Rachel masih berada di balkon kamarnya ia masih mengingat betapa bahagianya ia dulu hidup sederhana namun bahagia.tidak seperti sekarang ini hidup dengan kemewahan namun sama sekali tidak bahagia.
Bukannya Rachel tidak bersyukur namun Rachel sangat ingin berkumpul bersama keluarga nya.
Rachel terbilang cengeng menghadapi masalah keluarganya.tetapi Rachel hanya menangis dan bersedih jika dia berada dirumahnya.
Jika disekolah Rachel terlihat sangat bahagia diraut wajahnya tidak ada tanda kesedihan sedikit pun.rachel sangat pandai menutupi kesedihannya didepan sahabat,teman temannya dan juga kekasihnya namun didepan Abang nya yang satu ini Rachel tidak bisa menutupi semua kesedihannya.
Saat sedang melamun di balkon kamar.ada seseorang yang membuka pintu kamar dan mulai berjalan menuju arah balkon.tanpa ada suara sepatu yang ia kenakan hingga Rachel tidak tau bahwa ada orang yang masuk kedalam kamarnya.
"Duarrrr.."suara itu telah berhasil mengagetkan Rachel yang awalnya melamun kini tersentak kaket.
"Apa apaan sih lo bang ngagetin aja terus masuk kamar orang gak ketok pintu atau ucap salam kek"ucap Rachel sangat kesal dan sambil membersihkan air mata yang masih tersisa di pipinya.
"A elah gitu doang lo marah dasar adek durhaka"ucap Abang nya
Ya, seseorang itu adalah Abang kandung Rachel yang bernama Raffa Agra Rahendra yang sangat nyebelin setengah mati namun bisa menenangkan Rachel saat saat seperti ini.
"Kenapa lagi sih adek gue yang cantik ini kok nangis Mulu"ucap Raffa sambil menghapus sisa air mata di pipi adiknya.
"Gak papa"singkat Rachel sambil memalingkan wajahnya
"Lo tu adik gue jadi gue tau Lo sekarang lagi sedih,ada apa lagi sih?"tanya Arfan sambil memegang i pundak adiknya
"Kenapa sih bang mama sama papa jarang pulang kayak gak ada waktu sedikit pun buat kita"jawab Rachel dengan wajah sedihnya
"Abang juga gak tau tapi yang Abang tau mama sama papa itu kerja buat kita buat biayain sekolah kita buat hidup sehari hari kita,jadi Lo gak boleh sedih kayak gini"ucap Raffa dengan gaya bijaknya
"Tapi gue sedih bang mereka cuma mementingkan egonya tanpa mementingkan kita,kita juga butuh kasih sayang mereka perhatian dan juga waktu luangnya"ucap Rachel berderai air mata
"Gue kadang juga mikir kenapa mereka begitu namun gue paham mereka kayak gitu juga buat kita"ucap Raffa
"Tapi gue pengen kayak dulu bang hidup sederhana tapi bahagia gak kayak sekarang hidup berlimpah harta namun gak bahagia"ucap Rachel merenung i hidupnya
"Andai Abang bisa putar waktu Abang akan putar kita kembali ke kehidupan dulu supaya Lo gak sedih kayak gini,tapi gue gak bisa chel terus gue harus gimana supaya Lo gak sedih"ucap Raffa ingin sang adik tidak sedih seperti ini
"Udah lah bang nasi sudah menjadi bubur kita juga gak bisa apa apa,gue hanya berharap supaya mama papa bisa sadar akan kesalahannya"ucap Rachel mulai tenang
"Yaudah kalo gitu Lo harus senyum"ucap Raffa sambil memegang pipi Rachel untuk bisa tersenyum
"Makasih bang udah nenangin Rachel"ucap Rachel sembari tersenyum namun masih ada kesedihan diwajahnya
"Apaan sih gitu doang lebay"ucap Raffa sambil menggelitik i perut milik adiknya hingga adiknya tidak bisa menahan dan berlari keatas kasur miliknya
"Bang udah geli.."ucap Rachel menahan tangan Abang nya dan masih tertawa sejadi jadinya namun Raffa belum juga berhenti
Kini balik Rachel yang menggelitik i Abang nya sampai Abang nya juga ikut tertawa sejadi jadinya diatas kasur.
Mereka sangat terlihat bahagia saat ini meskipun tadi mereka sedih karena orang tuanya tak kunjung pulang namun mereka juga manusia yang berhak atas kebahagiaan nya meskipun dengan cara sang kakak menggelitik i perut adiknya yang juga dibalas oleh adiknya itu.
Sudah mereka tertawa lepas kini Rachel sudah tertidur pulas diatas kasur dan sang kakak menyelimuti adiknya yang sudah berada dialam bawah sadarnya.
"Lo harus bahagia"ucap Raffa sambil mengecup kening sang adik
...
Pagi pun tiba kini Rachel sudah siap dengan seragamnya yang sangat pas dipakai oleh sang pemilik nya.
Rachel menurunni anak tangga untuk menjalankan aktivitasnya yaitu sarapan ia tak mau seperti kemarin pingsan lalu dimarah i oleh sang kekasih.
"Eh tumben lo ikut sarapan bang"ucap Rachel
"Gue gak sarapan salah gue sarapan salah kapan gue benernya chel"ucap Raffa sambil memakan makanan didepannya
"Hehe lo gak salah kok bang"ucap Rachel cengingiran
"Eh chel nanti Lo gue anterin sekali kali lah ya gue anterin Lo masak selama Lo sekolah yang jemput Arfan Mulu"ucap Raffa yang ingin menghantarkan sang adik kesekolahannya
"Gak ah nanti cewek cewek temen sekolah gue naksir lagi sama lo"ucap Rachel menolak
"Ya gak papa kali kan gue emang ganteng"ucap Raffa dengan pedenya
"Inget bang Abang punyanya si ratu nyinyir nanti siratu marah lo bang"ucap Rachel terkekeh
"Siapa ratu nyiyir?"tanya Raffa
"Siapa lagi kalo bukan Bella"ucap Rachel berlari menuju mobil sambil tertawa
"Awas Lo ya ngatain pacar gue nyiyir"ucap Raffa mengikuti larinya Rachel
Dan setibanya Raffa dibelakang Rachel Raffa langsung menjewer kuping kiri milik adiknya
"Auwww.. sakit bang"ucap Rachel kesakitan
"Salah sendiri Lo ngatain pacar gue"ucap Raffa yang sangat mencintai pacar nya
"A elah gitu doang bang"ucap Rachel
"Yaudah sana masuk nanti Lo telat lagi"ucap Raffa menyuruh Rachel masuk kedalam mobilnya
Tak perlu waktu lama kini Rachel sudah berada di depan gerbang sekolahnya.
Rachel sudah turun dari mobilnya dan diikuti Raffa rutinitas mereka sebelum Rachel masuk kedalam sekolahannya yaitu Raffa mencium kening Rachel dan Rachel mencium punggung tangan Raffa.mereka sudah terbiasa begitu dari kecil hingga saat ini.
"Dahh belajar yang bener Lo harus pinter"ucap Raffa melambaikan tangan
"Dahh.."ucap Rachel sambil melambaikan tangan dan berjalan menuju kelasnya
Raffa lalu menyalakan mobilnya untuk menjalankan aktivitasnya menuju kampus.
...
Segini dulu ya gaes part nya aku bakalan update lagi disaat ada waktu luang,,. happy reading
Jangan lupa vote dan komen supaya aku semangat nulisnya 🤗🤗🤗
Follow juga wattpad dan akun Instagram aku(@ulfa_2208n)
KAMU SEDANG MEMBACA
Rachel ✓
Novela JuvenilSiapa yang tak kenal Rachel cewek cantik yang selalu mengundang perhatian semua orang karena tingkah nya yang khas sering membuat keributan dan tak jarang juga mendapatkan hukuman dari guru guru yang mengajarnya. Tanpa disangka ia berubah menjadi le...
