[‼️𝘽𝙐𝘿𝘼𝙔𝘼𝙆𝘼𝙉 𝙁𝙊𝙇𝙇𝙊𝙒 𝙎𝙀𝘽𝙀𝙇𝙐𝙈 𝙈𝙀𝙈𝘽𝘼𝘾𝘼‼️]
Anne Chintya Hinata, sosok gadis atlet berkuda yang memiliki sifat begitu dingin, tertutup, cuek atau sering disebut coldgirl. Anne mempunyai paras cantik dan bentuk tubuh indah yan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
|| Revisi 20-11-21 ||
(。’▽’。)♡
"Kamu itu seperti bintang, tidak selalu terlihat namun selalu ada." - Author -
(。’▽’。)♡
"Assalamualaikum, bundaa!" teriak Jihan tanpa malu.
"Waalaikumsalam! Yaampun ada kalian ternyata, bagaimana kabarnya?" tanya bunda antusias. Beliau terlihat bahagia dengan kehadiran kedua sahabat putrinya.
"Sehat dong, bund. Bunda juga sehat kan?" tanya Sarah kali ini.
"Alhamdulillah bunda sehat kok." bunda dan kedua sahabat Anne memang akrab bahkan sudah seperti keluarga sendiri.
Anne baru saja keluar kamar saat mendengar suara kedua sahabatnya. Disana terlihat Jihan yang sibuk membawa koper, sedangkan Sarah hanya membawa totebag bermotif tropical.
"Koper?"
"Iya dong! Kan sesuai janji kemarin kita bakal nginep di rumah ratu es." Jihan menampilkan deretan giginya tanpa dosa.
"Masak dia bawa camilan satu koper, Ann. Sedangkan bajunya cuma nitip beberapa ditotebag gue." adu Sarah pada Anne.
"Kita bakal seharian disini jadi biar gak ngerepotin bunda aja sih. Iya kan, bund?" bunda hanya bisa tertawa melihat kelakuan Jihan yang sangat bertolak belakang dengan putrinya.
"Terserah."
Anne berjalan terlebih dahulu menuju kamarnya dan diikuti oleh kedua sahabatnya dibelakang. Langkah mereka terhenti saat mendengar suara seseorang.
"Jihan, Sarah?"
"YAAMPUN KAK HESAA!!" teriak Jihan cukup keras disana.
"BERISIK IH!" teriak Gibran tidak kalah kencang dari Jihan. Kebetulan Gibran dan Hesa baru saja keluar dari kamar Hesa yang tepat didepan kamar Anne.
"Hai, Gibran! Maafin teman kakak ya, dia emang radak putus urat malunya." ujar Sarah yang sudah berjongkok didepan Gibran.
"Enak aja lo, Sar!"
"Iya gapapa kok. Kakak ngapain disini?" tanya Gibran, ia menatap begitu polos namun tetap songong dihadapan Sarah.
"Mau nginep, Gibran mau ikut?" jawab Jihan.
"Girls time!" sahut Anne singkat.
"Apaan sih! Lagian aku juga gak mau gabung kok. Aku sama kak Hesa aja wle..." Gibran berlari kearah bunda yang sedang berkutik di dapur.
"Bagaimana kabarnya, kak?" tanya Sarah seraya berdiri hingga tepat dihadapan Hesa.