Selamat malam Miskah🤪
Siap untuk berpisah sampai di sini?
Bacanya pelan-pelan aja, jangan terburu-buru dan cari waktu senggang. Semoga akhir yang baik ya ...🥺
Kangen, absen dulu yaa spam emot love hitam yang banyaaak.
Siap meramaikan komen di setiap paragraf untuk Epilog?
SELAMAT MEMBACA TEMAN-TEMAN!
HAPPY STORY
•••
Maka pada akhirnya, kami semua akan mendamaikan hati masing-masing dan seolah menutup mata atas kejadian lalu. Kami semua, beranjak pada usia untuk menelusuk tempat yang paling tepat.
•••
Ini, bukan bab penutup.
Ini juga, bukan akhirnya.
Apalagi, tentang selesai.
Bukan. Ceritaku tidak ada habisnya, sampai aku pulang ke tempat paling nyaman. Ceritaku, akan terus berjalan layaknya air yang mengalir, bersama waktu dan segala hal yang akan kujumpai satu per satu.
Berat rasanya, menghentikan ceritaku yang begitu panjang di sini. Tapi aku harus melakukannya karena menurutku sudah semestinya kalian berhenti terpaku di sini. Aku, harus bergegas meninggalkan kalian untuk menjelajahi kehidupan baruku dengan fokus. Tapi percayalah, kalian semua tetap ada di hatiku.
Banyak sekali kecewa, tapi juga ada senangnya. Dari sini, aku belajar banyak sekali hal yang membuatku semakin siap untuk melawan dunia bersama keluarga kecilku.
Sekarang, aku adalah seorang Ibu yang berdiri dari banyaknya pilu tapi tetap berusaha mampu. Juga aku adalah seorang istri yang mendampingi dari perih perjalanan kisah. Setiap yang terjadi di sini, petik satu pelajaran baik kemudian buang yang buruk.
Sekarang tepat pukul dua siang di hari Sabtu. Aku duduk di lantai balkon kamar ditemani sepiring mangga dan segelas susu hangat sendirian. Anakku, baru saja terlelap dalam mimpi tidur siangnya. Dan suamiku, tengah berkutik dengan kuliahnya.
Tanganku sedari tadi tidak henti-hentinya bergerak lihai menulis di atas kertas bersampul pink muda menceritakan segala hal yang masih menempel lekat dalam ingatanku.
Semuanya memang belum jelas. Masih ada yang buram dan perlu kubenahi. Tapi aku percaya, bahwa aku bisa menyelesaikannya suatu saat nanti.
Ayah dan Ibuku sekarang, berlaku sebagaimana orang tua pada umumnya. Yang menanyakan kabar dan kadang iseng menelepon untuk sekedar basa-basi. Dia menyesal ya? Tidak. Tidak ada yang perlu disesali. Karena kita akan terus dalam tahap proses belajar. Orang tua, sekali pun.
Seandainya jika aku tidak bertemu dengan kenyataan ini, maka semua yang buram tidak mendapat jawab kan? Aku, tetap saja dituduh dan jauh dari orang tuaku. Ibuku pun akan pasti tidak pernah ingat bahwa ia masih memiliki Ibu juga.
Intinya, banyak hal yang membaik setelah kejadian ini. Meski aku terluka, tapi aku tidak sendirian kan? Ada Alvaro yang siap menemani dan menjadi sandaran kala aku merasa lelah akan semua yang terjadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
HAPPY STORY [SUDAH TERBIT]
RomanceNovel Happy Story sudah bisa dipesan! Ikutan juga Pre-order keduanya pada tanggal 18 Januari 2022. Semua berubah ketika aku dinyatakan : hamil. Kenyataan pahit itu harus kuterima walau sakit yang mendalam. Namun, semua kembali berubah ketika dia, m...
![HAPPY STORY [SUDAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/219210002-64-k723781.jpg)