[‼️𝘽𝙐𝘿𝘼𝙔𝘼𝙆𝘼𝙉 𝙁𝙊𝙇𝙇𝙊𝙒 𝙎𝙀𝘽𝙀𝙇𝙐𝙈 𝙈𝙀𝙈𝘽𝘼𝘾𝘼‼️]
Anne Chintya Hinata, sosok gadis atlet berkuda yang memiliki sifat begitu dingin, tertutup, cuek atau sering disebut coldgirl. Anne mempunyai paras cantik dan bentuk tubuh indah yan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
|| Revisi 29-10-22 ||
(。’▽’。)♡
"Arin, kenapa? Lagi ada masalah ya?" tanya Sandrina keheranan.
Saat ini mereka berdua sudah berada di kantin tanpa Clarisa. Entah cewek itu kemana yang terpenting saat ini Arin dan Sandrina mau memanjakan perutnya yang sudah berkonser ria saat bimbel.
"Lo kenapa sih?" Arin menggeleng, tetap tidak mau menjawab.
Makanan yang ia pesan belum tersentuh sama sekali sejak tadi. Sandrina berfikiri sahabatnya satu ini sepertinya sedang memikirkan sesuatu. Tidak seperti biasanya Arin diam dengan tatapan kosong.
Sandrina menatap kasihan pada mie ayam pesanan Arin yang mulai dingin. "Mie ayamnya kalau gak mau buat gue aja deh, Rin,"
"Nih." Arin menyodorkan mie ayamnya dengan suka rela.
"Bercandah ihh!! Lagian itu kasihan itu kuah mie ayamnya sampai nyerap hilang. Padahal mie ayam Bu Kanjen terkenal enak loh."
Lagi lagi tidak ada tanggapan sama sekali dari Arin, membuat Sandrina geram sendiri.
"IHH... DIAM LAGI. Ada yang lagi lo fikirin ya?" Arin kembali menggelengkan kepalanya membuatnya pasrah sendiri.
Mungkin Arin belum ingin bercerita.
"Gue mau pesen minum lagi nih, lo mau nitip apa gak?" Sandrina menawarkan diri. "LO GELENG GUE GOLOK YA!"
"Lemon tea aja."
"OKEY!! Lo tunggu disini, jangan kemana mana!"
Arin masih diam tidak menggubris omelan Sandrina. Ia bergulat dengan fikirannya sendiri.
"Kenapa berat banget ngelakuin perintahnya Clarisa kali ini ya?"
"Kalau nanti terjadi apa apa gimana?"
"Gue salah gak ya dipihak dia sekarang?"
"Gue emang nakal, tapi gue masih mau lanjutin sekolah disini."
Begitu banyak pertimbangan yang muncul difikiran Arin saat ini tentang rencana dirinya dan Clarisa. Ah lebih tepatnya rencana Clarisa saja. Arin memang terkenal sebagai tukang cari masalah di SMA Airlangga. Tetapi dia tau batasa, nakal sebagai remaja bukan manusia.
Paham kan?
"TARAA!! MINUMAN DATANG!" teriak Sandrina hingga mengundang perhatian siswa lainnya yang duduk disekitar mejanya.
"Berisik, San."
Sandrina terkekeh tanpa dosa. "Hehe...maaf. Lagian gue lihat dari sana lo ngelamun mulu. Gue takut lo kesurupan setan kantin malahan,"