Zana & Roy

1.5K 48 3
                                        


Khusus untuk riders setia Me & Docter gue kasih sequel Zana, semoga suka terima kasih ...

✨✨✨

"Ashadya farzana marcellino, lima tahun lalu gue berjanji nikahi elo. Apa Lo masih inget?. Sekarang lima tahun sudah berlalu seperti janji gue lima tahun lalu, hari ini gue ingin menikah sama Lo." Kata seorang pria naik ke podium

"Apa? Lo..apa barusan Lo bilang?" syok Zana sangat syok mendapati lamaran dadakan di tengah ramai orang.

"Gue serius mau nikah sama Lo begitu juga perkataan gue lima tahu lalu, bukan sekedar lelucon apalagi menggoda elo." Kata pria itu tidak lain Roy

"Bagaimana bisa..gue aja gak kenal elo" kata zana

"Memang Lo gak kenal gue dan lupa sama gue tapi gue sangat mengenal elo lebih dari elo mengenal diri elo sendiri. Jelas elo tidak ingat gue karna kita baru pertama kali bertemu di taman tempat biasa Lo duduk"

"Itu Lo!..pemuda bandeng main nyosor duduk di tempat gue dan mengatakan hal aneh.." Zana sekarang inget siapa nih orang tapi kalimat terakhir nya Zana berkata sangat pelan

Saat Roy berjanji mau menikahi dia saat itu dia tidak percaya juga jantung nya berdegup kencang saat itu tapi Zana berusaha menepis nya berkata pada dirinya ini hanya lelucon. Siapa yang menduga Roy serius sama janjinya dan dia bahkan lupa tentang ini

"Gue tahu tindakan sembrono saat itu, tidak salah bagi Lo menganggap itu lelucon seorang pemuda yang ingin berkenalan sama Lo. Asal Lo tahu gue udah suka sama sejak pertama kali kita mendaftar SMA, apa Lo inget orang yang nabrak elo saat itu?" Tanya Roy

"Ya..orang itu elo.." tanya Zana ragu pasal nya dia tidak melihat jelas siapa orang yang nabrak dia

"Itu gue, di taman, perpus, kantin, dan terakhir Lo liat gue panjat tembok samping saat itulah Lo tahu gue bukan murid sekolah Lo tapi tetangga sekolah Lo." Kata Roy mengenang semua pertemuan sengaja dia dan Zana

Zana mengangguk menanggapi yang dikatakan Roy, saat itu emang ada seorang pemuda yang selalu datang ketika dia dalam masalah dan menolong nya, dia pikir Roy adalah penguntit jadi dia risih dan berusaha menghindar setiap kali melihat nya sampai hari itu dia tahu Roy murid sekolah tetangga mereka.

"Yang perlu Lo tahu gue juga malu ketahuan sama elo yang ternyata bukan murid sekolah elo jadi gue tidak menemui elo lagi dan memahami perasaan apa yang gue rasakan buat elo.

Hari pertama kita bertemu lagi gue udah memahi perasaan gue ke elo maka nya gue beranikan diri buat bertemu elo secara langsung. Gue jatuh cinta sama elo, maka dari itu gue mengambil keputusan berani ingin menikahi elo karna gue takut elo di ambil orang lain."

"Ashadya farzana marcellino, maukah  Lo menikah sama gue, belajar mencintai gue, berbagi hidup sama gue dan gue berjanji akan melakukan apapun buat elo agar Lo bahagia bersama gue" Roy turun dari podium berlutut depan Zana sambil membawa kotak cincin.

Orang tua Zana , orang tua Roy bersama yang lain berkumpul untuk menyaksikan penyatuan cinta anak muda sejak masa SMA mereka.

Gerakan yang Roy lakukan membuat Zana tidak tahu harus berbuat apa, di  satu sisi dia bingung harus apa dan disisi lain ada perasaan bahagia Roy menepati janji lima tahun lalu. Jika boleh jujur Zana sangat berharap saat Roy berjanji menikahi dia saat itu.

Sekarang Roy menepati janji nya bukan itu saja dia mengungkap semua perasaan nya di hadapan semua orang termasuk orang tua mereka.

Di perhatikan Roy yang masih berlutut di depan nya tidak ada keraguan di matanya selain kasih sayang dan beralih menatap orang tuanya yang juga sangat berharap dia menerima nya.

'bukankah ini impian gue sejak dulu, seseorang datang melamar gue di depan banyak orang dan bukan karna perjodohan orang tua gue.'

Menutup kedua matanya menenangkan debaran jantung nya berdegup kencang semakin bikin dia gugup. Setelah mengambil keputusan zana perlahan membuka matanya
"Ya..gue mau belajar mencintai elo dan berbagi hidup sama elo tapi ada syaratnya.." kata Zana menatap nya

"Katakan apa syarat nya gue janji bakal melakukan nya sekali pun nyawa gue taruhan nya" kata Roy bukan sekedar omong kosong tapi dia sangat bertekad.

"Lo langsung setuju tanpa tahu apa syarat gue?.." tanya Zana tidak percaya

"Apapun yang Lo minta gue tidak ragu untuk melakukan nya."

"Gag waras Lo..gue harap Lo gak nyesel nantinya" kehilangan kata Zana jadi kesel.

"Ya gue tidak waras karna terlalu mencintai elo"kata Roy tersenyum evil.

"Syarat gue Lo Adu tanding dengan keluarga gue terutama Lo harus bisa menang dari nyokap gue"

"Encok donk pinggang mama nanti , mau kamu urut nya" kata chia di samping Zana

"Sok encok, tiap hari main kuda-kudaan bareng papa gak encok tuh" ceplos Zana santai

Plak..
"Aww" Zana meringis di geplak mama

"Anak sialan bikin malu aja buka aib depan banyak orang..awas aja nanti setelah kamu nikah mama bales kamu" seru chia Sanga malu mana lagi mereka semua tertawa dan tersenyum sendiri

Sangat memalukan..awas aja sampai rumah tak kasih pelajaran' keluh chia

"Oke.." kata Roy meraih tangan Zana dan menyematkan cincin di jari manis nya lalu giliran Zana memakai kan cincin Kejari Roy di sambut tepuk tangan dari mereka yang hadir.

Roy menarik Zana dalam pelukannya dan mencium keningnya.
"Terimakasih.." bisik Roy

Keduanya mendapatkan ucapan selamat dari para tamu undangan ulang tahun perusahaan orang tuanya sekaligus acara lamaran dadakan Roy . Untung semua berjalan baik Roy sangat bahagia sekarang, tadi nya dia sangat gugup takut di tolak Zana depan banyak orang di acara sang ayah dan mempermalukan keluaga nya.

Acara selanjutnya bebas Zana dan Roy bergabung dengan teman masa SMA mereka yang juga hadir di sana. Sedangkan orang tua mereka membahas tanggal pernikahan mereka.

Di ujung acara orang tua Roy mengumumkan tanggal pernikahan mereka yang sudah di tetapkan satu bulan dari sekarang, ini tidak terlalu cepat menurut Zana.

Karna kebiasaan di keluarga mereka pernikahan paling cepat dan tidak terencana kan waktu kak sha dan kak Dastan menikah. Keduanya justru korban penculikan sang mama dan mama kak Dastan.

Bersyukur dia tidak senasib kakak nya itu tapi tetap aja apa yang di lakukan Roy hampir sama dengan mama nya setidaknya Roy kasih Zana waktu lima tahun untuk semua nya.

Apa ini pilihan yang tepat hanya waktu yang dapat menjawab nya.

Me and Docter ( Seri Ke-2 MLH)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang