•••
"Raffa, bangun nak." panggil Acha berusaha membangunkan Raffa dari tidurnya.
Suara Acha membuat Raffa terbangun dan menatap sekelilingnya dengan mode linglung.
"Kamu kenapa tidur disini sayang?"
"Eh-" seingat dirinya, semalam Nita meminta untuk dirinya memasak, tapi kenapa dirinya bisa ketiduran disini, apa Nita tidak membangunkannya?
"Raffa ketiduran mah,"
"Oalah, yasudah kamu masuk kamar gih, lanjut tidur di kamar," Balas Acha yang membuat Raffa menganguk.
"Iya mah."
Raffa berjalan ke kamar Nita, sesampai di depan kamar Nita, Raffa sedikit menghela nafas sedikit kesal.
Kenapa Nita begitu jahat kepada dirinya?
Raffa masuk ke dalam kamar Nita, dirinya langsung menatap Nita yang tertidur pulas.
Raffa yang sudah tidak mengantuk pun langsung membuka laptop dan kembali mengerjakan makalah kuliahnya, yang belum sempat ia selesaikan.
Suara rintihan terdengar di telinga Raffa, ia menengok ke arah Nita yang meringkuk sambil menyentuh perutnya, menggunakan kedua tanganya.
"Sakit," rintih Nita dengan mata terpejam.
Raffa yang melihat Nita kesakitan langsung menghampirinya dengan wajah panik.
"Kamu kenapa?"
"Perut gue sakit,"
Raffa terdiam, ia binggung harus bagaimana.
"Ngapain lo diem aja! Sini bantuin gue,"
"Bantu apa?" tanya Raffa yang membuat Nita geram setengah mati.
"Usapin perut gue!" Nita sudah cukup kesakitan dengan perutnya, ia menangis seraya memejamkan matanya.
Suara tangisan dan rintisan yang berasal dari mulut Nita pun berenti. Raffa menatap Nita dan berkata pelan. "Masih sakit?" tanya Raffa seraya memijat pelan perut Nita. Pandangan Raffa tiba tiba jatuh kepada seprai yang terdapat noda berwarna merah darah.
Ia mulai berfikir apa Nita datang bulan?
"Kamu dateng bulan?" tanya Raffa pelan.
Nita yang mendegar penuturan Raffa pun kembali membuka matanya dan menatap kalender yang ada di samping narkas mejanya.
"Aaaaa, Gue masih ngantuk,"
"Kamu ganti dulu, abis itu tidur lagi," ucap Raffa seraya melepaskan tangan nya yang berada di perut Nita.
"Gendong gue."
Raffa membulatkan matanya, mana mungkin dirinya mengendong Nita yang sedang bocor? Apa darah itu akan mengenakan bajunya? Pikir Raffa walaupun dirinya tidak merasa jijik.
Nita yang sudah tau pikiran Raffa pun langsung mengeplak tangan Raffa, sampai Raffa tersadar dari lamunan nya.
"Darah mens gue gak bakalan nempel di baju lo!"
Ucapan Nita, membuat Raffa membulatkan mata nya, mengapa Nita bisa tau isi pikirannya?
Ia berjongkok di hadapan Nita, Nita langsung mengalungkan tangannya di leher Raffa, Raffa pun menahan kaki Nita agar Nita tidak jatuh ke lantai.
Sesampainya di depan kamar mandi Raffa menurunkan Nita, bukannya turun, justru Nita malah terdiam nyaman di dalam gendongan Raffa.
"Nita, kamu ganti dulu," ucap Raffa dengan nada lembut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nerd Husband
Historia CortaGenre: General Fiction ••• Menikah dengan Pria yang Introvert berpakaiannya saja sudah seperti orang yang selalu ingin di Bully. Bagaimana keselanjutan pernikahan ini? Apa berjalan dengan baik atau sebaliknya. Rank. #01 Nita 29.04.2021 #07 Berub...
