakan kepada satpam yang ada di rumah Alrich siapa yang di rawat di sana?

"Ada yang bisa saya bantu?"

"Sus, kalau boleh tau ada pasien yang bernama Alrich?" tanya James.

"Tunggu sebentar ya, saya cek dulu," jawab suster itu.

James memperhatikan suster tersebut. Dan sepertinya tidak ada tanda-tanda bahwa suster itu menemukan orang yang ia cari.

"Kalau untuk pasien bernama Alrich tidak ada. Tapi disini ada dari pihak dari keluarga yang bertanggung jawab atas nama pasien Kezia Maureen kamar melati nomor 03."

"Baik Sus, terimakasih."

James segera menuju tempat yang Suster tadi sebutkan padanya. Cukup lama ia mencari ruangan tersebut dan akhirnya ia menemukannya. Namun saat hendak memasuki ruangan tersebut, James di hadang oleh si Kembar yang berjaga di depan.

"Lo mau ngapain kesini? Pasti mau cari ribut kan?" tebak Kenzo.

"Minggir! Gue mau ketemu Alrich."

"Alrich nggak ada di dalam," jawab Kevin.

"Gue mau pastiin sendiri," ucap James lalu segera menerobos masuk.

"Sialan! Tenaganya kuat banget," rutuk Kenzo.

"Lo, sih Kev. Nahannya setengah-setengah."

"Bacot lo, udah ayok buruan masuk."

James mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru tempat itu. Kosong. Tidak ada siapapun di sana, hanya seorang gadis yang terbaring lemah. Ah, sial!

"Udah gue bilang Alrich nggak ada di sini, lo sih ngeyel banget," dengkus Kenzo.

"Yang ngomong tadi gue bukan lo."

Kenzo melirik tajam ke arah sumber suara. "Yaudah si Kev, lo sama gue tuh sama aja kan kita kembar."

"Alrich mana?" tanya James yang sudah lelah menghadapi dua makhluk ajaib itu.

"Gue nggak akan kasih tau lo," jawab Kenzo santai.

James memijat pangkal hidungnya yang terasa sakit. Dua cowok itu hanya akan mempersulit dirinya sekarang.

HILANG [Segera Terbit]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang