Bagian 32

22.9K 1.4K 9
                                        

Jangan lupa Vote, maksa bro.

•••

Di seperjalanan rumah baru yang sekarang Raffa dan Nita akan tempati, Nita hanya diam memandang jalan dengan tatapan sulit diartikan, sedangkan Raffa sendiri fokus menyetir, tanpa memperdulikan keberadaan Nita.

Nita menoleh sebentar ke arah Raffa, Nita ingin bertanya kepada Raffa, apa Raffa telah ijin terlebih dahulu ke ke mamanya?
 
"Gue udah ijin sama Mama Acha kalo kita pindahan hari ini." ucap Raffa tanpa menoleh ke arah Nita.
 
Nita menoleh ke arah Raffa dengan tatapan terkejut.
 
Raffa bukan Dukun kan? yang bisa baca pikiran dirinya.
 
"Lo udah ijin sama Mama Santi?"
 
Raffa memberhentikan mobilnya di pinggir jalan dan menatap Nita kesal.
 
"Gue udah ijin Nita, lebih baik lo tidur, masih ada sejam lebih buat nyampe," kata Raffa geram.
 
Nita bersedekap dada sambil mengerucutkan bibirnya.
 
"Yaudah jalan!" balas Nita ketus yang membuat Raffa menghela nafas sabar.
 
Butuh 2 jam lebih untuk sampai di rumah baru mereka, kini Nita menatap takjub rumah yang ada di depanya dengan wajah yang menahan kegirangan.
 
Bagaimana tidak girang kalo yang ia lihat adalah rumah yang begitu Elegan dan Simple. Mengapa Raffa pintar sekali mencari rumah seperti ini, tidak jauh dari kampus lagi. Yang paling Nita senang adalah banyak anak kecil yang bermain Sepeda, walaupun ini model perumahan tapi jauh sekali dengan rumah Mamanya. Rumah mamanya sama sekali tidak pernah ada yang keluar rumah, rata rata yang menepatin perumahan Mamanya ialah orang orang yang sibuk dengan kerjaanya.
 
Di sisi lain Raffa yang sedang mengeluarkan koper pun menoleh ke arah Nita yang sekarang memendangin rumah yang dari dulu ia desain sendiri.
 
"Lo gak ada niat buat bantuin gue?" lontaran yang berasal dari mulut Raffa membuat Nita langsung menoleh cepat ke arah Raffa sambil terkekeh kecil.
 
Nita menganguk dan berlari kecil ke arah Raffa yang sekarang menyeret dua koper. Nita mengambil alih koper yang ada di tangan Raffa ia membawa masuk duluan ke pintu utama yang sudah terbuka.
 
Nita kembali terpesona atas barang barang yang ada di dalam rumahnya, begitu Estetik dengan warna yang cocok menghiasi Cat di dalam rumah ini.

Nita yang melihat Raffa berjalan duluan pun langsung mencekal lengan Raffa dan menatap Raffa senang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Nita yang melihat Raffa berjalan duluan pun langsung mencekal lengan Raffa dan menatap Raffa senang.

"Kenapa," binggung Raffa menatap tanganya yang sekarang di cekal oleh Nita.
 
"Gue suka sama rumahnya,"ucap Nita.

"Syukur, kalo lo suka," balas Raffa lalu berjalan ke pintu yang bertuliskan kata.
 
Room Raffa & Nita
 
"Berarti sekarang kita sekamar dong?"
 
Nita tersenyum gemas, mengikuti Raffa yang masuk ke dalam kamar mereka.
 
Di saat Nita membuka jendela, angin tiba tiba menerpa wajah damai Nita, membuat Raffa yang tadi sedang meletakan beberapa buku, beralih menatap Nita yang wajahnya di terpa angin, membuat rambut Nita mengikuti arah angin tersebut.
 
Nita menoleh ke arah Raffa dengan senyumnya.
 
Ia mendudukan dirinya di samping Raffa yang sekarang sudah mengalihkan tatapanya kembali kepada buku-buku.
 
"Raffa--liat sini deh," pinta Nita.
 
Raffa menoleh ke arah nita dan begitu dirinya terkejut di saat Nita.
 
cup.
 
Nita mencium Raffa tepat di bibir Raffa, lagi-lagi Nita yang mencium Raffa duluan.
 
Nita melepaskan kecupan itu lalu terkekeh sebentar saat melihat wajah Raffa yang seperti kepiting rebus. "Makasih banyak, gue suka sama rumah ini."
 
"Ck, kurang lama," Guman Raffa tanpa sadar.
 
Raffa kembali menegakan tubuhnya. "Udah berapa kali lo ngomong kaya gitu?"
 
Nita pun mengkat jarinya lalu mengangkat jarinya Dua. "Dua kali."
 
Raffa kembali berdecak dan bangkit dari duduknya. "Lo mandi abis itu beresin pakaian lo," suruh Rafffa.
 
Nita menganguk meletakan Tas nya. Nita yang ingin melepaskan sweter yang ia kenakan pun langsung menutupnya lagi di saat Raffa berkata.
 
"Lo gila? Mau buka baju disini?"omel Raffa saat melihat Nita yang ingin membuka sweternya dan menampakan tanktop hitamnya.
 
Nita terkekeh ke arah Raffa sambil menghampiri raffa.
 
"Gue kan istri lo," Goda Nita dengan jemari yang mengelus dada bidang Raffa.
 
"Owh yah?" balas Raffa dengan senyum sinisnya.
 
Raffa menjatuhkan barang ia yang gengam dan menarik pinggang Nita untuk mendekat kepada dirinya.
 
Niatnya Nita ingin menjaili Raffa, tapi kenapa sekarang ia yang malah kemakan karma.
 
"Raffa,"panggil Nita yang sudah ketar- ketir.
 
Tangan Raffa terulur menyentuh leher Nita dengan gaya seksual. Membuat Nita menahan Gairah yang menjalar di seluruh tubuhnya.
 
Lagi-lagi Nita terdiam setengah mati. Ia ingin menahan tanggan Raffa, tapi ia juga yang duluan mengoda Raffa.
 
Bertapa terkejutnya Nita di saat tubuhnya terdorong pelan oleh Raffa.
 
"Gak usah mancing duluan kalo gak mau gue terkam," kata Raffa yang membuat Nita malu.
 
"Sono mandi." lanjut Raffa.
 
Nita menganguk lalu berlari ke arah kamar mandi yang berada di dalam kamarnya yang terletak di pojok.
 
Sedangkan Raffa mengusap wajahnya gersahnya.
 
Tahan Raffa tahan. Batin Raffa berkata.

••

GUYS AKU MAU NANYA SAMA KALIAN, CERITA INI MULAI DARI KATA KATANYA TERLALU ALAY GAK SIH?

GUYS AKU MAU NANYA SAMA KALIAN, CERITA INI MULAI DARI KATA KATANYA TERLALU ALAY GAK SIH?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

BTW MAKASIH BANYAK BUAT KALIAN YANG SELALU STAY DI CERITA NERD HUSBAND.
 
THANKS U BANYAK BANYAK

Nerd HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang