Happy reading!
🌟✨💛
"Brother? Emang Galen punya saudara selain Ghea?"
🌟✨💛
Pukul empat lebih lima puluh lima menit, itulah yang ditunjukan oleh sepasang jarum jam di dinding ruangan tersebut.
Galen masih terlelap dalam tidurnya. Udara yang dingin karena hujan semalam menambah rasa malas untuk beranjak dari kasur, bahkan sekedar menurunkan selimut pun malas rasanya.
BLACKPINK!~ Ah yeah ah yeah~
Galen terperanjat lalu terbangun. Tangannya meraba-raba nakas mencari ponselnya. Ada sebuah panggilan masuk dari Hana.
"Masih pagi anjir?" monolog Galen.
Ia kesal kenapa cewek itu harus mengacaukan tidurnya dengan menelepon sepagi ini.
Galen menerima panggilan tersebut dan menyalakan fitur speaker.
"Halo Han. Ada apa?"
"Halo Len, maaf aku ganggu ya?" Jawab Hana dari sebrang sana.
'Banget anjir.' batinnya.
"Ngga." ucap Galen
"Syukur deh kalo gitu, kirain ganggu kamu."
"Iya, nggak kok. Kenapa?"
"Hari ini kamu ikut latihan olimpiade?"
"Iya, ikut."
"Aku boleh nebeng gak?"
"Maaf Han, gak bisa. Gue mau mampir tempat lain dulu. Kalo nyari tebengan tanya Galih aja atau mau gue tanyain?"
"Oh gitu. Nggak usah deh. Kalo gitu, sampai ketemu disana ya Len."
"Hm."
Panggilan pun diputus oleh Hana. Galen menggerutu kesal karena ia tidak dapat kembali tidur. Ia memang seperti itu, jika sudah bangun akan susah baginya untuk kembali tidur.
"Sejak kapan nada dering gue lagunya blackpink?"
Lelaki itu teringat saat Kenan dan Baran meminjam ponsel miliknya beberapa waktu lalu. Anehnya mereka hanya meminjam ponsel miliknya sebentar, tetapi dalam jangka waktu yang singkat itu keduanya tertawa terbahak-bahak. Jika dugaannya benar, maka Kenan dan Baran lah yang mennganti nada dering ponsel nya.
"Kenan Baran anjing!" kesalnya.
Lelaki bersurai coklat kehitaman itu pun memilih beranjak dari tempat tidurnya dan bersiap-siap untuk pergi dengan Auryn.
Kemungkinan besar ia akan melewatkan latihan olimpiade kali ini. Ia berbohong kepada Hana agar cewek itu tidak menyerangnya dengan pertanyaan-pertanyaan, sebab Galen terlalu malas menjawabnya.
Setelah selesai bersiap, ia meraih kunci mobil diatas nakasnya dan berjalan keluar kamarnya. Namun sebuah pesan masuk dari nomor tak dikenal, membuat cowok itu menghentikan langkah kakinya.
.
.
Unknown number
Gak sopan lo ada tamu malah diem dikamar
Gue, bunda sama papa dateng nih
"Sialan!" umpatnya.
Galen kesal sekaligus heran, mengapa hari ini harus diawali dengan hal-hal menyebalkan?
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Ketos
Novela Juvenil"Pernah nyaman, sampai lupa yang membuat nyaman belum tentu memilih untuk tinggal." "Pada akhirnya skenario tuhan tidak bisa ditebak," "Yang pasti, skenario tuhan adalah skenario terbaik untuk kita." Started : 21 oktober 2019 Do not copy my story. M...
