SELAMAT ULANG TAHUN

66.4K 4K 2.3K
                                        

Boleh aku minta sapaannya? Kangenn nih biasanya minta absen hahahah.

Hai, apa kabarnyaaaa?

Hari ini aku sedang senaaang sekali. Pokoknya senang aja gituuu. Hehehe. Mungkin karena bisa kembali ke sini untuk disapa lagi.

Ini bukan extra part dari ceritaku. Ini bab khusus yang akan kuberi sebagai perayaan hari ini. Hari di mana aku menitikkan air mata kala menyadari seorang bayi berjenis kelamin perempuan lahir ke dunia dengan selamat dan sehat.

Ya, hari ini anakku yang katanya dia sendiri 'cantik banget' itu menginjak usia dua tahun.

Sebenarnya banyak yang masih belum jelas mengenai Epilog kemarin. Cuma aku bingung dan memang dengan niat penuh akan kasih bonus bab untuk dibaca. Tapi mengenai hal ini, sepertinya aku harus angkat bicara. Aku nggak mau Alvaro jadi marah karena salah sangkanya kamu. Karena ini menyangkut dirinya.

Aku bukan menjatuhkan nama Alvaro dan keluarganya ya. Tapi memang adik Papah itu pindah agama saat menikah dan keluarganya jadi beragama Kristen. Sehingga keluarga besar Alvaro itu tidak satu agama. Sekali lagi, aku bukan menjatuhkan nama baik keluarga mereka ya. Ini hanya pendapatku supaya nanti jangan menjatuhkan Alvaro.

Memang keluarga Alvaro meski pun Islam tapi jauh dari kata iman yang kuat. Mereka masih melakukan hal yang dilarang dan tidak menunaikan kewajiban. Terkecuali solat Ied dan praktek solat pelajaran agama di sekolah. Bahkan sudah menikah denganku saja dia tidak pernah ikut dan mau untuk ibadah bersamaku. Sudah ada yang bisa menyimpulkan sampai di sini?

Nah dan kemarin itu adalah solat isya ketiganya setelah dua hari lalu kuajak ibadah dan itu pun awalnya dia diam dan kelihatan ragu. Dia bilang, hampir seluruh doanya sudah lupa. Dan ia merasa kucil untuk kembali ibadah. Ya, kamu mengerti lah bagaimana rasanya seorang hamba yang sudah lama sekali tidak ibadah dan kini ia mau melakukan itu lagi. Rasanya berbeda. Malu rasanya sama Tuhan.

"Kamu tuh udah jadi Bapak tahu." Dari kalimat itu lah dia mengangguk menyetujui ajakanku dan belajar menghapal lagi. Rasanya senang sekali bisa saling memberi tahu di usia muda tapi sudah sama pasangan hidup. Ah, coba deh rasain juga kayak gini. Seruuu.

Kuperjelas ya. Alvaro sehat wal'afiat sampai detik ini! Dia sehat. Posisinya sekarang lagi merokok di balkon. Jelas ya.

Kamu tahu nggak, saat aku kasih tahu dia mengenai banyak yang mengira dia mau meninggal itu responnya malah ketawa geli. Dia nyeletuk, "Pada pea dah! Pada sedih nggak Sa tapinya?"

Aku menjawab, "Ya, pada sedih. Pada nggak mau kamu meninggal dulu. Soalnya kan mau punya anak yang kedua."

"Pasti! Aku yakin sih pada sedih. Secara aku kan orang tampan kaya raya baik hati dan tidak sombong! Jadi mereka nggak mau kehilangan. Sampein Sa ke mereka. Aku sayang mereka karena udah pada sedih takut aku mati!" Dah tuh, aku sudah tulis di sini ya. Udah disampaikan berarti.

Lalu, kenapa dia menangis menyebut nama Bunda? Alasannya sangat mengejutkan mungkin. Dan saat itu juga hatiku teriris. Papah dikabarkan menjalin hubungan dengan perempuan lain yang seumuran dengannya dan empat hari yang lalu sebelum aku datang berkunjung ke rumahnya, Papah bilang ingin menikah lagi dan meminta persetujuan dari Alvaro. Sudah, tidak perlu kujelaskan bagaimana reaksinya. Intinya, dia marah.

Tapi apa daya? Apa Alvaro akan terus tega melihat Papah merasa sendiri terus? Kelihatannya juga perempuan itu baik dan keibuan. Punya anak dua, laki-laki semua. Suaminya juga meninggal, tapi akibat sakit bukan kecelakaan. Namun sampai detik ini belum ada kabar lagi bagaimana kelanjutannya. Papah dan dia masih ingin menjalin hubungan seperti pacaran lah gitu. Sama-sama harus bersiap matang. Doakan yang terbaik aja.

HAPPY STORY [SUDAH TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang