[18] Ancaman Kedua

95 52 4
                                        

Seperti biasa, jangan lupa vote dan komentar yang banyak yah. Aku sayang kalian💜

So, happy reading✨

🌷🌷🌷

Pengurus OSIS SMA Bima Sakti sibuk mempersiapkan properti untuk Pentas Seni yang akan diselenggarakan dua hari lagi. Sekolah hari ini membebaskan siswa dan siswi dari pembelajaran karena khusus hari ini dan besok digunakan untuk latihan bagi siswa dan siswi yang akan berpartisipasi dalam Pentas Seni.

Ruang Seni sudah ramai dipadati oleh siswa dan siswi yang sedang berlatih. Ada yang sedang bermain piano, gitar, biola bahkan ada beberapa siswi yang hanya menemani teman prianya latihan.

Seperti yang sudah disepakati sebelumnya, Farah, Gebi dan Yuda sekarang sudah berdiri di depan Yuriko Sensei yang ditemani oleh Citra untuk menerima pengumuman hasil seleksi. Di pojok ruangan ada Clara dan Rakha yang sedang bergurau, mereka berniat menemani kedua sahabatnya latihan hari ini karena mereka yakin Gebi tidak akan menang.

"Gebi, terima kasih karena kamu sudah semangat untuk mengikuti seleksi ini. Tapi mohon maaf, kamu tidak lolos karena nilai Farah lebih unggul dari pada nilai milik kamu."

Ucapan Yuriko Sensei membuat Gebi menghela nafas kecewa sekaligus kesal dan panik. Setelah mengumpulkan keberanian Gebi bertanya, "Aku kurang dimana? Kenapa nilai aku lebih rendah?"

Clara yang mendengar pertanyaan Gebi terkekeh. "Yah jelas kan kalo lo itu kurangnya karena gak berbakat?"

Gebi menatap tajam Clara. "Maksud lo apa?"

"Gebi, dengar! Kekurangan kamu ada pada irama. Kamu terlalu tergesa-gesa ketika latihan. Kalaupun itu cuma latihan, harusnya kamu menganggap itu sebagai penampilan sungguhan kamu karena semakin kamu serius, semakin bertambah nilai kamu. Sekarang kamu bisa pergi, terima kasih karena sudah menyempatkan waktu kesini."

Sebelum pergi, Gebi menatap tajam seperti menusuk ke arah Farah dan Yuda bergantian. Dia pergi dengan menghentakkan kakinya kesal hingga sedikit terdengar suara gesekan sepatunya dengan lantai.

"Kalian boleh langsung latihan bersama Citra. Lagu yang akan kalian tampilkan bebas asalkan instrumennya bisa memakai gitar. Saya permisi." Yuriko Sensei pergi setelah semua murid di ruangan mengucapkan terima kasih.

"Sebelum kita mulai, kalian tentuin dulu lagu yang akan kalian ditampilkan. Gue kasih waktu kalian setengah jam cukup yah? Gue mau kelapangan selama kalian nentuin lagu, bantu-bantu buat persiapan acara. Good luck."

Setelah Citra pergi, Farah langsung berdiskusi dengan Yuda. Tanpa diundang, Clara dan Rakha ikut bergabung. Setelahnya mereka saling bertukar pendapat dengan diselingi candaan.

"Gue pengen nyanyiin lagu yang nadanya gampang aja terus enggak terlalu banyak high note. Kalaupun ada juga gak papa, kan bisa dikasih ke bagian Yuda."

Pletak

"Awww, sakit Yud!!!"

Bukannya minta maaf, Yuda malah tertawa melihat ekspresi kesakitan Farah yang terkena jitakannya. Sebelas dua belas, Clara dan Rakha pun ikut tertawa hingga membuat Farah kesal sendiri.

"Kaliannn!!!"

***

Tak. Tak. Tak

Suara batu kerikil ditendang ke arah batang pohon menemani sunyinya Taman belakang Sekolah. Kakinya tak henti untuk menendang kerikil yang ada di depan seolah melampiaskan apa saja yang mengganggu pikirannya.

FAYUDA ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang