Genre: General Fiction
•••
Menikah dengan Pria yang Introvert berpakaiannya saja sudah seperti orang yang selalu ingin di Bully.
Bagaimana keselanjutan pernikahan ini? Apa berjalan dengan baik atau sebaliknya.
Rank.
#01 Nita 29.04.2021
#07 Berub...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Menunggu dokter keluar dari ruangan operasi, membuat Raffa terus meracau menyalahkan dirinya sendiri, membuat isak tangis Jessi dan Naya terus hadir.
"Raffa! Lo bisa tenang gak sih! Bukan lo doang yang takut, gue sama Jessi juga takut Nita kenapa-napa." Ucap Naya kesal.
Raffa terkekeh kecil dengan tatapan yang sulit di artikan. "Kalo gue tau Nita bakalan terluka, gue nggak bakalan buat rencana sialan ini!"
"Hiks---gue yakin Nita kuat," tambah Jessi yang menangis di pelukan Naya.
Raffa yang melihat mamanya serta papanya, l berlari ke arahnya membuat Raffa langsung memeluk Santi sang Mama.
"Mah--Nita." Lirihnya.
Santi sang Mama menerima pelukan Raffa mengusap punggung Raffa pelan, mencoba menenangkannya. "Kamu kuat ya sayang, Nita gapapa, dia gadis yang kuat."
"Ini semua salah Raffa mah."
Baru saja sang papa ingin berkata tapi dirinya malah di bukam oleh Acha. Mama Nita.
"IYA! INI SEMUA GARA- GARA KAMU RAFFA! DARI AWAL MAMA BELUM PERCAYA SERATUS PERSEN KALO NITA DI BAWA SAMA KAMU!" Ucapan Acha membuat Raffa melepaskan pelukan Santi perlahan demi perlahan.
Tubuh Acha menyender ke tembok.
Apa ia harus kehilangan seseorang yang ia sayangin lagi? Batin Acha tak kuat.
Naya yang melihat Mama Acha bersimpuh pada tembok pun langsung menghampirinya dan memeluk Acha erat.
"INI SEMUA GARA- GARA KAMU RAFFA!" teriak Acha lagi.
"Mah udah, ini dirumah sakit," kata Naya.
Raffa berjalan ke arah Santi, tubuhnya jatuh di depan Acha, seperti bertekuk lutut.
"Mah-Raffa minta maaf," ucap Raffa seraya menghapus air matanya kasar.
"Kalo kamu gak bisa jagain Nita, berikan lagi ke Mama! BILANG RAFFA!" Bentaknya serta tangisan.
Sementara Santi dan Agus sama sama menatap Raffa dengan tatapan lirih.
"Bukan Raffa yang gak becus ngurus Nita, tapi kamu Acha!" Ucap seorang wanita paruh baya di susul dengan gadis yang terisak menangis.
"Nina." Lirih Acha dengan tubuh bergetar.
"Harus mendegar kabar seperti ini kamu rela langsung terbang dari Belanda ke jakarta? Ibu macam apa kamu? Di saat Nita menangis meraung memanggil kamu agar tidak pergi, tapi apa respond kamu?" Lanjut Nina dengan air mata yang sendari ia bendung.