Rachel berjalan gontai pagi ini, pagi yang biasanya selalu membuatnya tersenyum ceria namun berbeda kali ini, ia begitu malas untuk bertemu dengan orang yang kemarin sempat membuatnya sakit hati! Iya, Rachel begitu sakit hati. Tamparan yang diberikan dari seseorang tersebut tak akan pernah ia lupakan dan bentakan keras yang kemarin seorang itu lontarkan berhasil membuat Rachel tercengang kaget. Ia bersumpah sampai kapan pun ia tak akan pernah memaafkan seseorang itu, meskipun seseorang tersebut akan bersujud dibawah lututnya ia tak akan pernah memaafkannya!!
Meskipun kemarin ia sempat tersenyum gembira karena Refan membawanya ke Dufan, tapi ia sangat ingat kejadian kemarin yang membuatnya menangis sesenggukan.
Rachel malas untuk mengikuti pelajaran pagi hari ini, ia berfikir jika meninggalkan satu mata pelajaran tidak apa, karena pelajaran pagi ini juga tidak terlalu penting. Bagi Rachel!. Rachel memutuskan untuk pergi ke taman belakang mungkin dengan ia berada di sana mood nya akan kembali membaik.
Rachel lalu berjalan menuju taman belakang. Saat ia sedang berjalan tanpa sengaja ia berpapasan dengan Arfan, Rachel menatapnya dengan sinis ia begitu murka dengan orang itu. Namun, Arfan hanya menatapnya dengan santai Arfan pun berlalu dihadapan Rachel tanpa memperdulikan Rachel yang menatapnya dengan sinis.
"Dasar cowok brengsek! Sampai kapan pun gue nggak akan maafin Lo!!" Ujar Rachel sambil menatap punggung Arfan yang semakin lama semakin menghilang.
Lalu Rachel pun melanjutkan berjalan menuju taman belakang, ia duduk di kursi disini kursi yang dulunya selalu ia duduki bersama Arfan kursi yang selalu menemani mereka saat mereka bercanda tawa disini. Namun, hal itu tak akan bisa terulang lagi lagi pula Rachel pun sudah sangat kecewa dengan si Arfan cowok pengecut yang pernah Rachel kenal.
...
Setelah cukup lama Rachel berada di taman belakang Rachel memutuskan untuk kembali ke kelas mengikuti pelajaran yang sempat ia tinggal. Namun, mood nya belum membaik ia masih saja malas tapi ia juga harus belajar mengingat sebentar lagi ujian sekolah akan dilaksanakan.
Jam terus berlalu, kini Rachel berjalan menuju keluar sekolah. Sopirnya tak bisa menjemputnya Abang nya pun sama dan orang yang satu satunya bisa Rachel andalkan adalah Refan namun Tuhan tidak memihak padanya, Refan sudah pulang ia bisa tau itu karena motornya sudah tidak ada diparkiran. Rachel cemberut, mau tak mau ia harus naik kendaraan umum ia berjalan di trotoar dan ia menunggu bus di halte.
Jalanan yang nampaknya semakin sore semakin sepi membuat Rachel berdecak kesal. Padahal biasanya jalanan ini selalu Ramai tapi entah kenapa saat ini begitu sepi hingga Rachel bosan berada di tempat ini. Lalu Rachel memutuskan berjalan kaki untuk sampai kerumahnya jarak antara sekolah dengan rumahnya lumayan jauh, namun tidak apa hitung hitung olahraga sore, mengingat akhir akhir ini ia jarang berolahraga. Bagaimana ia mau olahraga pikiran Nya selalu kacau hatinya selalu sakit mana sempat ia memikirkan untuk sekedar berolahraga.
"Kenapa sih hidup gue gini gini amat! Menyebalkan!!." Rachel berjalan dengan malas sesekali ia menendang batu kecil yang berada di depannya. Ingin marah namun kepada siapa? Ingin teriak karena kesal nanti malah disangka gila!
"Gue pengen ngerasain hidup bahagia kayak dulu lagi! Gue nggak mau kayak gini, gue muak!" Gerutu Rachel saat ini. Rachel ingin kembali dimasa kecilnya. Dimana masa kecilnya yang selalu membuat nya bahagia, Rachel hanya merasakan bahagia dimasa itu. Tidak seperti sekarang yang selalu membuat nya sedih, membuatnya selalu meneteskan air matanya yang seharusnya tidak ia keluarkan. Kejamnya dunia ini membuat Rachel ingin meninggalkan dunia ini. Namun Rachel berusaha untuk kuat ia harus sabar melewati dunia yang begitu keras ini ia harus ikhlas melewati ini, mungkin ini cobaan yang diberikan Tuhan untuknya.
"Gue nggak boleh kayak gini. Gue harus jadi Rachel yang kuat Rachel yang selalu ceria seperti dulu tidak seperti ini Rachel yang lemah! Ya, gue harus semangat!" Rachel menyemangati dirinya sendiri entah setan mana yang merasuki pikiran nya hingga Rachel bisa berkata seperti itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Rachel ✓
Fiksi RemajaSiapa yang tak kenal Rachel cewek cantik yang selalu mengundang perhatian semua orang karena tingkah nya yang khas sering membuat keributan dan tak jarang juga mendapatkan hukuman dari guru guru yang mengajarnya. Tanpa disangka ia berubah menjadi le...