•••
Matahari terbenam, Nita, perempuan itu hanya diam memandangi Televisi yang ada di hadapanya dengan tatapan kosong. Dirinya tengah berfikir kenapa Raffa, suaminya belum juga pulang.
Pandangan Nita beralih kepada jam yang tertampang di atas televisi nya.
Sedangkan mamanya sendiri sudah pulang kerumah dan beristirahat di kamarnya.
Sebenarnya Nita ingin sekali tinggal berdua dengan Raffa. Agar rumah tangganya tidak tercampur oleh orang tuanya, apalagi yang di takuti adalah jika dirinya dan Raffa sedang bertengkar, seperti sekarang. Walaupun rumah ini besar, pasti ada rasa takut jika mamanya mengetahui pertengkaran itu.
"Kemana sih Raffa," guman Nita melihat jam yang menunjukan pukul 20:18.
Saat mendegar dencitan pintu terbuka, cepat- cepat Nita bangkit dari selonjorannya lalu berlari kecil ke arah pintu utama.
Nita melihat Raffa lekat, sedangkan yang di tatap hanya diam dan pergi begitu saja. Melewati dirinya.
Nita yang kesal dan seperti tidak di hargai pun langsung maju di hadapan Raffa, dirinya mengalungkan tanganya di leher Raffa, membuat Raffa menatap Nita terkejut.
"Jangan tinggalin gue." Pinta Nita lalu memeluk Raffa erat.
"Lepas," pinta Raffa.
Nita menggelang, dirinya justru malah memeluk Raffa lebih erat.
"Lepas!" Ucap Raffa lagi.
Nita hanya diam dan meletakan kepalanya tepat di dada bidang Raffa.
"LEPAS NITA!" Bentak Raffa.
Pelukan itu terlepas begitu saja, Nita menatap Raffa dengan tatapan pedih.
"Lo bentak gue?" Tanya Nita menjauhkan dirinya dari Raffa.
Raffa hanya diam, ia masih setia dengan tatapan datarnya. "Seharusnya lo sadar, perbuatan lo itu kaya bitch."
Nita langsung mendongkak menatap Raffa geram. "GUE ISTRI LO BANGSAT!" Nita membalik bentak Raffa.
Raffa yang acuh pun meninggalkan Nita.
"LO BRENGSEK RAFFA!" sambungnya lagi.
"Dan gue, gak jauh beda dari lo." balas Raffa dengan santai.
Nita meremas ujung soffa dengan erat, bibirnya bergetar menahan tangisnya.
Tangis Nita pecah, dirinya pun berlari ke arah kamarnya.
Mungkin jika mamanya tau Raffa tidur di kamar tamu, mungkin mamanya akan menatap keduanya penuh curiga.
Sesampainya Nita di kamar, Nita langsung mengunci kamarnya dan berjalan ke arah meja rias. Dirinya langsung menghempaskan berbagai macam benda yang di letakan di atas meja rias itu.
"Lo jahat!"
••
Keesokan harinya, Nita tidak keluar kamar, apalagi melihat matanya yang bengkak akibat menangis semalaman.
Lagian juga hari ini dirinya tidak ada matkul jadi bebas tanpa ke kampus.
Nita terus membulak baliki badannya mencari posisi nyaman. Namun Ketokan kamar, mampu membuat dirinya kelimpungan, dirinya tau pasti itu mamanya.
"Bentar mah," ucapnya.
Pintu kamar pun terbuka menampilkan mamanya yang sedang menyeret koper besar, membuat Nita mengerutkan kening.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nerd Husband
Short StoryGenre: General Fiction ••• Menikah dengan Pria yang Introvert berpakaiannya saja sudah seperti orang yang selalu ingin di Bully. Bagaimana keselanjutan pernikahan ini? Apa berjalan dengan baik atau sebaliknya. Rank. #01 Nita 29.04.2021 #07 Berub...
