[MATURE]
PRIVATE ACAK FOLLOW AKUN DULU SEBELUM MEMBACA!!!
Pernahkah kalian membayangkan jika hari ulang tahun itu menjadi hari yang terburuk dalam hidupmu? Terbangun pada suatu tempat asing dengan tinggal satu atap dengan sesosok pria yang 'katanya'...
Mentari pagi mulai menunjukan sinar nya di pagi hari ini, dimana para makhluk yang tinggal di muka bumi ini tengah bersiap untuk memulai aktivitas nya di hari ini. Begitu pula dengan seorang wanita yang kini tengah terduduk didepan meja rias sembari mengoleskan lipstick pada ranum nya itu.
Ditengah kesibukan wanita itu terdapat seorang pria yang tengah berdiri dibelakang nya sambil memperhatikan gerak gerik wanita itu. "Eoh Jim?" sahut wanita itu yang baru saja menyadari kehadiran Jimin yang berada dibelakang nya.
Perlahan wanita itu memutarkan tubuhnya menghadap kearah belakang tepat dimana pria itu berada. "Sejak kapan kau disitu?" tanya nya sambil menaikan kedua alis nya.
Pria yang mendengar itu membuang nafas nya pelan. "Sekitar 10 menit yang lalu, saking sibuk nya kau tidak menyadari kehadiran ku ya?" Wanita itu tak menjawab melainkan mengeluarkan sederet deretan gigi nya pada pria itu.
"Kita berangkat sekarang?" tanya wanita itu saat melihat penampilan Jimin yang terlihat sudah siap dengan setelan jas hitam serta kemeja di dalam nya, rambut abu abu pria itu juga terlihat sudah rapih. Menurut Hyena, Jimin semakin hari semakin terlihat tampan terlebih dengan potongan rambut model underut nya serta menampilkan dahi nya itu, terlihat lebih seksi di mata nya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jimin melirik ke arah arloji hitam yang ada di pergelangan tangan sebelah kiri nya sebentar. "Kita masih ada waktu sekitar 10 menit lagi untuk berangkat." ujar Jimin lalu perlahan ia mendekat kearah Hyena.
Di jawab anggukan kecil oleh wanita itu, perlahan tangan Jimin pun bergerak menyikap helaian surai Hyena kebelakang. "Kemana tanda yang ku beri kemarin?" tanya Jimin sembari mencari tanda merah yang ada di leher Hyena.
Kedua alis Hyena perlahan menaik, tangan nya ia angkat menunjuk ke arah leher yang sudah ia tutupi dengan taburan bedak. "Disini, aku sengaja menutup nya supaya tidak terlihat mencolok." jawab Hyena enteng, tingkah Hyena itu langsung membuat Jimin menggelengkan kepalanya pelan, ia sedikit kesal karena karya nya di tutupi tanpa ada izin darinya.
"Kau tidak izin padaku."
"Memangnya harus?"
Jawaban Hyena berhasil membuat Jimin mendecak kesal, perlahan wajah nya ia majukan mendekat ke leher jenjang Hyena, sesampai nya disana ranum tebal pria itu langsung menghisap perpotongan leher Hyena yang sudah ia tandai kemarin.
Tentu hal itu membuat Hyena terkejut bukan main yang membuat ia secara refleks menahan nafasnya. "A-awh Jim apa yang kau lakukan!!" Sontak wanita itu, kedua tangan mungil nya sedang mencoba mendorong dada bidang Jimin agar menjauh darinya.
Namun sepertinya usaha Hyena hanya sia sia saja, pria itu tak terdorong sedikit pun, bibir Jimin kini semakin menghisap kuat leher Hyena yang sudah mulai menjadi sebuah candu baginya. "J-jimin hentikan!!" teriak sang pemilik leher sebab sudah mulai terasa perih karena ulah pria itu.
Setelah di rasa puas Jimin akhirnya menghentikan aksinya itu, wajah nya perlahan ia mundurkan dari perpotongan leher Hyena. Mata nya kini menatap lekat wajah cantik Hyena yang terlihat sedang mengambil alih nafasnya yang tertahan tadi.