Seperti biasa, jangan lupa vote dan komentar yang banyak yah. Aku sayang kalian💜
So, happy reading✨
🌷🌷🌷
Hari libur seharusnya adalah hari dimana para murid untuk bersantai dan terbebas dari tugas dan masalah-masalah lain terkait Sekolah. Tapi sepertinya itu tidak berlaku untuk Farah beserta anggota kelompoknya. Karena mereka hari ini ada tugas yang harus diselesaikan. Dan di sinilah mereka sekarang, di sebuah Perpustakaan umum dekat pusat perbelanjaan untuk mengerjakan tugas observasi kemarin.
Mereka mengambil tema tentang reboisasi, karena mereka menganggap itu adalah hal penting yang harus disadari manusia untuk melestarikan tanaman. Dan mereka ingin setiap orang yang membaca laporan mereka nanti akan sadar dan menanamkan rasa cinta lingkungan dalam diri masing-masing.
Mereka mempunyai tugas yang berbeda. Farah dan Yuda mencari buku panduan observasi di setiap rak buku Perpustakaan sedangkan Clara, Rakha, dan Gebi mendiskusikan tentang poin-poin yang harus ada di dalam laporan mereka dan menyiapkan lima pertanyaan untuk ditanyakan ke orang-orang sekitar tentang reboisasi menurut pandangan masing-masing.
Untungnya di Perpustakaan hanya ada mereka berlima karena memang hari masih pagi sehingga mereka tidak takut menggangu pengunjung lain ketika mereka berdiskusi.
Farah serius mencari buku panduan dan di dalam dekapannya sudah ada dua buku yang dia dapat. Dibbelakangnya ada Yuda yang sedari tadi hanya mengikutinya, terlihat sekali kalau dia malas mencari buku. Sesekali Yuda mengajak ngobrol Farah tapi Farah hanya menimpalinya dengan cuek. Hingga ketika mereka berada di pojok Perpustakaan yang hening, tiba-tiba Yuda membalik tubuh kecil Farah dengan memegang kedua bahunya dan menatap Farah dalam jarak yang cukup dekat hingga membuat gadis itu sedikit gugup, mungkin?
"A-ada apa?"
Yuda masih menatap Farah lekat lalu dia berujar yang membuat Farah sedikit terkejut setelah itu. "Lo mau sampai kapan diem terus?"
"Maksudnya?"
Helaan nafas Yuda menerpa kulit wajah Farah ketika Yuda semakin mempersempit jarak mereka.
"Gue yakin lo tau perihal Kak Bima dan gue yang ngebahas tentang Dewa."
Farah tau Yuda akan seperti ini. Pasti Yuda akan terus menanyakan perihal ini ke dia, pasti. Tapi entah kenapa Farah takut kalau Yuda tahu apa penyebab kematian Dewa. Bukan takut karena traumanya, bukan. Masalah traumanya Farah pasti bisa mengatasi asalkan ada Bima dinsampingnya. Tapi Farah takut akan hal lain. Tapi apa?
"Gu-gue butuh waktu."
Tubuhnya sedikit mundur setelah dia melepaskan tangannya dari bahu sempit Farah. Sejujurnya dia kecewa akan jawaban Farah, tapi Yuda juga memaklumi karena Bima pernah cerita perihal trauma gadis itu.
Setelah Yuda mengangguk, mereka kembali mencari buku. Kali ini Yuda serius mencarinya hingga ketika mereka mendapatkan lima buku, Farah dan Yuda menghampiri yang lain.
"Lo aja kenapa sih yang nyari informasi dari narasumbernya."
Ketika Farah dan Yuda duduk, mereka berdua mendapati Clara dan Gebi yang sedang mendebatkan sesuatu.
"Gak mau, di luar panas. Nanti kalo gue kenapa-napa gimana?" tutur Gebi.
"Lo alay banget sih," ujar Clara.
"Udah deh, pusing gue liat kalian debat mulu. Gini aja, Clara sama gue yang nyari informasi dari narasumber. Yuda, Farah sama Gebi di sini ngerjain laporan," timpal Rakha yang langsung menarik tangan Clara keluar tanpa menunggu respon Clara. Ketika di luar Perpustakaan, Rakha berpapasan dengan orang memakai topi putih dengan gambar kelinci di tengahnya berjalan memasuki Perpustakaan. Merasa tidak ada hal yang menganggu, Rakha hanya mengabaikannya dan kembali berjalan meninggalkan Perpustakaan.
KAMU SEDANG MEMBACA
FAYUDA ✔
Teen FictionBagaimana bisa seseorang yang telah mati kembali menampakkan diri dalam kondisi baik-baik saja? Konyol, bukan? Namun itulah yang dialami oleh Elfarah Pradipta. Pertemuan pertama Farah dengan seorang pria bernama lengkap Yudhistira Abigail mampu mem...
