[‼️𝘽𝙐𝘿𝘼𝙔𝘼𝙆𝘼𝙉 𝙁𝙊𝙇𝙇𝙊𝙒 𝙎𝙀𝘽𝙀𝙇𝙐𝙈 𝙈𝙀𝙈𝘽𝘼𝘾𝘼‼️]
Anne Chintya Hinata, sosok gadis atlet berkuda yang memiliki sifat begitu dingin, tertutup, cuek atau sering disebut coldgirl. Anne mempunyai paras cantik dan bentuk tubuh indah yan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(๑'ᴗ')ゞ
|| Revisi 25-07-25 ||
WARNING⚠️
🔞PART INI PENUH KEUWUAN DAN KEBAPERAN🔞
HATI HATI YANG UWUPHOBIA‼️
⚠️WARNING⚠️
(๑'ᴗ')ゞ
"BANGSATTT!!"
Hafiz langsung berlari saat melihat tubuh Anne yang mulai tenggelam ke dasar kolam. Berlari secepat mungkin melewati Clarisa dan ketiga kawannya. Entah mereka siapa, sepertinya bukan Arin maupun Sandrina. Jelas, karena Arin bertemunya diluar sana. Hafiz tak peduli itu untuk sekarang.
Byurrr!!
"AAAA!!" pekik Clarisa dan ketiga kawannya. Mereka berempat ikut terjebur kedalam kolam.
Hafiz sengaja menyenggol bahu Clarisa dan kawannya agar ikut terjebur bersamanya. Dia berenang menggapai tubuh mungil Anne yang hampir ke dasar kolam, menariknya ke atas air dan membawa tubuh gadis tersebut pada tepi kolam. Bibir Anne sudah putih pucat, badannya mulai membiru, dingin dan bahkan nafasnya melemah.
"Anne, bangun!" Hafiz menekan dada Anne, berusaha mengeluarkan semua air didalam tubuh gadis itu.
"Ann, please bangun!!"
"ANNEEE!!" pekik Sarah dan Jihan yang baru saja datang.
Jihan matanya memerah saat melihat Clarisa dan kawannya yang menggigil dipinggir kolam.
"BANGSATT! SEGITU OBSESINYA LO SAMA NAUFAL? SAMPAI HATI LO SENDIRI GAK BERPERASAAN SESAMA CEWEK!!" Sarah berusaha menahan tubuh Jihan agar tidak menyerang Clarisa.
"LEPASIN, SAR! GUE MUAK LIHAT KAKAK KELAS RENDAHAN ITU! BISANYA MAIN FISIK DOANG! ANNE JUGA OGAH SAMA NAUFAL! AMBIL SANAA!"
"JIHAN UDAH! Kita urus Anne dulu." ucap Sarah dengan tegas.
"GAK! TEMEN GUE DISIKSA MULU SAMA DIA, SAR!!" Jihan tetap berusaha memberontak namun Clarisa masih diam dengan tatapan datarnya.
"Kita urus Anne dulu, Jihan!" emosi Jihan kian mereda dan langsung fokus pada sahabatnya yang sekarang membutuhkannya.
"ANNE, BANGUNN!!" Hafiz terus menekan dada adik dari sahabatnya, berharap ada suatu keajaiban. "Please wake up, Anne!"
"CFR aja, Fiz."
Hampir Hafiz memberi CFR tidak lama Anne sudah batuk dan memuntahkan air didalam tubuhnya.