Menuju 5k readers... mungkin biasa aja menurut kalian tapi ini bikin aku seneng sumpahhhh🥰
Alhamdulillah😇
Semoga selalu sukaaa😁
Selamat membaca dengan senang hati🤗
•
•
Aku termenung di depan jendela kamar yang menampilkan awan biru tua ditemani dengan suara kokok ayam juga kicauan burung yang baru saja melintas di depanku. Ucapan Alvaro kemarin malam berhasil membuat jantungku tak kuasa berhenti berdebar. Kalimat singkat yang baru kudengar begitu romantis dan lembut membuat hatiku membuncah. Tentu, itu kalimat indah yang membuat mimpi malam hariku juga ikut indah.
Aku menoleh ketika mendengar suara selimut bergesekan. Seulas senyum kembali merekah ketika menatap punggung kekar itu di pagi hari. Betapa bersyukurnya jalan hidup yang kukira akan rumit di masa depan.
Aku benar-benar mencintai laki-laki itu.
"Udah mandi?" tanya Alvaro dengan suara khas orang bangun tidur. Alvaro menghampiriku sambil mengucak-ucak matanya.
"Udah. Kamu mau mandi sekarang?" Alvaro menoleh ke arah jam dinding. Masih pukul setengah lima pagi.
Alvaro menggeleng. "Ntar, masih dingin banget."
Aku mengangguk, kemudian meraih teh panas di meja rias. "Nih, minum dulu."
"Tumben amat," katanya kemudian meraih cangkir teh.
Aku menoleh ketika ponselku berdering dan tertera nama Sofi di sana. Dia bilang bahwa kita akan berangkat pukul tujuh pagi dan kumpul di salah satu kafe. Setelah selesai menelepon, aku beralih merapikan kamar kemudian mengganti pakaian.
Di saat aku merapikan kasur, tiba-tiba ponsel Alvaro berdering. Aku menoleh ke arah kamar mandi dan Alvaro belum juga keluar. Aku beranjak ke meja belajar kemudian meraih ponselnya. Ricca yang menelepon.
"Lagi mandi dia."
"..."
"Ada yang mau disampein?"
"..."
"Oh, yaudah. Oke."
Alvaro keluar dengan telanjang dada. Aku sempat melihat, namun segera kualihkan pandangan ke media lain. Sebenarnya sah-sah saja. Tapi, rasanya tetap tidak enak.
"Tadi Ricca nelfon. Trus aku angkat."
"Ngomong apaan dia?"
"Katanya nggak jadi,"
"Oh."
"Kamu nggak penasaran dia mau ngomong apa?"
"Nggak."
"Masa? Aku aja penasaran,"
"Itu mah lo nya aja yang kepoan." Aku mendelik, kemudian menghampirinya.
Alvaro menggunakan celana hitam dipadu dengan kaus polos putih. Aku tertawa ketika menyadari hari ini aku juga menggunakan baju dengan warna yang sama. Celana hitam dan kaus putih.
"Kita bajunya sama masa Al," ucapku. Sontak Alvaro menoleh ke arahku. Dia tertawa juga.
"Lah iya ya," jawab Alvaro sambil tertawa juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
HAPPY STORY [SUDAH TERBIT]
Storie d'AmoreNovel Happy Story sudah bisa dipesan! Ikutan juga Pre-order keduanya pada tanggal 18 Januari 2022. Semua berubah ketika aku dinyatakan : hamil. Kenyataan pahit itu harus kuterima walau sakit yang mendalam. Namun, semua kembali berubah ketika dia, m...
![HAPPY STORY [SUDAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/219210002-64-k723781.jpg)