FOUR

1K 95 1
                                        


Jam 3 kami sampai di Resort dan Kaownah memberikan kunci kamar ku yang terletak tidak berdekatan dengan kamar tamu lainnya. Kaownah sangat mengenalku, aku tidak suka dengan keramaian. Sebetulnya bukan tidak suka, tapi menghindari keramaian agar janjiku kepada kakek dan papa tetap terjaga.

Sesampainya dikamar aku membersihkan diriku dan setelah selesai mandi dan ganti baju, aku menuju teras kamar dan duduk sambil melihat kearah terasering sawah yang tak jauh dari kamarku.

Aku melihat ada laki-laki yang berteriak dan 1 orang lain yang hanya duduk dirumput tanpa menghiraukan laki-laki yang berdiri disampingnya. Aku tidak ingin mencampuri urusan orang lain, jadi aku berusaha memalingkan wajahku dari pandangan 2 pemuda itu dan mengambil HP ku untuk mengambil gambar Sawah disekitar kamarku. Tapi saat laki-laki itu meneriakkan nama Gulf, aku terkejut dan kembali menoleh kearah 2 pemuda tadi.

Kaownah masuk kekamarku dan mendekati ku sambil mengajakku berbincang, tapi karena aku fokus melihat kerah Gulf dan laki-laki itu, apa yang dibicarakan Kaownah aku sama sekali tidak mendengarnya sampai aku melihat laki-laki itu memukul wajah Gulf. Aku berteriak Gulf dan berlari mendekat kearah 2 pemuda itu. Kaownah ikut berlari mengikutiku dan sesampainya disana Kaownah menarik laki-laki itu dan membawa pergi setelah memanggil beberapa petugas keamanan disana.

Aku mendekati Gulf yang hampir tidak sadar, aku memanggil namanya tapi Gulf hanya tersenyum dan kemudian menutup matanya. Aku mencari kunci kamar yang dia gunakan disaku celana yang Gulf kenakan, setelah mendapatkan kuncinya, aku menggendong Gulf menuju kamarnya. Saat mendekati kamar Gulf, aku melihat ayah dan memanggilnya, Ayah bertanya kenapa Gulf, aku hanya menjawab nanti akan saya ceritakan dan ayahnya mengangguk dan membantu membukakan pintu kamar Gulf. Setelah merebahkan Gulf dikasur, Kaownah masuk bersama dengan seorang dokter dan memeriksa kondisi Gulf. Dokter menjelaskan kondisi Gulf tidak ada yang serius, hanya memar dan luka sedikit disekitar pelipis dan ujung bibir karena terkena pukulan Erick. Dokter meminta Gulf beristirahat selamat beberapa hari.

Run bersama Kaownah meminta seluruh manager Model dan Fotographer untuk berkumpul diruang rapat. Menceritakan kejadian yang baru saja terjadi, dan Model atas nama Erick saat ini sedang dilakukan pemeriksaan dikantor Polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Karena hal tersebut, maka jadwal pemotretan mundur selama 3 hari dan perpanjangan waktu tersebut ditanggung oleh pihak Resort dan Manager dari Erick.

Melihat kondisi Gulf, aku sangat panik, aku takut terjadi sesuatu dengan Gulf, aku terluka saat melihat lebam hampir diseluruh badan Gulf. Kenapa Gulf tidak minta tolong? Kenapa dia hanya diam saja? Saat ayahnya membersihkan badan Gulf, aku memberanikan diri bertanya pada ayahnya.

Mew: Ayah, kenapa Gulf tidak berteriak minta tolong? Kenapa Gulf tidak melawan?

Ayah: Karena dia tidak mau mencari masalah Mew, dia tidak mau namanya disebut dimana-mana, makanya dia selalu diam jika ada orang yang menghina, membully bahkan sampai memukul. Gulf bukannya tidak bisa membalas Mew, dia bisa. Gulf belajar Taekwondo, Muathai, Kungfu, Pencak Silat, Martial Arts, Akido, Jujutsu, kickboxing hampir semua kegiatan bela diri dia sudah menguasainya Mew. Dia bukannya tidak mau membalas, tapi kejadian 10 tahun yang lalu, membuat dia menahan diri untuk membalas semua tindakan orang padanya.

Mew: Apa yang terjadi 10 tahun yang lalu ayah?

Ayah: 10 tahun yang lalu, saat memperingati 15 tahun meninggalnya keluarga adiknya Ibu, Gulf lupa membelikan bunga Mawar Putih untuk Mama Nattalie karena dia sibuk memilih bunga baby breath yang akan diberikan untuk Nattalie. Ibu kecewa dengan Gulf, kemudian pergi ke toko bunga untuk membeli bunga mawar putih. Setelah membeli mawar putih, Ibu dikelilingi oleh pemuda mabuk yang akan melakukan kekerasan kepada Ibu. Gulf melihatnya dan melindungi Ibu dengan mengeluarkan semua kekuatan yang dia miliki baik dari segala jenis bela diri yang dia kuasai. Akhirnya para pemuda mabuk itu masuk Rumah Sakit dengan luka yang sangat serius. Ibu bukannya membela Gulf, tapi memarahinya dan menghukumnya. Sejak saat itu, jika Gulf dibully, disiksa, dihina dia tidak akan membalasnya. Dia hanya akan diam saja karena dia takut Ibunya terluka. Gulf hanya tidak mau membuat queen nya menderita. Itu yang selalu Gulf katakan jika dia pulang dengan wajah babak belur, badan penuh luka dan lebam.

JodohkuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang