43. Makam

146 7 5
                                    

Tertulis batu Nisan bernamakan Raffa Agra rahendra  pria tampan yang selalu di idam idam kan semua wanita siapa sangka pergi secepat ini tak hanya tampan namun ia juga begitu baik, peduli, dan penyayang meskipun tak jarang ia jahil namun kebaikan hatinya lebih dari kejahilannya.

Sekarang pria tampan tersebut sudah pergi untuk selama lamanya membuat Rachel sang adik begitu kehilangan sosok kakak yang sangat ia sayangi.

Disini Rachel mengantarkan Abangnya di peristirahatan terakhirnya ia belum iklas sangat belum iklas ditambah lagi orang tuanya belum sampai, mereka masih dalam perjalanan.

Setelah 3 jam Raffa di nyatakan meninggal orang tuanya baru bisa di hubungi. Mereka syok, meskipun mereka terlihat tak peduli namun orang tua mana yang tidak syok ketika mendengar anaknya meninggal dan mereka tidak ada di sampingnya. Setelah mendengar Raffa meninggal mereka langsung memesan tiket dan langsung terbang ke Indonesia.

Rachel menaburkan bunga di makam sang kakak ia masih terisak sangat belum ikhlas rasanya kehilangan orang yang paling ia sayangi. Orang yang selalu menghibur nya saat sedih, orang yang selalu di dekatnya dikala ia sendiri, dan orang yang sangat peduli dikala ia ada masalah. Rachel tak tau bagaimana ia menjalani hidup setelah kepergian kakaknya. Raffa bagaikan separuh hidupnya,  bagaimana tidak? Raffa lah yang sendari kecil menemaninya Dikala orang tuanya sibuk bekerja, sungguh ia tak sanggup harus kehilangan kakaknya secepat ini.

"Kenapa secepat ini bang, hikss"

"Gue butuh Lo, gue nggak bisa hidup tanpa Lo. Cuma Lo yang bisa ngertiin gue!! tapi kenapa Lo pergi secepat ini hikss,,hikss." Refan berada di samping Rachel ia mengelus pundak Rachel agar Rachel bisa lebih tenang.

Farah yang berada di depan Rachel tak sanggup melihat sahabatnya yang terpuruk seperti ini ia juga merasakan apa yang Rachel rasakan karena ia juga begitu kehilangan Raffa.

Para warga dan juga teman- teman Raffa yang berziarah sudah pulang, tinggal mereka bertiga yang masih enggan untuk pulang apalagi Rachel ia ingin menemani Abangnya meskipun mereka sudah beda alam.

Tak lama kemudian orang tua Rachel pun datang. Mamanya menangis histeris ia begitu syok anak laki lakinya meninggal dikala ia masih di luar negeri papanya juga menangis ia tak percaya Raffa akan pergi secepat ini.

"Maafin mama nak mama nggak ada di samping kamu saat terakhir hidup kamu bahkan mama nggak bisa di hubungi, maafin mama nak hiks,hikss" sang ibu mengelus batu nisan anaknya. Rachel hanya diam ia kesal namun ternyata ibunya juga merasakan apa yang kini Rachel rasakan.

"Maafin papa nak, papa menyesal nggak ada di samping kamu. Tapi kenapa kamu begitu cepat ninggalin kita" Papanya pun mengelus batu nisan sang anak air matanya sudah tak terbendung ia meneteskan air matanya.

Perih Sangat perih anak yang mereka rawat sendari kecil meninggalkan mereka untuk selama lamanya. Dan Mereke begitu menyesal tak ada di sampingnya disaat terakhirnya dan dimasa hidupnya mereka pun merasa belum bisa membahagiakan Raffa. Mereka Memeng merawat Raffa & Rachel sendiri tanpa seorang baby sister namun mereka tak pernah ada waktu banyak untuk kedua anaknya apalagi disaat mereka sudah tumbuh menjadi remaja mereka sangat sibuk bekerja mereka berpikir dengan uang hidup keluarganya akan bahagia tapi sebenarnya tidak. Raffa & Rachel tak butuh uang melainkan waktu & kasih sayang mereka.

"Pa ma Rachel kecewa sama Kalian hiks, hiks. Kenapa papa mama susah di hubungi apa nggak sepenting itu kita Dimata kalian sampai menjawab telfon pun ngga bisa hikss,"

"Maafin mama sama papa nak"

"Rachel sama bang raka butuh Kalian tapi kalian sibuk sama dunia kalian sendiri hikss"

"Mama sama papa kerja untuk Kalian"

"TAPI KITA NGGA BUTUH ITU"  Rachel seketika membentak membuat orang tua nya dan juga Refan & Farah kaget "Kita cuma butuh kasih sayang kalian hikss" sambung nya dengan lirih

"Tapi sekarang bang Raka sudah pergi, Sekarang cuma ada aku yang butuh kasih sayang Kalian hikss, apa dengan kepergian bang Raka Kalian akan berubah ATAU KALIAN AKAN TETAP KERJA DAN NINGGALIN RACHEL SENDIRI??"

"RACHEL CUKUP" Papa Rachel pun angkat bicara. "nggak sepantasnya kamu ngebentak orang tua kamu apalagi di depan makam kakak kamu" lanjutnya

"TERUS APA PANTAS KALIAN PERGI KELUAR NEGRI 1 BULAN PENUH TANPA NGABARIN KITA, dan detik ini saat kematian bang Raka kalian baru pulang itupun KALIAN SULIT DI HUBUNGI, APA PANTAS?!"

Diam, papanya hanya diam apa yang di katakan Rachel memang benar ia dan juga istrinya sudah pergi 1 bulan lebih ke luar negri untuk menyelesaikan pekerjaan mereka begitu sangat sibuk sampai tak sempat menghubungi/ mengabari anaknya.

"Chel jangan gitu bicara sama orang tua" Farah mengingat kan Rachel dengan pelan

"Gue cape far, gue juga kesel sama mereka. Saat gue butuh Sandaran mereka nggak ada di dekat gue, saat gue butuh pelukan mereka nggak ada di dekat gue dan saat bang Raka meninggal mereka juga nggak ada di dekat gue. Hati gue hancur far orang tua gue nggak perduli sama gue dan Abang gue hikss."

Mama Rachel pun mendekati Rachel "nak kita bukan nggak perduli sama Kalian tapi kita sayang sama Kalian" ujar mamanya halus sambil menatap putrinya

"Hati mamanya juga hancur, anak yang mama kandung 9 bulan dan mama lahirkan pergi meninggalkan mama untuk selamanya hiksss, apa lagi mama malah jauh dari Kalian hati mama juga sangat hancurr nak. Mama sama papa tau kamu kecewa sama mama dan papa tapi kamu juga harus tau kalo kita sayang sama Kalian berdua. Maafin mama selama ini sudah ngecewain Rachel tapi mama mohon Rachel jangan kayak gini jangan ngebentak orang tua  hikss."  Papa Rachel mendekat lalu memeluk mama Rachel yang sedang terisak

"Mama sama papa pikir dengan kita bekerja dengan keras dan punya banyak uang bisa ngebahagiain kalian tapi ternyata itu salah dan mama menyesal baru menyadari sekarang setelah kehilangan Raffa hiksss. Mama sayang sama Kalian mama menyesal hiksssmaafin mama nak hikss." tiba tiba tubuh mama Rachel pun melemas dan akhirnya pingsan.

Dengan sigab papa Rachel pun mengendong Mama Rachel menuju mobil.

Rachel merasa bersalah ia sudah berbicara kasar dengan orang tuanya.

Papanya pergi membawa mamanya untuk kerumah sakit. Namun Rachel enggan untuk ikut mereka ia masih ingin di sini, dimakam kakaknya.

Farah ikut dengan orang tua Rachel pergi ke rumah Sakit, ia merasa kalo papa Rachel membutuhkan bantuannya.

Refan masih setia menemani Rachel. Refan sendari tadi mengelus punggung Rachel yang masih terisak tanpa henti.

Refan tahu kehilangan orang yang paling di sayang itu sangat menyakitkan karena ia pernah merasakan itu.

...









Hai readears, jangan lupa vote & comen yaa. Semoga kalian suka🥰 see you all🤍


Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 11, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Rachel ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang