42: Kepergian Abadi

138 6 2
                                    

Setelah beberapa Jam menunggu Akhirnya dokter pun keluar Rachel & Refan pun langsung berdiri mereka Sangat berharap Ada kabar Baik yang akan mereka dengar

"Anda keluarga dari pasien?" Tanya dokter yang baru saja keluar dari ruang UGD

"Iya dok, gimana keadaan bang Raka dia baik biak aja kan dok?" tanyanya dengan khawatir

"Pasien mengalami Gegar Otak akibat Benturan yang sangat keras ini membuat pasien tak sadarkan diri hingga mengalami koma." Jelas sang dokter

Tubuh Rachel melemas, air matanya sudah keluar sendari tadi ia tak bisa berkata-kata lagi ia Takut Bahkan Sangat Takut. Melihat Rachel yang seperti ini Refan langsung mendekap Rachel berharap Rachel bisa lebih tenang.

"Kalian tenang saja kami akan berusaha semaksimal mungkin agar pasien sembuh seperti semula. Namun kalian juga harus membantu kami Dengan doa." Tutur sang dokter

"Berikan penanganan terbaik untuk bang Raka dok dan dokter tenang saja kami akan berdoa agar bang Raka tersadar dari komanya." Mendengar perkataan dari Refan sang dokter pun tersenyum.

"Apa kami boleh kedalam untuk melihat bang Raka dok?" Tanya Refan mewakili Rachel yang masih menangis di dekapannya

"Untuk saat ini pasien belum bisa di jenguk nanti kami akan mengabari lagi ketika pasien sudah bisa di jenguk." Refan pun mengangguk mengerti dan sang dokter pergi meninggalkan mereka berdua.

Refan mendudukkan Rachel lalu ia ingin membeli minum untuk Rachel agar dia bisa lebih tenang namun saat Refan hendak berjalan tangannya di cekal oleh Rachel.

"Lo mau kemana?" Tanyanya dengan lirih

"Gue mau beliin Lo minum." Rachel mengangguk

Tak lama kemudian Refan pun datang dengan dua botol minum yang berada di kedua tangannya.

"Nih minum dulu" Refan menyodorkan botol itu untuk Rachel

"Thanks" Refan membalas Dengan senyuman

...

Dua hari sudah Rachel berada di rumah Sakit Abang nya kini di pindahkan keruang NICU karena kondisinya yang terus saja menurun membuat Rachel sangat sedih.

Namun Rachel cukup tenang karena ia tak sendiri menunggu abangnya disini karena ada Refan yang selalu menemaninya.

"Fan kapan gue boleh lihat Abang gue, gue kangen banget" ujarnya dengan sendu tak ada senyuman yang menghiasi wajahnya saat ini.

"Kita doain aja supaya bang Raka cepat siuman."

Ia menatap bang Raka di balik jendela. Ia sangat kasihan kepada abangnya banyak sekali alat yang menempel di tubuhnya ia Sangat sedih melihat abangnya yang selalu menjahilinya kini terbaring tak berdaya.

" Siapa yang tega tabrak Abang gue sampai bang Raka koma seperti ini??" Ia bertanya-tanya siapa orang dengan teganya menabrak Raka lalu meninggalkan nya begitu saja ia sangat ingin tau siapa orang itu. Yaa, abangnya adalah korban tabrak lari.

Falsback

Seorang pemuda mengendarai motornya dengan kecepatan cukup tinggi ingin menuju kampus, saat ia sedang mengendarai motornya tiba tiba mobil dari arah belakang menabraknya hingga motor yang ia kendarai pun oleng dan mengakibatkan motor tersebut membentur pembatasan jalan dengan keras.

Sang pembawa motor langsung tak sadarkan diri karena luka di kepalanya cukup berat meskipun ia memakai helm. Tak lama kemudian warga pun berdatangan menolong pemuda itu karena mobil yang menabraknya tadi langsung pergi meninggalkan nya begitu saya tanpa mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Rachel ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang