Mulmed: Nayra
Happy reading ^^
🕊️🕊️🕊️
Canggung. Itu yang dialami oleh Dian dan Vero. Kini keduanya berada di dalam mobil Vero. Vero yang memaksa Dian untuk diantar oleh dirinya. Tahan oke, tahan. Vero cuma nggak bisa membiarkan perempuan pulang sendirian di malam hari, mana hujan juga kan.
"Ngapain lu ngelirik gue terus?!" Dian bertanya kepada orang yang ada di sampingnya. Walaupun mata Dian menatap ke luar lewat kaca mobil, namun ekor mata Dian masih berfungsi.
Vero sempat terdiam kaget, karena ketahuan. "Ekhem... Lu kedinginan?"
"Sedikit."
Kemudian, Dian tersentak dan mematung. Vero dengan santainya memakaikan syal dan jaket cadangan miliknya ke Dian. Kenapa disaat seperti ini, Dian diam tak berkutik?! Kan ia ingin melontarkan kata-kata pedas.
" Lontarkan kata-kata pedasmu, Di! Jangan mau diam diperlakukan seperti ini. Memangnya dia siapa? Bersikap seenaknya!" Ngegas si Merah.
"Jangan! Jangan dengerin si Merah. Dengerin Putih saja ya. Dian nggak boleh seperti itu. Vero khawatir sama kamu, dan berbuat baik juga. Masa iya, orang berbuat baik kita marahin? Ini buat kebaikkan Dian juga, bisa menetralisir kedinginan yang kamu alami. Oke?" Ucap si Putih dengan lembut.
Mereka berdua muncul di bahu kanan dan kiri Dian. Bagaikan seorang malaikat dan iblis yang sama-sama membisikkan sesuatu ke Dian, hanya saja berbeda tugas.
Akhirnya, Dian lebih memilih pendapat si Putih. Tak ada salahnya bukan?
Dian menyandarkan diri sepenuhnya ke kursi mobil Vero. Si pemilik mobil sudah daritadi membelah jalanan.
Drtttt
Panggilan video call?
Dian menekan tombol hijau. Terpampanglah wajah Angel, Joshua, dan Andrew, setelah Dian bergabung.
"Dian! Eh. Kamu dimana?" Tanya Angel.
"Di mobil. Lebih tepatnya di taxi." Jawab Dian, sedikit berbohong.
"Di taxi, kok duduk di kursi depan?" Tanya Angel lagi.
"Eum... Itu, aku kasihan sama supirnya. Aku ngajak ngobrol saja, lebih enak di depan kan kalau ngajak ngobrol? Biar nggak ngantuk gitu." Bingo! Skill berbohong Dian sudah naik level. Dian meminta maaf dalam hati.
"Oh.. Di? Besok kita double date, yuk!" Angel kembali bersuara.
Dua lelaki yang sedari tadi hanya menyimak, kini terkejut.
"Buat?" Tanya Dian ikut kaget. Angel gabut atau bagaimana sih?
Vero yang diam dan menatap jalanan pun sebenarnya tahu. Iya, mata memang ke depan, namun telinga kan di samping. Walau Dian sudah mengecilkan suaranya sampai berbisik, telinga Vero masih menangkap dengan jelas.
"Putih! Sini tukaran tugas!" Si Merah muncul.
"Oke!" Jawab si Putih lembut.
"WOI! NGUPING YA?! NGGAK BAIK TAU, FOKUS SAJA KE JALANAN!" Ujar si Merah yang menjalani tugas si Putih dengan karakter ngegasnya.
"Vero, kamu nguping? Nggak apa-apa. Lanjutkan saja ya, Putih mendukungmu!" Ucap si Putih lembut yang menjalani tugas si Merah.
Kok jadi begini deh?
Pilihan Vero jatuh ke si Putih yang menjalani tugas si Merah. Wah, si Putih penggemarnya banyak ya, hihi. Kasihan si Merah nggak dipilih daritadi.
Huhu... So sad! - Si Merah yang tersakiti.
KAMU SEDANG MEMBACA
This Feeling
Romantizm#1 chunji [16/04/2020] #1 thisfeeling [18/04/2020] #1 bukunovel [21/04/2020] ---------------------------------------------- Diana Sheramita Gadis imut ini belum pernah merasakan jatuh cinta. Waktunya tak pernah ia buat memikirkan laki-laki. Waktu ya...
