[21] Amusement Park

86 50 12
                                        

Seperti biasa, jangan lupa vote dan komentar yang banyak yah. Aku sayang kalian💜

So, happy reading✨

🌷🌷🌷

Hari ini adalah awal dimana satu dari sekian banyak permasalahan telah terselesaikan. Mereka yang awalnya saling menatap dengan tatapan tidak suka setiap harinya sekarang sudah membaik. Yuda dan Gebi sudah diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit dan hari ini mereka pun masuk Sekolah.

Terkait kecelakaan kemarin, petugas setempat sudah membereskannya dan Ana pun dijebloskan ke penjara atas tuduhan hendak melakukan pembunuhan berencana dan kekerasan terhadap anak. Menjebloskan Ana ke dalam penjara dicampur tangani oleh Bima dan Arka.

Gebi sekarang tinggal sendiri di rumahnya dan masalah biaya hidup, Gebi memakai tabungan yang ternyata telah disiapkan oleh sang Papa jauh sebelum Gebi lahir.

Tentu saja, Gebi merasa sangat bersyukur atas itu karena isi tabungan yang disiapkan oleh sang Papa cukup untuk biaya kehidupannya selama lima tahun ke depan. Baik Ana maupun Gebi tidak tahu perihal itu sampai tiba-tiba pengacara sang Papa datang ketika rumahnya didatangi polisi dan menyerahkan surat wasiat Papanya.

Terima kasih, Papa. Ucapnya dalam hati saat itu.

"Kok bisa diundur minggu depan?" tanya Yuda penasaran.

Mendengar kabar pentas seni yang diundur dari Citra membuat Farah, Yuda, Clara, Rakha dan Gebi sedikit terkejut di jam istirahat mereka. Awalnya mereka ingin pergi ke kantin namun urung karena Citra mendatangi kelas mereka dengan berita yang sedikit mengejutkan.

"Katanya sih petugas Keamanan Sekolah masih nyari tau penyebab kejadian di ruang seni kemarin. Dan takut kejadiannya terulang lagi, jadi pensi diundur minggu depan," ujar Citra lesu.

"Padahal gue udah antusias pengen liat penampilan kalian berdua," lanjutnya.

"Ada untungnya juga sih, Yuda jadi bisa bener-bener memulihkan kesehatannya," ucap Rakha.

"Gue denger lo luka yah kemarin, gimana keadaan lo sekarang?"

Pertanyaan Citra membuat mata Farah tajam menatap tangan Citra yang menyentuh lengan kiri Yuda.

"Gue baik," jawab Yuda sekenanya sambil menjauhkan diri dari sentuhan Citra. Tanpa ada yang menyadari, Farah tersenyum melihatnya.

"Eh, kalian udah pada makan? Sebelum ke sini, gue sempet pesan makanan banyak. Biar gue suruh pelayan kantin bawain ke sini yah," ucap Citra setelah tersenyum manis membuat siapapun iri akan parasnya yang ayu.

"Eh, gak usah. Ngerepotin nanti," ucap Clara merasa sungkan akan kebaikan Citra yang menurutnya terlalu loyal.

"Gak papa, gue yang traktir. Tenang aja," ucap Citra. Setelah mengutak-atik ponsel, tak lama kemudian datang dua pelayan kantin membawa nampan berisi makanan. Setelah pelayan kantin itu menyiapkan makanan di atas meja dan pergi lagi, Citra pamit undur diri.

"Kalian silahkan makan yah. Makanannya udah dibayar kok. Anggap aja sebagai permintaan maaf gue karena gue ganggu jam istirahat kalian. Gue mau ke kelas dulu, ada tugas soalnya. Bye."

Selepas Citra pergi, mereka langsung melahap makanan itu dan sesekali mereka bercanda gurau.

"Gila baik banget dia. Udah cantik baik pula," ujar Yuda.

"Puji aja terus," celetuk Farah tanpa sadar yang menarik atensi makhluk yang ada di sekelilingnya.

"Gak usah cemburu gitu, hati gue cuma buat lo kok. Udah terkunci rapat," ucap Yuda gamblang membuat Farah diam tak berkutik.

FAYUDA ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang