[22] Hari Peringatan

91 49 16
                                        

Seperti biasa, jangan lupa vote dan komentar yang banyak yah. Aku sayang kalian💜

So, happy reading✨

🌷🌷🌷

Minggu, 07 Maret 2021.

"Sudah siap?"

Kepala Farah menoleh ketika presensi Lisa telah berdiri di belakangnya. Gadis cantik dengan balutan setelan hitam itu mengangguk sebagai jawaban.

"Turun yuk! Yuda udah ada di bawah, lagi ngobrol sama Bima," ucap Lisa pelan sembari mengelus lembut kedua bahu kecil anaknya dari belakang. Lisa memperhatikan wajah Farah melalui cermin yang ada di hadapan mereka. Hatinya berdesir ketika melihat tatapan sendu dari kedua manik anaknya.

Setelah meneliti kembali penampilannya melalui cermin, Farah mengajak Lisa untuk ke bawah. Di ruang tamu tepatnya di atas sofa, Farah menemukan sang Kakak sedang berbincang dengan Yuda.

Menyadari Farah telah selesai bersiap, Yuda berdiri guna menyambut gadis itu. Yuda tersenyum melihat penampilan Farah karena menurutnya itu manis. Lebih tepatnya, Farah selalu manis di matanya. Sederhana saja, gadis itu memakai rok hitam panjang sedikit di bawah lutut dan atasan panjang dengan warna senada.

Rambutnya yang agak panjang dibiarkan tergerai dengan penjepit mungil berbentuk kupu-kupu hitam bertengger di atas pelipis kanannya hingga menambah kesan manis untuk Farah.

Sedangkan dirinya memakai celana hitam panjang dengan dipadukan kemeja berwarna senada. Jangan lupakan bentuk rambutnya yang ditata rapi hingga menampilkan dahinya yang keren, mungkin? Atau lebar? Pokoknya semacam itu.

Setelah berpamitan, Yuda mengajak Farah untuk segera masuk ke mobil yang terparkir di depan rumah gadis itu dan langsung saja Yuda menancap gas untuk pergi ke tempat tujuan. Selama perjalanan, keduanya hanya diam.

Tidak. Lebih tepatnya Farah yang hanya diam sedangkan Yuda mati-matian menahan mulutnya yang ingin mengajak gadis itu mengobrol, tapi dia urung karena tahu suasana hati gadisnya sedang tidak baik-baik saja.

Gadisnya? Pikir Yuda.

Farah menghela nafas kasar seraya menahan air mata yang sejak pagi tadi ingin merebak. Kedua tangannya saling berkaitan sembari bergerak gelisah. Selalu seperti itu setiap tahunnya ketika dia hendak pergi menuju tempat peristirahatan Dewa dan kedua sahabatnya yang lain.

Ya, kalian benar. Hari ini adalah tepat dua tahun peringatan kematian Dewa, Alan, dan Rika. Dan tujuan mereka berdua sekarang adalah ke pemakaman. Jika sebelumnya Yuda hanya berdua dengan Arka setiap datang ke makam, namun sekarang Yuda datang bersama Farah dan keluarganya yang akan menyusul.

Ketika sampai di makam, Farah dan Yuda langsung menuju tempat peristirahatan terakhir Dewa. Di sisi makam sudah ada Clara, Rakha, Arka dan Gebi. Tak lama kemudian, kedua orang tua Farah dan Bima bergabung bersama mereka.

Ditengah mereka sedang berdo'a, Farah melihat makam Alan dan Rika yang tak jauh dari makam Dewa. Di sana masih sepi, sepertinya orang tua keduanya belum sampai. Biasanya, ketika hari peringatan dan Farah datang ke makam, Farah akan melihat keluarga Alan dan Rika sedang berdo'a bersama di samping makam.

Ketika hampir selesai memanjatkan do'a, tiba-tiba bahu Farah ditepuk oleh sosok pria berseragam serba hitam. Pria itu memberikan isyarat kepada Farah dan dia langsung menyusul pria yang tidak diketahuinya itu. Beruntungnya Farah bisa langsung pergi karena posisi dia berada paling belakang.

Langkahnya pelan mengikuti arah jalannya pria berseragam itu. Langkah pria itu berhenti di tempat yang tak jauh dari makam Dewa namun mereka tidak akan terlihat karena dihalangi oleh pohon besar yang cukup rindang. Pria berseragam itu pergi meninggalkan Farah sendirian dilanda kebingungan, saat hendak mengikuti pria itu tiba-tiba sebuah suara menarik penuh atensinya.

FAYUDA ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang