Chapter 47 🔓

37 6 9
                                        

Mulmed: Alvero Galen Raiya



Happy reading ^^



️🕊️🕊️

"Maksud lu apa sih, Ndrew?!" Angel masih belum terima, saat Andrew memberi akses buat Vero memasuki kehidupan Dian lagi.

"Ya gitu. Lagian, jangan terlalu memaksakan kehendak. Lu  nggak kasihan sama anak kecil tadi? Alasan gue simple, karena anak kecil itu." Ucap Andrew santai dengan menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.

Joshua mengelus tangan Angel tuk meredamkan emosi gadis tersebut. Angel menoleh dan mendapati Jo yang tersenyum lembut ke arahnya. Cindy? Cindy sudah kembali mengurus cafe, karena sudah memasuki jam kerja.

"Bagaimana dengan kalian?" Tanya Andrew ke pasangan yang ada di hadapannya.

"Bagaimana apanya?"

"Lamaran? Tunangan?"

Angel menatap ke arah Jo. Jo mengangguk tanda paham.

"Jadi begini bro, kita sudah mendapatkan lampu hijau dari kedua keluarga. Baik itu dari keluarga Angel, maupun keluarga gue. Dan kita akan mengadakan acara tunangan." Jelas Andrew, setelah itu meminum strawberry milkshake miliknya.

"Nice. Terus ada apa lagi?" Komentar dan bertanya, kini diajukan oleh Andrew. Bukan apa-apa. Ia melihat ada hal yang ingin dibicarakan oleh Angel dan Joshua.

"Justru ini yang mau gue bicarakan. Bersama Dian juga." Jawab Angel, dengan helaan napas sebelumnya.

Andrew menaikkan salah satu alisnya.

"Apa?"

🕊️🕊️🕊️

Ini sudah memasuki waktu kerja. Ya, jam istirahat sudah berlalu. Tapi, Dian masih di luar bersama Vero dan Nayra.

"Ro."

Vero menatap mantan kekasihnya, sembari memasukkan kentang goreng ke dalam mulutnya.

"Masih lama? Mau langsung kerja lagi. Ini sudah telat tau!" Ucap Dian resah. Dian bukan tipe orang yang nggak profesional, hanya karena tempat bekerja merupakan milik keluarga sahabatnya.

"Tenang. Gue sudah atur semuanya. Habiskan makan lu dulu, Di. Gue masih ingat betul, bahwa lu punya maag. Dan gue nggak rela, kalau gue nanti kena semprot disaat maag lu kambuh."

Dian mendelik kesal dengan ucapan Vero.

"Kakak cantik!" Si imut Nayra membuka suara.

"Iya, kenapa sayang?"

"Kita makan ice cream yuk, kak! Ada ice cream baru di sini. Kakak cantik mau kan?" Jelas Nayra dengan mata berbinarnya. Tampak jelas bahwa Nayra sangat bahagia bersama Dian. Vero tersenyum melihat interaksi antara Dian dengan Nayra.

"Nay mau ice cream?" Tanya Vero yang dihadiahkan anggukan semangat Nayra.

Gemas

"Aku mau ice cream yang di menu baru. Pasti sangat enak! Kakak cantik mau juga kan?"

"Eh?"

Dian bingung. Ia ingin buru-buru kembali bekerja, namun tidak tega menolak permintaan manis Nayra.

"Boleh." Jawab Dian tersenyum manis.

"Kalau gitu, kakak pesankan Nay sama kakak cantik ice cream ya. Kalian tunggu di sini, oke bos?" Ucap Vero dengan mengelus rambut Nayra lembut.

This FeelingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang