[13] Bingung

95 57 6
                                        

Seperti biasa, jangan lupa vote dan komentar yang banyak yah. Aku sayang kalian💜

So, happy reading✨

🌷🌷🌷

Hari ini Farah sekolah seperti biasa, tapi dia merasa ada satu hal yang mengganjal. Biasanya setiap pagi Clara dan Rakha akan bertengkar dengan Yuda, tapi hari ini Yuda tidak ada. Ke mana anak aneh itu?

Hingga saat jam pertama dimulai, Yuda belum juga datang. Apa anak aneh itu bakal telat? Tapi selama dia pindah ke Sekolah itu, dia tidak pernah telat. Anak itu rajin sebenarnya, walaupun Farah malas mengakuinya.

Yuda tidak menunjukkan batang hidungnya sampai jam istirahat dan itu semakin membuat dia gelisah. Apa anak aneh itu baik-baik saja? Mengingat kejadian kemarin, Farah tidak bisa menyangkal kalau dia khawatir. Farah larut bersama kemungkinan yang belum tentu terjadi kepada Yuda hingga dia tidak mendengar obrolan kedua sahabatnya yang ada di depan mata.

"Far, lo baik-baik aja kan?" tanya Clara.

"Hah?"

Rakha melihat air muka Farah yang gelisah sejak pagi dan laki-laki itupun bertanya yang membuat Farah bingung mau menjawab apa. "Dari tadi kita nanyain keadaan lo karena kejadian kemarin? Lo baik-baik aja kan? Lo mikirin apa sampe dari pagi muka lo kusut gitu?"

"Gu-Gue baik-baik aja kok."

Clara menangkup kedua pipi gembul milik Farah dan sedikit menepuknya karena gemas. Lalu dia bertanya hingga membuat Farah melotot kaget. "Lo mikirin Yuda yah karena anak itu gak masuk hari ini? Kalo iyah, lo gak usah khawatir. Anak itu tadi bilang ke gue kalo dia absen hari ini karena ada urusan dan gue yakin anak itu bakal baik-baik aja. Gak bakal ada yang mau ngejahatin anak itu karena sifatnya yang ngeselin."

Clara menarik tangannya kembali. "Dia juga ngabarin lo kok, Rakha juga dia kabarin. Jangan bilang lo gak nyimpen nomor anak itu?"

Farah hanya nyengir dengan mata polosnya hingga membuat kedua sahabatnya itu berdecak. Gak aneh memang, karena Farah setidak peduli itu sama orang yang baru dikenalnya sejak kejadian dulu.

"Far, gue mau tanya."

Ucapan Rakha mampu menarik perhatian Farah dan Clara karena mimik wajah laki-laki itu terlihat serius. Dan benar saja, pertanyaan laki-laki itu meluncur dan membuat dua anak perempuan itu terkejut.

"Lo gak nganggep Yuda sebagai Dewa kan?"

***

"Lo gak nganggep Yuda sebagai Dewa kan?"

Pertanyaan Rakha membuat konsentrasi Farah sedikit pecah ketika dia sedang berlatih piano bersama Gebi dan Citra sepulang sekolah. Nada yang diciptakannya tidak beraturan dan melodinya sungguh acak hingga membuat Citra menatap aneh ke arahnya.

"Farah lo gak papa?" tanya Citra terdengar khawatir sedangkan Gebi masih memainkan pianonya sambil menatap Farah sengit disertai smirk andalannya.

Farah tersenyum menanggapi Citra lalu berujar, "Gue baik-baik aja kok."

Farah kembali memfokuskan pikirannya hingga latihan pun selesai. Ketika Farah keluar dari ruang latihan, Gebi tiba-tiba menabrakkan tubuhnya dengan sedikit keras hingga mampu membuat Farah sedikit terhuyung yang untungnya tidak jatuh. Gebi sempat melirik Farah dengan sengit dan tanpa meminta maaf, dia melenggang pergi.

Citra yang melihat kejadian itu hanya menghela nafas tidak mengerti dengan jalan pikiran Gebi. Dengan kesal, Citra menghampiri Farah.

"Kenapa lo diem aja sih?"

FAYUDA ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang