Part 62

3.8K 467 317
                                        

"Jadi ibu sudah tahu jika bocah ini menghamili anak orang lain?" tanya Jungkook terkejut dengan nada yang sedikit menaik.

Jeon Jihyun, wanita paruh baya itu mengangguk, terlihat biasa saja. Tidak merasa terkejut saat melihat anak bungsu nya menghamili orang lain.

Jungkook mendengus kecil, sebelah kakinya ia tumpu dengan kaki lainnya. "Tidak aneh, bocah itu sangat mirip dengan ayahnya." sinis Jungkook.

Jihyun hanya bisa menghela nafasnya, sebab hanya dirinya dan Jungkook saja yang mengerti atas apa yang baru saja pria itu ucapkan. Hyena, Ryujin dan Jungwon hanya bisa terdiam sebab mereka tak mengerti. Ya, nama dari pria kecil itu adalah Jeon Jungwon, adik laki-laki Jungkook, sekaligus adik laki-laki dari Hyena juga.

"Hyung, ayahku juga ayahmu." kali ini Jungwon bersuara, terlihat tak terima jika ia selalu di olok olok terus menerus oleh kakaknya, Jungkook itu selalu bersikap sinis padanya.

Jungkook hanya merotasikan bola matanya malas, sayang sekali pria kecil itu tidak tahu jika ayah mereka berbeda. Mereka hanya satu ibu saja, Jungkook mulai melirik ke arah Hyena yang terduduk di sampingnya. Tangan kekarnya mulai menyentuh surai sang istri dengan lembut.

"Langsung saja pada intinya, aku dan istriku harus beristirahat. Jadi apa yang kau inginkan setelah ini Jeon Jungwon?" Jungkook bertanya pada Jungwon, namun manik nya hanya menatap Hyena, masih dengan menyisipkan anak rambut wanita itu ke belakang telinga nya.

Jungwon menghela nafasnya, masalah yang sudah ia alami itu memang sudah cukup berat. Pihak sekolah mengatakan pada Jungkook bahwa Jungwon akan di keluarkan dari sekolah jika ia masih berhubungan dengan wanita itu. Katanya sekolah tak menerima seorang siswa yang memiliki scandal di luar sekolah.

Namun bukan Jungkook jika ia tak bisa membujuk pihak sekolah untuk kembali menerima adiknya, uang berbicara permisa. Benar-benar dunia ini bisa saling bunuh membunuh hanya untuk uang.

"Jika aku berhenti bersekolah bagaimana?"

Seketika leher Jungkook bergerak, menatap lekat ke arah adik laki-laki nya itu, kedua bahunya terangkat sejenak. "Silahkan, kau bisa saja berhenti, tapi kembalikan uang ku. Anggap saja semua sogokan pada gurumu itu hutang mu padaku."

Ryujin langsung menyentuh tangan Jungwon, wanita berbadan dua itu mulai berbisik. "Kau tidak boleh berhenti sekolah, kau harus tetap bersekolah, Jungwon."

"Sekolah sudah tidak menerima ku, aku bisa apa? jalan hidupku sekarang hanya kau. Kau, aku dan bayi kita, aku akan menikahi mu." balas Jungwon dengan tatapan serius pada sang kekasihnya itu.

Ryujin menggeleng, bagaimana bisa Jungwon berpikir sedemikian rupa. "Jika kita menikah itu akan semakin memperumit masalah, kau tahu? menikah bukan sekedar menikah asal. Kau harus siap dengan apa yang akan terjadi nanti, entah itu kebutuhan ekonomi, atau masalah diantara kita dan kedua orang tua. Kau tahu bukan bagaimana sikap orang tuaku padamu? setidaknya kau harus bersekolah, kau harus memiliki pendidikan yang tinggi, maka setelah itu kau akan mendapatkan pekerjaan yang layak. Biarlah sekarang kita tidak menikah untuk saat ini, dan bayi ini akan lahir, aku tidak apa. Aku akan menunggumu Jungwon. Kumohon."

Jungkook hanya terkekeh pelan namun tak bersuara saat manik nya melihat sebuah drama kecil dari hidup adiknya, cukup menarik.

"Tapi sayang—"

"Tolong dengarkan aku kali ini saja, ini semua demi kebaikan kita, terutama bayi kita." pinta Ryujin pada sang kekasih, sebenarnya Ryujin ingin saja menikah dengan Jungwon hanya saja pasti hal itu akan memperumit masalah, bukan hanya pada mereka berdua, tapi Ryujin lebih memperhatikan bagaimana bayinya nanti, ia tidak ingin bayinya harus hidup serba kesusahan hanya karena ayahnya tak bisa menghidupi hidupnya. Biarlah Ryujin tinggal dengan ibunya, toh katanya ibunya cukup bersedia menerimanya dan bayinya, setidaknya Ryujin memberi Jungwon waktu untuk memperbaiki diri nya nanti untuk anak dan kedua orang tua Ryujin.

𝐔𝐥𝐭𝐞𝐫𝐢𝐨𝐫 [𝐌] ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang