Fyi: Mulmed => Angelina Almatera
Happy reading ^^
"Kak, Giny pamit ya." Ucap Giny entah kesekian kalinya. "Secepat itu pertukaran pelajar?" Tanya Dian juga entah kesekian kalinya.
Ah, Dian jadi mengingat saat lelaki bermarga Galen menjadi siswa pertukaran pelajar dulu. Bagaimana kabarnya sekarang? Bahkan sudah melewati 2 hari ujian akhir, dirinya tak pernah melihat batang hidung Vero di sekolah.
"Giny kan mengemban amanah sekolah Giny kak," ucap Giny memeluk kakak sepupunya itu. Ia tahu kakak sepupunya mempunyai segalanya, tapi kesepian selalu menemaninya.
Dian mengangguk. "Kita tunggu Angel dan Cindy dulu ya? Mereka juga mau memelukmu sebelum kamu pergi," Giny mengangguk resah. Dia tidak mau semakin mengulur waktu, semakin pula Tuan gila hormat bisa menemuinya.
Bantu Giny, ia ingin pergi. Ia ingin melupakan semua peristiwa yang pernah terjadi dari awal pertemuan ia dengannya, sampai rasa nyaman ini bersemayam dan sudah sedikit tumbuh untuk menjadi lebih.
Mungkin, rasa rindu juga akan datang saat ia pergi. Maka dari itu, Giny ingin egois untuk melarang rindu bertemu dengannya.
"GINY!"
Angel berhambur ke pelukan Giny, begitupun dengan Cindy. Bagaimanapun, Giny sudah dianggap sebagai adik kandung oleh Angel, Cindy, maupun Dian.
Seperti yang kalian tahu, Cindy, Angel, dan Dian merupakan anak perempuan tunggal dari keluarganya. Begitupun dengan Giny, ia juga anak tunggal dari keluarganya.
Oleh sebab itu, Giny sangat menyayangi ketiga perempuan yang tengah memeluknya dan sudah dianggap kakak kandungnya sendiri.
"Giny harus berangkat sekarang. Thanks untuk semuanya yang menerima Giny disini. Giny sayang kalian, Bye!"
Giny mulai memasuki mobil yang siap mengantarnya ke bandara untuk pergi ke Jerman. Duduk di kursi belakang, menundukkan kepalanya, dan kini mencari benda pipih di dalam tas. Jari lentiknya mulai menari, menyusun beberapa kalimat yang akan dikirimkan ke sebuah grup chat.
Giny menatap ke luar kaca mobil, sampai pada saatnya pandangan Giny membeku.
"Stasiun kereta itu akan menjadi tempat yang aku rindukan, saat aku tidak berada di negeri ini." Sedetik kemudian, Giny membuang pandangannya.
"Maaf," Giny membuang kartu SIM-nya. Sebelumnya Giny sudah mengarsipkan semua kontak, kecuali si dia.
Iya, Giny akan memulai kehidupan baru tanpa si dia. Tanpa si dia yang mengusik ketenangan hati ketika berusaha melupakan. Ya, setidaknya Giny termasuk orang yang niat.
Iya, seniat itu Giny menghindar dari Tuan gila hormat.
Dan seniat itu Giny untuk melupakan Arsya.
🕊️🕊️🕊️
Kini keluarga Almatera sedang menyantap makan malam dengan khidmat. Angel merasa lega, sebab Daddy-nya tidak mengucapkan kalimat yang membuat mood-nya turun.
Seusai ritual makan malam, Angel menaiki anak tangga untuk ke kamarnya.
"Mau kemana?" Tanya wanita yang telah melahirkannya.
"Angel mau tidur, Angel lelah."
"Kau tidak bisa seperti itu! Kau harus disini!" Terlihat Angel tidak suka dengan Daddy-nya. "Dad, memangnya untuk ap---"
"Permisi Tuan, ada keluarga Den Andrew datang," ucap maid dari keluarga Almatera.
Angel membulatkan matanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
This Feeling
Romantik#1 chunji [16/04/2020] #1 thisfeeling [18/04/2020] #1 bukunovel [21/04/2020] ---------------------------------------------- Diana Sheramita Gadis imut ini belum pernah merasakan jatuh cinta. Waktunya tak pernah ia buat memikirkan laki-laki. Waktu ya...
