FYi: Mulmed => Angelina Almatera
Happy reading ^^
🕊️🕊️🕊️
"Jangan ganggu gue dulu Arsya!!" Setahu Dian, dirinya sudah mengucapkan satu kalimat perintah yang sangat jelas.
Intonasi dan pelafalannya juga tidak bermasalah. Tapi, mengapa makhluk yang bernama Arsya ini susah tuk mengerti??
"Gue cuma mau tanya ke lu." Bela Arsya.
"Apa??" Dian menanggapi dan membuat langkahnya terhenti. Sedari tadi dia berjalan di koridor sekolah. Dan tak lupa, Arsya yang terus mengekorinya.
Arsya menatap perempuan yang mencuri perhatiannya dulu. Tunggu. Dulu?? Kalau sekarang bagaimana?
"Giny kemana?" Tanya Arsya to the point.
"Di rumah," jawab Dian singkat. Arsya tersenyum tipis. "Di rumah mana?"
"Ya... Di rumah."
"Di, lu gak bisa bohong. Gue tau itu, jadi tolong beritahu gue keberadaan Giny!"
Dian menatap lawan bicaranya. "Tujuannya apa?" Tanya Dian.
"Apa ada hal yang sangat penting untuk dibicarakan dengan Giny?" Tanya Dian lagi dengan tangan bersedekap dada.
Arsya meraup wajahnya kasar. "Ya, ada. Jadi, apa Giny masih tinggal di rumah lu?"
"Kalau lu mau gue jujur tentang keberadaan Giny, gue harus memastikan satu hal sama lu," ucap Dian serius menatap Arsya yang lebih tinggi darinya.
"Apa?" Arsya sudah penasaran, dirinya sudah tak sabar ingin bertemu dengan seorang Giny Arvana.
Dian menatap lapangan yang tampak sepi, karena masih dalam waktu belajar untuk adik-adik kelasnya.
Merasa mantap bahwa ini tidak akan salah untuk kedepannya, Dian menatap Arsya lagi.
"Apakah lu siap untuk gak mengecewakan adik sepupu gue? Lagi?"
🕊️🕊️🕊️
"Jo!" Panggil Angel. Menatap punggung lelaki yang telah membuatnya move on dari kekasih sahabatnya. Membuatnya merasa terlindungi, nyaman, merasa menjadi sebuah prioritas, dan yang lainnya. Tentu hanya untuk dirinya, hanya perempuan bernama Angelina Almatera yang bisa merasakan itu semua.
Memang langkah Joshua terhenti, tapi dirinya merasa kaku untuk berbalik dan menatap Angel.
Grep
Angel memeluk Kekasihnya dari belakang. Sesak, itu yang dirasakan Angel. Angel tau bahwa dirinya salah, seharusnya ia jujur ke Jo mengenai dirinya yang selama ini selalu menghabiskan waktu dengan Andrew.
Merasa punggung tangannya diusap lembut, Angel menegakkan tubuhnya. Jo membalikkan badannya dan menatap Angel yang juga menatapnya.
"Kenapa? Hm?" Tanya Jo lembut. Mendengar Jo yang menanggapi dengan lembut, membuat Angel semakin merasa sesak di dadanya. Angel tahu bahwa Jo kecewa, namun Jo selalu menutupi itu seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
Mungkin jika keadaan ditukar, Angel merasakan apa yang dirasakan Jo sekarang, pasti Angel tidak akan kuat menahan amarahnya dan ingin melabrak perempuan yang dijodohkan dengan Jo.
Jo terlalu baik. Angel juga ingin Jo mendapatkan perempuan yang jauh lebih baik darinya. Itu hanya keinginannya, untuk melakukan itu... Angel tak pernah rela. Kalian pasti pernah merasakan menetap di satu hati kan?
"Ini Angel? Hahahahah kok kalau begini, jeleknya makin natural sih??" Canda Jo dengan tertawanya.
"Maaf."
"Maaf, maaf, maaf."
"Mianhae, mianhae, mianhae."
"Sorry, sorry, sorry."
"Lagi belajar beberapa bahasa di dunia ya?"
"IH JO!" Gemas Angel, bisa-bisanya lelaki ini. Angel sedang meminta maaf dengannya, mengapa dijadikan candaan? Huft!
Jo tertawa dan merangkul Angel. "Jangan minta maaf," ucap Joshua dengan menaruh tangannya ke dalam saku celana sekolah.
Angel menabrakkan alisnya. "Kenapa?" Angel merasa jantungnya sedang berolahraga. Bukan. Maksudnya adalah olahraga yang membuat feeling tidak enak.
"Karena kita gak ada yang tau perihal jodoh seseorang."
🕊️🕊️🕊️
"Akhirnya lulus juga!" Seru Cindy bahagia sambil merangkul kedua sahabatnya, Diana Sheramita dan Angelina Almatera.
"Belum lulus Dy. Tapi, akan lulus." Koreksi Dian sembari tersenyum manis.
"Iya-iya ibu guru." Balas Cindy ke Dian. Sahabatnya yang satu ini memang teliti.
"By the way, Ngel kok lemas banget?" Tanya Cindy melihat Angel seperti kosong pandangannya.
Dian ikut menoleh, menatap sahabat kecilnya itu. "Ngel, kenapa?" Tanya Dian.
Kedua pertanyaan itu tidak digubris oleh Angel. "ANGEL!" Teriak Cindy.
"CINDY! SAKIT TELINGA GUE!"
"Lagian sih melamun aja. Ngopi atuh ngopi!" Jawab Cindy. Nah kan ngelantur ini anak.
"Ya tapi kan bisa gak di telinga gue TERIAKNYA tau!" Balas Angel yang sengaja dibagian kata 'Teriaknya' dirinya benar-benar berteriak di telinga Cindy.
"Udahlah jangan dilanjutkan lagi," Dian menjadi penengah.
"Yuk berobat, telinga cecan berasa ada sirine ambulan." Ujar Angel sembari mengusap telinganya.
"Ya udah, ayuk."
"YEY KITA KE CAFE RAINBOW!" Seru Angel dengan raut bahagia.
Walau tadi sempat mendung di wajah, namun hati sudah menjadi pelangi setelah badai pergi. Angel pikir, untuk apa sedih? Mendingan, dirinya menuntaskan masalahnya dengan Joshua dan membiarkan sedih pergi.
"Kok ke sana?!" Tanya Cindy shock. Perasaannya sudah tidak enak, ketika melihat wajah Angel yang tersenyum aneh.
Dian juga jadi ikutan bingung. Iya bingung, mengapa dirinya punya sahabat yang tipenya macam Cindy dan Angel.
"Kan berobat atas kecelakaan yang lu perbuat ke telinga gue. Jadi, lu traktir gue sama Dian, okay?" Okay, tebakan Cindy tidak meleset. Untung Cindy punya rasa sabar yang tiada batas untuk menghadapi kelakuan sahabatnya ini.
"YEY! Kalau seperti ini, Dian ikutan dukung Angel," ucap Dian dengan nada seperti anak kecil yang mendapatkan sebuah permen. Menggemaskan.
Dian dan Angel sudah melakukan tos ria. Dan Cindy sudah mengelus dadanya sabar.
"LET'S GO!"
🕊️🕊️🕊️
"Makan sepuasnya, gue yang traktir." Ucap Cindy.
Sekarang, meja nomor 08 yang ditempati oleh Dian, Angel, dan Cindy sudah penuh. 3 pancake, 1 cheese cake, 1 blueberry cake, 1 Strawberry cake, dan 3 Vanilla latte sudah menghiasi meja tersebut.
"Thank you!" Ucap Angel dan Dian berbarengan, dan dibalas anggukan oleh Cindy.
"Selamat makan!" Seru mereka bertiga. Setelahnya, mereka sibuk tenggelam dalam dunia makanan.
Lonceng cafe berbunyi setelah 20 menit berlalu, menandakan ada seseorang yang masuk ke dalam cafe. Namun, tidak membuat ketiga perempuan tersebut menyadari hal itu.
"Gue mau kerja paruh waktu disini, apa bisa?"
🕊️🕊️🕊️
TBC
Yuhu aku kembali ^^
Vote and comment ya reader's!
Tekan pojok kiri bawah ya ^^
Love,
Tiara
KAMU SEDANG MEMBACA
This Feeling
Romance#1 chunji [16/04/2020] #1 thisfeeling [18/04/2020] #1 bukunovel [21/04/2020] ---------------------------------------------- Diana Sheramita Gadis imut ini belum pernah merasakan jatuh cinta. Waktunya tak pernah ia buat memikirkan laki-laki. Waktu ya...
