Matahari yang sangat terik dan panas tidak memutuskan semangat mereka untuk menjelajahi hutan ini. Hutan yang sangat luas dan Medan yang sangat curam membuat mereka menguji adrenalin nya. Tidak hanya itu saja tanah yang mereka pijak pun dikelilingi oleh jurang jurang yang sangat dalam.
Semua peserta camping dihimbau untuk hati hati saat berjalan. Karena tanah yang licin dan jurang yang berada di kiri dan kanan mereka sangat membahayakan keselamatan mereka.
Peserta camping berjalan dengan teratur sesuai tim mereka. Arfan dan dinda berada di depan untuk mengarahkan mereka agar tidak tersesat. Perjalanan mereka sangat lancar Namun Rachel dan Refan selalu bertengkar tiada hentinya ada saja konflik sehingga mereka selalu bertengkar.
"Lo kalo jalan cepetan dikit kenapa jalan lemot banget kayak kura kura,!!"ujar Refan dengan sinis yang berada tepat dibelakang Rachel.
"Serah gue kaki kaki gue kenapa Lo yang sewot,?"ujar Rachel tak kalah sinis nya.
"Emang ini jalan punya nenek moyang Lo,?"
"Kalo iya emang kenapa?"
"Kalo iya bakal gue bakar ni Hutan sampai habis!"
"Bakar aja biar Lo ditangkap polisi terus dipenjara seumur hidup!"
"Terus kalo gue mati bakal gue gentayangin kamar Lo,"ujar Refan dengan tertawa.
"Apaan sih nggak lucu!"Rachel kesal lalu ia berjalan dengan cepat dengan tujuan ia menghindari Refan. Namun, Refan tetap saja mengganggunya dengan berbagai cara.
"Eh si lemot kalo jalan jangan cepet cepet nanti jatuh," Refan menyeimbangkan langkah kakinya dengan Rachel.
"Apaan sih Lo ngangguin gue Mulu dari tadi, sana pergi.!"ujar Rachel dengan kesal dan masih dengan langkahnya yang cepat.
"Gue kan tim Lo jadi gue berhak ada disini!"
"Tapi kan nggak harus Lo ada dideket gue terus, minggir gue risih dideketin sama Lo terus!"Rachel mendorong Refan dengan tangganya sehingga tubuh Refan hampir tidak seimbang.
"Huss, kalian dari tadi berantem Mulu nggak ada akurnya ntar lama lama kalian suka lagi,"ujar Farah yang risih karena mereka selalu berantem.
"Amit amit gue sampe suka sama dia!"ujar Rachel sambil mengetuk kepalanya dengan kepalan tangannya.
"Sekarang Lo bilang amit amit nanti lo bilang amin lagi!"ujar Refan dengan tertawa mengejek.
"Ihh apaan sih Lo jijik banget,"ujar Rachel sambil memutar bola matanya.
Tak terasa mereka sudah berada dipertengahan jalan. Namun Rachel dan Refan masih saja berantem hingga Arfan dan Dinda menghampiri nya.
"Chel kenapa sih Lo dari tadi gue lihatin berantem terus sama Refan?"ujar Dinda
"Ini nih biang masalahnya!" Rachel menunjuk Refan dengan kesal.
"Lo apa in pacar gue?"ujar arfan yang sangat sensi dengan Refan.
"Gue nggak ngapa-ngapain, gue cuma becanda aja sama pacar kesayangan lo, sumpah!"ujar Refan mengangkat kedua jarinya hingga membentuk huruf v dan memasang wajah polos.
"Bohong Lo, orang dari tadi lo gangguin gue mulu!"elak Rachel ia tak mau dikalahkan.
"Emang gue gangguin Lo banget?"ujar Refan seakan akan ia tak bersalah.
"Dasar orang nyebelin nggak mau ngakuin kesalahannya!"ujar Rachel sambil meremas tangannya yang mengepal didepan wajah Refan lalu ia berjalan meninggalkan mereka karena sangking kesalnya dengan Refan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rachel ✓
Novela JuvenilSiapa yang tak kenal Rachel cewek cantik yang selalu mengundang perhatian semua orang karena tingkah nya yang khas sering membuat keributan dan tak jarang juga mendapatkan hukuman dari guru guru yang mengajarnya. Tanpa disangka ia berubah menjadi le...
