[‼️𝘽𝙐𝘿𝘼𝙔𝘼𝙆𝘼𝙉 𝙁𝙊𝙇𝙇𝙊𝙒 𝙎𝙀𝘽𝙀𝙇𝙐𝙈 𝙈𝙀𝙈𝘽𝘼𝘾𝘼‼️]
Anne Chintya Hinata, sosok gadis atlet berkuda yang memiliki sifat begitu dingin, tertutup, cuek atau sering disebut coldgirl. Anne mempunyai paras cantik dan bentuk tubuh indah yan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
✨✨✨
"Dave," panggilan itu berasal dari Rio, ayahnya. Dave hanya berdeham sebagai jawaban.
Makan malam hari ini hanya ada dirinya, Oji dan ayah. Sedangkan mamanya pergi bersama si kembar menuju keluarga besar beliau. Entah mengapa wanita tersebut tidak pernah membawa mereka kehadapan keluarga besarnya yang jelas ayahnya adalah suami sah mamanya.
Bodoh amat lah! Mengapa Dave jadi memikirkan mama tiri sekaligus musuh bebuyutannya itu!
"Bagaimana persiapan olimpiade mu buat lusa?"
Dave mengedikan bahunya tidak tau. "Dave mau undur diri aja,"
"Dave, jangan ambil keputusan yang gegabah. Kamu kan udah biasa olimpiade sendiri tanpa Anne,"
"Ini beda, yah! Dave baru pertama kali olimpiade di luar negeri dan itu pun dulu ada dukungan dari om Satria. Sedangkan sekarang? Apa lagi yang harus Dave pertahanin?"
"Ayah selalu dukung kamu, Dave. Ayah bakal ikut buat temani kamu ke Perancis nanti," ayah menggapai tangan putra sulungnya dan menggenggamnya erat. "Disini ada ayah, nak. Ayah selalu ada buat kamu."
Dave menarik tangannya dengan kasar. "Maaf, yah keputusan Dave udah bulat."
"Dave, sekolah dan ayah sudah mempercayai kamu sepunuhnya dalam olimpiade internasional ini. Saat ayah pergi menemui kepala sekolah kamu, mereka berharap besar sama kemenangan kamu tahun ini. Jangan bikin mereka dan ayah kecewa, Dave!"
"Mereka bisa kok cari pengganti Dave yang selama mewakili olimpiade di luar negeri! Kenapa harus Dave? Kalau bukan dari dukungan om Satria saat itu tetap bukan Dave yang akan mewakili nama sekolah, yah!"
Oji semakin bingung menatap kedua anggota keluarganya. Dia tidak paham apa yang dibahas keduanya dan mengapa harus dengan suara tinggi?
"Kecil kan suaramu! Disini masih ada adikmu." peringat ayah dengan tegas.
"Ayah yang mulai."
Rio menghembuskan nafasnya dengan berat. Anaknya sangat keras kepala jika sudah menyangkut Anne. Gadis tersebut benar benar berpengaruh dikehidupan putranya. Ia paham bahwa Dave baru pertama kalinya serius dalam sebuah hubungan percintaan. Putra sulungnya itu selalu ingat bundanya kalau membuat hati seorang wanita tersakiti.
Benar seharusnya seperti itu seorang lelaki yang gentle man, tak seenaknya bermain hati. Namun entah mengapa rasanya berat jika mengingat dirinya sendiri cepat berpaling dari mendiang almarhumah istrinya. Sebenarnya Rio tidak menceritakan langsung bahwa dirinya hanya menikah sirih dengan Vani karena saat itu emosi Dave sedang dipuncak, ditambah makam istrinya yang masih dibilang basah.
Tiga bulan membuat hidup Rio sedikit berantakan karena kehilangan Shella, istri tercintanya yang menemani ia selama 25 tahun belakangan ini. Menemaninya dari titik nol sampai sukses hingga hasil yang ia nikmati sekarang bersama istri sirihnya.