Happy Reading!!
***
Tepat pukul 12 malam, dua orang menggunakan pakaian serba hitam berjalan demgan tergesa-gesa. Begitu sampai di depan sebuah rumah mereka berubah menjadi mengendap-endap. Keduanya memasuki bangunan itu lewat sebuah pintu rahasia.
"Lo pastiin belum keadaannya aman buat kita?" tanya seseorang yang bertubuh lebih tinggi, satu yang lainnya mengangguk yakin.
Mereka terus melangkahkan kakinya hingga sampai pada tempat tujuan mereka. Yang satu terlihat begitu antusias namun yang satunya lagi terlihat seperti kurang yakin.
"Mana kotaknya buruan," pinta orang yang lebih tinggi itu. "Lo tunggu sini aja biar gue yang urus, lelet lo mah."
Orang itu segera menuju balkon dilantai dua. Semuanya sudah di rencanakan dengan baik sehingga ia akan dengan mudah untuk samoai di balkon itu. Sesampainya disana ia mengetuk jendela yang ada disana dengan keras, lebih tepatnya menggedor. Setelah di rasa cukup, orang itu lalu meninggalkan sebuah kotak di depan pintu.
"Cabut!" ucapnya menginterupsi temannya untuk segera meninggalkan rumah itu.
Mereka terus bejalan menjauhi rumah tersebut, keduanya tersenyum puas setelah misi mereka terlaksana dengan baik. Namun, tak lama dari itu mereka menyadari ada sesuatu yang aneh. Seperti ada yang mengikuti mereka.
Keduanya reflek berhenti, lalu menoleh ke segeala arah memastikan keaadan. "Lo ngerasa ada yang ngikutin kita ga sih?" tanya orang yang bertubuh lebih pendek.
"Iya gue juga ngerasa kek gitu," jawab orang di sebelahnya.
"Ayo buruan cabut dari disni, situasi udah ga aman."
Keduanya segera berlari menuju mobil mereka lalu meninggalkan tempat itu.
"B 1464 AZ," gumam seseorang dari balik pohon.
***
Nara terbangun dari tidurnya begitu mendengar suara gedoran dari jendelanya. Perasaannya mulai was-was, ia takut kalau orang misterius itu akan kembali mengganggunya. Ia segera menyalakan semua penerangan yang ada di kamarnya. Dengan langkah ragu, Nara segera mendekat ke arah balkon kamarnya.
Matanya menyipit begitu melihat sebuah kotak kecil ada di depan pintu balkonnya. Nara menghela napas lesu, pasti teror lagi.
Ia segera mengambil kotak itu dan membawanya masuk tak lupa ia kunci pintunya rapat-rapat.
"Ini apa lagi sih?" gumam Nara heran. Ia membuka kotak itu perlahan, dahinya berkerut membaca pesan teror itu.
Gue rasa menghilangkan orang yang lo cintai lebih seru deh dari pada nyiksa batin lo. Jadi, gimana? Apa kita ubah alur permainannya aja? Oke, permainan baru akan di mulai Keynara.
Di dalamnya juga terdapat sebuah foto yang sudah di coret-coret di bagian wajahnya, namun Nara kenal betul siapa orang itu.
Pikirannya langsung tertuju pada Alrich begitu mengetahui isi pesan itu. Nara segera mengambil ponselnya lalu menghubungi cowok itu.
"Halo Al, kamu dimana? Lagi ngapain? Sama siapa?"
Nara langsung menghujani Alrich dengan pertanyaannya begitu sabungan telepon mereka terhubung.
KAMU SEDANG MEMBACA
HILANG [Segera Terbit]
Fiksi RemajaBUDAYAKAN FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA:) (Completed) "Tuhan mengizinkan kita untuk merasakan luka, tetapi Ia juga akan memberikan penawarnya." Ada pada ketidakadaan. Sepi di tengah keramaian. Bagaimana jika kita di tempatkan dalam keadaan tersebut? T...
![HILANG [Segera Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/233017588-64-k469491.jpg)