Genre: General Fiction
•••
Menikah dengan Pria yang Introvert berpakaiannya saja sudah seperti orang yang selalu ingin di Bully.
Bagaimana keselanjutan pernikahan ini? Apa berjalan dengan baik atau sebaliknya.
Rank.
#01 Nita 29.04.2021
#07 Berub...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•••
11:10 Nita berjalan menelurusi korindo kampus dengan wajah biasa, tidak ada senyum yang ia pancarkan, hanya muka datar serta lirikan sinis yang membuat mahasiswa atau mahasiswi yang melihat Nita langsung menunduk enggan mau menatap dirinya.
Sikap ini bukan menunjukan sikap sok kuasa atau ingin ditakutin oleh mahasiswa di sini. Memang begitu tampang Nita, ia akan terus tersenyum jika dirinya bersama Raffa dan teman temannya.
Hanya itu.
Dering ponsel Nita berbunyi, membuat sang empu memberhentikan langkahnya. Ia mengerutkan kening disaat Naya menelponnya.
"Hallo Nay,"
"Hallo Nit, tolong absenin gue ya, hari ini gue ngga masuk kelas," kata Naya dengan nafas yang memburu.
"Dasar lo! Udah tau mau Sidang masih aja bolos," balas Nita.
Padahal dirinya yang sering bolos.
Nita menjauhkan ponselnya dari telinganya disaat Naya tidak kembali berkata. Selang beberapa menit, Nita memang tidak mematikan sambungan telponya dengan Naya, ia mendudukan dirinya beberapa kursi yang ada disekitar dirinya.
Nita mengerutkan kening di saat mendegar suara desahan dari sambungan telpon Naya.
"Ahh raff, pelan-pelan." Suara desahan terdegar di telpon yang masih tersambung.
Nita terdiam sesaat, pikiranya sedang kemana mana.
"Positif thingking Nita!" Ucapnya dalam hati.
"Ughh--sakit Fa."
Nita yang mendegar lenguhan dari telpon itu langsung mematikan sambungan dengan Naya lalu membuang nafas pelan.
"Lo kenapa sih Nay," guman Nita mengigit bibir bawahnya, jujur ia khawatir dengan keadaan Naya.
"Faa, siapa?"
Satu nama terlintas di benak Nita, buru-buru Nita berlari ke kelasnya.
Tepat sasaran di saat melihat Jessi yang lagi mengobrol dengan teman kelas mereka, Nita langsung berjalan ke arah Jessi dan menarik tangan Jessi.
Nita menggeleng pelan, ia menjongkokan dirinya sambil meremas rambutnya sendiri.
"Tadi--" Nita berfikir sejenak apa harus ia menceritakan semuanya kepada Jessi yang tadi ia dengar? Yang Nita takutin saat ini, takutnya ia salah dengar apa yang ada di dalam sambungan telfon itu.