Genre: General Fiction
•••
Menikah dengan Pria yang Introvert berpakaiannya saja sudah seperti orang yang selalu ingin di Bully.
Bagaimana keselanjutan pernikahan ini? Apa berjalan dengan baik atau sebaliknya.
Rank.
#01 Nita 29.04.2021
#07 Berub...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
The Snowman- jung seunghwan
••
Menangis di tengah- tengah hujan membuat Nita berteriak sendiri, ia terus memukulkan tubunya sendiri, kenapa ia mudah dibodohi oleh tingkah Raffa?
Setelah percecokan dengan Raffa, Nita memutuskan pergi dari rumah, ia hanya membawa ponsel tanpa membawa tasnya atau uang sepeser pun.
Nita terus berjalan sampai telakson motor dari belakang membuat dirinya hanya diam tanpa menoleh ke belakang.
"Nita," panggil Vina yang turun dari motor lalu memeluk tubuh Nita yang sudah basah kuyup.
Nita kembali terisak menangis di pelukan Vina, tanpa membalas pelukan itu. Kini keduanya masih sama sama basah karna rintikan hujan.
"Kamu ikut aku pulang ya," pinta Vina yang langsung mendapatkan anggukan dari Nita.
Vina memakaikan helm dirinya di kepala Nita, dan kembali menjalankan motornya.
Sesampainya Nita dan Vina di rumah bunda Nina, Nita langsung turun dari motor Vina dan kini tubuhnya telah bergetar hebat karna dingin yang menyerang dirinya.
Vina mengengam tangan Nita lalu membawa Nita masuk ke dalam rumahnya.
"Assalamuaikum bunda," salam Vina.
Bunda Nina yang sendari tadi khawatir oleh keadaan Vina pun langsung membuka pintunya dan menatap Vina serta Nita yang kini seluruh pakaian keduanya basah.
"Yallah Nak, ayok masuk dulu," ucap Nina dengan panik.
Nita menganguk, Vina kembali mengengam tangan Nita, membuat Nita melihat ke bawah, diman Vina dulu sewaktu kecil, Vina suka sekali mengengam tangan Nita seperti ini.
Vina memberhantikan langkahnya lalu melihat ke arah Nita yang sekarang menatap kearah tangan Vina yang mengengam tangan nita.
Nita tersenyum dengan air mata yang mengalir, membuat Vina ikut merasakan semua apa yang di rasakan oleh Nita.
Sementara di sisi lain, Nina sibuk mengambil handuk untuk kedua anaknya itu, setelah mengambil handuk, Nina pun langsung menghampiri Nita serta Vina yang keduanya sama sama terdiam, dengan Nita yang terisak menangis.
Nina melangkah kecil ke arah mereka berdua dengan menahan air matanya yang ingin tumpah.
"Kalian ganti baju dulu ya Nak, bunda mau buat teh dulu biar tubuh kalian sama-sama hangat," ucap Nina seraya mengelus punggung Nita perlahan.
Nita menganguk, mengambil handuk itu dari tangan Nina dan pergi ke arah kamar mandi yang tidak jauh dari mereka.
"Nita kenapa sayang?" Tanya Nina kepada Vina yang masih berdiri di samping Nina.
Vina menggeleng seraya menghapus air matanya. "Vina nggak tau bunda, tadi Vina ketemu sama Nita di jalan,"
"Yaudah kalo gitu, kamu mandi, nanti kamu masuk angin lagi."
Butuh beberapa menit untuk Nita membersihkan tubuhnya, Nita memakai baju Vina yang untungnya pas di tubuhnya, kini dirinya berdiri di jendela kamar Vina dengan air hujan yang terus membasahi kaca jendela itu.
Nita terkejut saat jendela itu tiba tiba di tutup oleh sang pemilik yaitu Vina.
"Maaf, aku tutup jendelanya, karna banyak petir diluar," ucap Vina.
Nita menganguk, melangkah mendudukan dirinya di ranjang kasur milik Vina.
"Kamu lagi ada masalah ya?" Ragu ragu vina menanyakan itu.
Vina malah menggeleng sambil menutup mulutnya. "Ah, maaf aku malah kepo begini,"
Nita menatap Vina, membuat Vina menunduk takut. "Lo nggak salah, nggak usah minta maaf,"
"Seharusnya gue yang minta maaf karna udah ngerepotin lo sama Bunda,"
Vina menggeleng cepat. "Kamu gak ngerepotin kok Nit, kita kan keluarga, jadi aku sama Bunda gak ngerasa kamu repotin, justru kita seneng kamu ada di sini,"
Nita mengalihkan pandangan yang ingin kembali menangis, kenapa diri ini cengeng sekali!
"Boleh gue cerita sama lo?" Tanya Nita ragu.
Vina menganguk sambil menyentuh kedua tangan Nita. "Kamu kan kakak aku, jadi kamu boleh cerita apa aja ke aku."
"Sorry atas kelakuan gue selama ini ke lo Vin."
Vina tersenyum kecil ke Nita. "Aku gak pernah mempersalahin itu kok,"
Vina yang ingin kembali berkata pun harus diam dan meremas ujung bajunya. "Maaf atas jus jeruk sewaktu itu, maaf karna aku udah campurin jus itu pake obat yang bikin perut kamu sakit, aku nyesel Nita, aku janji ak--"
Respond Nita hanya diam seraya menggeleng, "Gue ngerti kok, lo mungkin kesel banget ya sama gue waktu itu? Kalo gue ada di posisi lo, mungkin gue bakalan ngelakuin hal lebih sama lo, tapi yang lo lakuin sama gue gak sebanding apa yang gue lakuin sama lo Vin,"
Vina yang awalnya takut melihat ke arah Nita, kini mendongkak dan kembali melihat ke arah Nita.
"Maafin gue Vin, gue jahat banget sama lo, Sampe sampe gue berfikir lo bakalan rebut Raffa dari gue, ternyata gue salah, bukan lo yang rebut Raffa dari gue,".
Nita bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah jendela, ia buka hordeng jendela itu, lalu berdiri membelakangin Vina.
"Lo tau kan siapa Raffa? Dia suami gue, Dia pria pertama yang masuk ke dalam kehidupan gue, dia pria pertama yang selalu gue maki maki setiap gue ngerasa kesel, tapi saat itu, kehidupan kembali berputar, sekarang gua yang berada di bawah Raffa dengan Raffa yang berada di atas gue. Awalnya gue kira semenjak Raffa berubah, dia bakalan maafin prilakuan gue dulu ke dia, tapi di sisi lain gue salah besar, ternyata dendam itu benar benar nyata, membuat semua orang obsesi terhadap apa yang si pelaku lakuin ke dirinya. Raffa selingkuh sama sahabat gue sendiri."
Ucapan terakhir Nita membuat sebuah nampan jatuh ke lantai, Nita dan Vina langsung menoleh cepat, menemukan bunda yang berdiri di depan pintu sambil melihat ke arah Nita.
"Bunda," lirih Nita.
"Bunda," cicit Vina.
Nina langsung masuk kedalam kamar Vina, Nina berjalan perlahan ke arah Nita dengan tatapan bersalah. Ia langsung memeluk Nita dan berkata.
"Maafin bunda Nak, gara gara bunda kamu seperti ini,"