Pagi ini Deven tak fokus sekolah. Terlihat dari langkahnya yang gontai ketika memasuki kelasnya. Tentu saja itu membuat Charisa serta Joa yang sedang bercengkrama, terheran akan sikap dari lelaki itu.
"Lu kenapa sih? Kayak ngga ada semangat hidup gitu," celetuk Joa yang dibalas anggukan setuju dari Charisa.
Deven menghiraukan pertanyaan Joa. Ia memilih menelungkupkan kepalanya di meja. Merasa terabaikan, akhirnya Joa dan Charisa tak mengidahkan Deven lagi.
"Selamat pagi semua," seru Anneth begitu ia memasuki kelasnya. Joa dan Charisa merespon dengan ceria, begitu pun teman sekelasnya yang lain. Namun ia melihat sesuatu yang janggal. Biasanya jam segini Deven sudah rusuh di kelas. Kemana ia?
"Deven mana, Cha?" tanya Anneth sembari duduk di bangkunya. Charisa melirik Deven yang sedang tampak tak bersemangat di kursinya. Anneth tertegun. Ya ampun, dia kenapa?
"Udah biarin aja, Neth. Lagi ngga mood paling," hibur Joa seraya menepuk-nepuk punggung Anneth. Mencoba mengurangi kecemasan sahabatnya itu.
Anneth hanya mengangguk. Lantas membuka buku pelajarannya. Berniat mengulang pelajaran kemarin. Mumpung masih pagi, katanya. Namun aktifitasnya terhenti begitu buku pelajarannya ditutup oleh seseorang. Anneth mendongakkan kepalanya, dan mendapati Deven berdiri disamping meja yang sedang ia duduki.
"Eh? Kenapa, Dev?"
Deven tak menjawab pertanyaan gadis itu. Ia malah meraih tangan Anneth. Menggenggamnya. Lantas menariknya ke luar kelas. Anneth yang kaget tak sempat bertanya. Ia hanya mengikuti kemauan orang yang disukainya ini.
Sampailah mereka di kantin. Seusai Deven memesan makanan untuk mereka berdua, Anneth serta Deven pun duduk hadap-hadapan dengan suasana yang canggung. Ah, ralat. Bukan canggung, melainkan suasana yang mengherankan.
"Kamu kenapa, Dev?" Akhirnya Anneth menyuarakan pertanyaannya yang sedari tadi mengusik pikirannya. Deven menggeleng pelan. Namun tentu saja, Anneth tidak percaya begitu saja. Dari ekspresi wajah Deven saja sudah menunjukkan bahwa ia tidak baik-baik saja.
"Kayaknya aku nyerah aja deh, Neth..."
Anneth tergelak mendengar pernyataan Deven. Hey, ternyata ini yang membuat lelaki didepannya tak bersemangat. Deven menyantap nasi goreng dihadapannya dengan lahap. Sepertinya untuk melampiaskan kekecewaannya.
Ah iya, makanan mereka sudah tiba sebelum Anneth memulai percakapan. Ya, selama itu mereka berdiam-diaman.
Anneth tersenyum nanar. Sepertinya Deven sangat menyayangi gadis 'itu'. Akankah dia masih punya harapan? Dengan segala pertanyaan di kepalanya, Anneth memutuskan mengikuti Deven. Menyantap makanannya. Lagipula, perutnya juga sudah keroncongan.
"Enak, Neth?"
Anneth mengangguk antusias. "Enak!" Sebuah senyuman terukir di wajah gadis itu yang membuatnya semakin cantik. Deven tertegun. Hey, sejak kapan Anneth tampak begitu manis?
Menyadari Deven melamun, Anneth melambaikan tangannya dihadapan Deven. Berniat menyadarkan Deven dari lamunannya. "Hey, Dev?"
"E-eh iya, Neth?"
"Hahaha mikirin apa sih? Sampai bengong gitu," tanya Anneth dengan ketawa kecilnya. Yang justru membuat Deven merasakan sensasi aneh di jantungnya.
"Kamu cantik."
Blush
Anneth memalingkan wajahnya. berusaha menyembunyikan rona di pipinya. Sungguh, ia bisa gila jika terus-terusan begini.
***
"Tadi ngapain aja sama Deven?"
Kini Joa dan Anneth sedang berada di taman. Charisa masih menyelesaikan tugasnya di kelas. Begitupun dengan Deven.
Pipi Anneth kembali memerah mendengar pertanyaan Joa. Melihatnya, Joa tersenyum jail. Ia menyikut Anneth pelan. Menggodanya.
"Hayooo... ngapain emang? Cerita dongg."
Anneth menutup wajahnya menggunakan tangannya. Ia menggelengkan kepalanya. Pertanda tak ingin menjawab pertanyaan Joa. Namun bukan Joa jika menyerah begitu saja. Ia malah semakin gencar menggoda sahabatnya ini.
"Udah di jedor, Neth?"
Akhirnya Anneth menurunkan tangannya. Ia menggelengkan kepalanya pelan. "Belum, Jo..."
Joa mengangguk paham. Lantas tersenyum menguatkan. "Tenang saja, nanti pasti di jedor kok."
"Semoga ya..."
***
"Lu mau dekatin siapa, Cha?"
Charissa terdiam. Ia meletakkan jari telunjuknya di kening, seolah-olah sedang berfikir. "Nggak tahu," sahutnya kemudian.
"Gue serius, bego." Deven yang kesal melempar pulpennya ke Charisa. Tepat sasaran. Pulpen itu mengenai kepala Charisa yang berhasil membuat empunya meringis kesakitan.
"Deven gue tandain lu."
Bukannya takut, Deven malah memasang tampang meledek. "Nyenyenye."
"Ish Deven!!"
Dan sepertinya kalian sudah tau apa yang selanjutnya terjadi. Yup. Mereka kembali menjadi Tom And Jerry, saling kejar mengejar di koridor sekolah. Namun siapa sangka, aksi mereka berdua malah membuat keduanya kini terjebak di ruang guru.
"Siapa yang memperbolehkan kalian lari-larian di koridor?"
Baik Charisa maupun Deven menunduk. Mereka terdiam.
"Jawab!" gertak guru BK mereka.
"Eum itu Bu... kami cuma..."
"Jawab yang benar, Deven!"
Dan berakhirlah mereka berdua disini. Aula sekolah yang ditugaskan untuk dibersihkan. Hey, tidakkah guru itu tahu kalau aula ini sangat luas? Kejam sekali, begitulah pikir Deven.
Sementara Charisa, ia terus menggerutu. Menurutnya Deven lah yang membuatnya berada di situasi ini. Deven yang disalahkan tentu saja tidak terima. Namun karena mereka sedang tak mood bertengkar akhirnya mereka memutuskan untuk membagi tugas.
Butuh waktu sekitar dua jam bagi keduanya untuk menjalankan hukuman mereka. Begitu Charisa keluar dari aula, sudah terdapat Clinton yang menunggunya.
"Pulang bareng, Cha?"
Charisa mengangguk cepat. Ia menarik tangan Clinton menuju parkiran. meninggalkan Deven yang tak tahu bahwa sahabatnya itu telah pulang.
"Cha, mau pulang bareng gua-"
Ucapan Deven terhenti begitu tak mendapat Charisa di depan aula. Kepalanya celingak-celinguk mencari keberadaan gadis yang disukainya itu. Hingga akhirnya ia dikagetkan dengan munculnya Anneth dari sisi kanan aula.
"Heh, Neth! Bikin kaget aja, ngapain disini?"
Anneth terkekeh, lantas memberikan tas Deven yang tadinya berada di kelas. "Tungguin kamu."
Deven terdiam. Untuk pertama kalinya, Deven dibuat terbang oleh gadis dihadapannya ini.
____________________________________
Halo semuaaa, gimana nih kabarnya? wkwk
- Kamis, 11/02/2021 -
KAMU SEDANG MEMBACA
The One And Only [END]
Hayran KurguKisah tentang 2 manusia yang terjebak dalam kesalahpahaman dan tidak mau mengakui keadaan. Cerita tentang 2 manusia yang bimbang dalam memilih keputusan. Mencintai atau dicintai? Mana yang lebih baik? . . . Story about Neth.Dev.Cha ________________...
![The One And Only [END]](https://img.wattpad.com/cover/171964547-64-k566937.jpg)